
Pagi yang cerah menyambut para siswa siswi SMA TRISATYA untuk mengawali hari. Claudia dengan ceria menjemput Nora dirumahnya bersama dengan ibunya. Nora tampak sedang mengunci pintu rumahnya, disana ada adik-adiknya yang sedang menaiki sepeda ingin berangkat ke sekolah juga.
"Hai Nora, Cila dan Fatur. " Sapa bu Melda.
"Hai semuanya.." Sambung Claudia menyapa mereka bertiga.
"Eh, Claudia, bu Melda kok udah sampe sini aja? ada apa ni? " Tanya Nora pada bu Melda dan Claudia yang berada di sepeda motornya.
"Mau jemput kamulah Nor." Sahut Claudia.
"Bener ni bu? " Tanya Nora ada bu Melda tak percaya.
"Bener Nor, yuk naik !" Ajaknya.
Adik-adik Nora bersalaman padanya. Nora mencium pucuk kepala Cila dan Fatur.
"Belajar yang rajin ya sayang." Ucapnya sambil mengelus kepala kedua adiknya itu.
"Ya kak. Kami berangkat ya kak." Sahut mereka berdua.
"Ets, sebelum itu pamit dulu sama bu Melda dan kak Claudia ya." Perintah Nora pada adik-adiknya.
"Ohiya, lupa. Ayo Cil, kita salam bu Melda dan kakak Claudia!" Ajak Fatur pada adik kecilnya.
"Ayo kak !" Jawab Cila dengan semangat.
Mereka pun turun dari sepedanya dan berjalan menuju bu Melda dan Claudia yang sedari tadi menunggu Nora di atas sepeda motornya. Fatur dan Cila bersalaman dengan Claudia dan bu Melda.
"Belajar yang rajin ya Fatur, Cila! " Tegas bu Melda saat mereka menyalami tangannya.
"Kalau di sekolah harus aktif juga ya, biar banyak temennya!" Sambung Claudia pada mereka berdua.
Mereka pun mengangguk mengerti dan menjawab "Iya kak, bu. Byee semuanya.. " Mereka berlalu menaiki sepedanya menuju sekolah, meninggalkan kakaknya bersama Claudia dan bu Melda di halaman rumah mereka.
"Hati-hati di jalan! " Sahut Nora melambaikan tangan ke arah mereka berdua
"Ya kak.. " Jawab mereka membalas lambaian tangan kakaknya.
"Yaudah Nor, ayok! " Ajak Claudia pada Nora.
"Gaslah, ya kan bu? " Tanya Nora pada bu Melda yang sedang memperhatikan seragam sekolahnya yang sedikit lusuh.
"Gass!!! "Jawab bu Melda bersemangat.
Akhirnya mereka pun naik sepeda motor bu Melda menuju sekolah. Sesampainya di depan pagar sekolah, mereka berpapasan dengan Jason yang sesang mengayuh pedal sepedanya mengarah menuju parkiran.
"Buu.. " Sapa Jason pada bu Melda,ia tersenyum manis sambil mencuri pandang pada Claudia. Claudia pun tersenyum pada Jason membuatnya jadi salah tingkah.
"Ya nak." Jawab bu Melda.
Claudia dan Nora pun turun dari sepeda motor. Claudia bersalaman dengan sang ibu, diikuti oleh Nora.
"Claudia masuk dulu ya bu, daaah..." Ucap Claudia pada Ibunya.
"Kami masuk ya bu, bye ibu gaul." Seru Nora ada bu Melda.
"Oke bro, belajar yang rajin ya! "Sahut bu Melda sambil memperagakan gaya anak gaul yang sedang ngobrol dengan teman tongkrongan.
Tiba-tiba saja terdengar suara cempreng dari depan pintu kelas, menyapa mereka.
"Hello baby baby akoooh..." Sapanya centil sambil berjalan menuju Claudia, Nora dan Jason.
Mereka bertiga hanya terdiam, tak membalas sapaan cewek tersebut. Claudia merasa bingung dengan kehadirannya. Dalam hatinya berkata, apa ini yang namanya Sesil? .
"Eh, tunggu dulu. Ini siapa ni? anak baro? " Tanya cewek bersuara cempreng itu pada mereka berdua sambil menunjuk ke arah Claudia.
"Iya, aku anak baru. Kenalin nama aku Claudia Amora, biasa dipanggil Clau." Sapa Claudia memperkenalkan diri.
