CLAUDIA

CLAUDIA
Melow Di Meja Makan



Langit menatap tak selera pada makanan enak di hadapannya,bukan karena tak suka tapi hanya saja dia kesepian di rumah mewah ini.Langit menatap kosong ke arah setiap kursi yang ada di meja makan,semuanya tidak terisi kecuali kursi yang di dudukinya.


Semua orang sibuk semua,Claudia pergi mendadak karena urusan perusahaan begitu pun papanya yang katanya akan lembur.Tak ketinggalan Hansa yang kembali ke kampus entah urusan apa lalu Cassy yang katanya menginap ke rumah temannya dan akan pulang nanti subuh.Dan mamanya yang saat lalu pergi tanpa banyak kata


Langit kesepian,sangat kesepian.Dia rindu keluarganya yang dulu,rindu semuanya.


"*Kak gigit baru pulang" ucap seorang gadis dengan rambut di kepang satu


"Jangan ganti nama kakak dong" balas seorang pemuda cemberut


"Lho benerkan nama kakak itu gigit" ucap gadis itu dengan kekehannya


"Ah adek mah nyebelin masa kakak di katain gitu" ucap pemuda tersebut pura pura nangis padahal aslinya kagak


"MAMA KAKAK NANGIS ABIS PUTUS DARI CEWEKNYA"


Pemuda itu,Langit melotot mendengar teriakan mengelegar salah satu adek perempuannya,Clausia.


"Wah langit udah pacaran ya" ledek seorang pria paru baya


"PAPA"


Clausia langsung berlari ke pelukan papanya sedangkan mama Liza baru nonggol saat mendengar suara mengelegar Clausia


"Papa kemana aja sih?kakak Langit nakal saat papa pergi" adu Clausia


"Enak aja kakak mah anak se-kalem ini di katai nakal" bela Langit tak terima


"Kalem apanya Lan kamu psnya mau mama sita langsung ngereong" cibir mama Liza


"Mama mah gitu pilih kasih" ucap Langit merajut


"Napa mulut mu Lan kayak bebek" ledek Hansa


"Udah pulang Han" ucap mama


"Belum mah masih ngayang" sahut Hansa


"Kamu ini ya"


"Aduh pa sakit" ringgis Hansa


Papa Prans pura pura menatap galak anaknya,seakan akan Hansa melakukan kesalahan besar


"Apaan sih pa" gerutu Hansa kesal tapi tak ayal dia bersembunyi di balik punggung mamanya


"Gak boleh gitu sama istri papa" ucap papa Prans galak


"Lha istri papa kan mama aku" sengit Hansa


"Sini kamu"


"PAPA"


Spontan papa Prans memeluk tubuh Claudia yang mendadak berlari mendekat ke arahnya


"Mau juga" rengek Clausia


Papa Prans langsung tertawa dan memeluk Clausia juga


"Gak mau peluk papa ma" goda papa Prans pada istrinya


"Lho lho kok kalian yang peluk papa"protes papa Prans tapi tetap menyambut baik pelukan ke dua putranya


Mama Liza yang melihatnya tentu bahagia lalu mama Liza ikut memeluk keluarga kecilnya


"Ihh kok bau" ucap Claudia melepas pelukan papanya paksa


"PAPA KENTUT!"teriak Clausia heboh saat melihat papa Prans cengar cengir mendengar omongan Claudia barusan


Dan tawa mengelegar papa Prans langsung keluar dengan tatapan sengit anak anaknya


"PAPAA!!"


"AMPUN"


Ke empat saudara itu mengejar papanya dengan perasaan kesal sedangkan mama Liza mah nonton aja*


"Napa lo kak?"


Langit tersentak saat merasakan tepukan di bahunya, dia melihat Claudia yang duduk di sebelahnya dengan wajah heran


"Lo nangis?" tanya Claudia lagi


Spontan Langit menghapus air matanya yang entah kapan keluar


"Gak,lo baru pulang?" alih Langit


"Ho'oh,laper gue belum sempet makan"


Claudia mengambil makanan yang ada di meja


"Gak makan lo?" kembali Claudia bertanya saat Langit malah menatapnya terus


Langit tanpa menjawab langsung makan dengan lahab,dia senang setidaknya dia tak kesepian saat makan.


Claudia tersenyum tipis,dia tau kakaknya kesepian di rumah,tau darimana dia?Tentu tau dari bibi Yaya yang melihat Langit murung dan melamun.Maka karena itu Claudia membatalkan metting penting,sebab dia tak mau kakaknya larut atas kesedihan yang sudah Claudia tebak


Kakaknya sedih karena masa lalu yang lebih indah dari pada yang sekarang