"Waaaw.. nama lo keyeen banget si say. Hai Clau, kenalin gue Sesilia Anastasya biasa dipanggil Sesil." Ucapnya menjawab sapaan Claudia. Mereka berdua pun berasalaman.
"Eh, betewe enewe beswe Sil, lo kok udah sekolah? " Tanya Nora.
"Tau ni, udah sembuh lo? "Sambung Jason bertanya pada Sesil.
"Ow,,ow,, ow... Tentu gue udah sembuh dong!! Secara, gue kan cewek kuat. " Jawab Sesil dengan gaya centilnya.
"Ooooh... " Jawab Jason dan Nora serempak.
"Ngeselin deh, sebel !!" Sahut Sesil kala mengetahui respon dua sahabatnya itu.
Claudia tersenyum melihat tingkah lucu Sesil.
"Eh, lo mulai hari apa masuk sekolah? pas gue izin sakit ya? eh tunggu dulu, gue izin di hari sabtu, hmm.. lo masuk hari apa si? " Tanya Sesil pada Claudia. Claudia tersenyum geli mendengar pertanyaan Sesi yang bertubi-tubi seperti itu.
"Aku masuk kemarin sil." Jawab Claudia.
"Ooh begicu." Sahut Sesil.
Sesil pun menuju kursinya dan meletakkan tasnya disana.
Tak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi, pada murid keluar kelas dan berbaris di depan kelas masing-masing di pimpin oleh ketua kelas. Barisan kedua ada Riana yang tepat bersebelahan dengan Claudia.
Riana memasang muka jutek pada Claudia. Riana memperhatikan beberapa teman sekelasnya yang cowok melirik ke arah Claudia, begitu juga dengan Jason yang sesekali melirik ke Claudia sehingga membuat emosi Riana memuncak. Namun, saat itu Claudia tak menyadari bila dirinya menjadi pusat perhatian para cowok dikelasnya termasuk Jason. Claudia menatap Riana bingung dan sedikit takut, Namun ia tetap tersenyum pada Riana.
Selesai baris berbaris, mereka pun masuk ke dalam ruang kelasnya. Semua murid di kelas tersebut telah duduk dan bersiap mengikuti pelajaran di kursinya masing-masing. Tak lama kemudian pun seorang guru bahasa indonesia masuk dan memulai pelajaran. Claudia tak menyadari bahwa sedari tadi Riana terus menatap dirinya penuh kesal. Riana tak terima bila Jason melirik Claudia.
Awas ya lo anak baru !! Jangan sampe Jason terpikat sama muka lo yang sok polos itu !! , Ucapnya dalam hati.
Jam pelajaran pun telah usai. Terdengar suara bel berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba. Semua murid berhamburan keluar kelas menuju kantin. Namun, tak jarang juga ada yang membawa bekal sendiri. Riana masih membereskan buku dan alat tulisnya dengan rapi di meja. Sesil, Nora dan Jason keluar lebih dulu menuju kantin. Setelah selesai beberes, Claudia berniat untuk menyusul teman-temannya.
"Eh, anak baru! " Panggil Riana ketus pada Claudia yang baru saja keluar pintu kelas ingin menuju kantin sekolah menyusul teman-temannya yang sedari tadi sudah pergi meninggalkannya sendirian di kelas.
"Ya Riana, ada apa? " Tanya Claudia polos.
"Lo gak usah sok kecantikan ya !! Lo fikir Jason bakal suka sama lo? Haaa!!!! " Ucap Riana dengan suara yang memekakan telinga. Riana mendorong bahu Claudia hingga dia sedikit tergeser kebelakang.
"E... ee...nggak kok na, aku sama sekali gak berfikir kalo Jason suka samaku." Sahut Claudia ketakutan.
"Bacot lo !! Ngapain si sampah kaya lo gini di terima di sekolah elit ini !! awas aja kalo sampe Jason suka sama lo, habis lo gue buat!! " Ancam Riana pada Claudia sambil mendorongnya kuat sehingga tubuh Claudia terhempas di pintu kelas.
Claudia hanya bisa mematung di depan pintu kelas, ia menarik nafas pelan-pelan berusaha menetralkan guncangan hatinya yang hampir membuatnya mengingat masa-masa dulu. Riana pergi meninggkan Claudia yang masih diam membisu disana.