
"Eh, lo yang kenapa? dari tadi senyam senyum sendiri di kelas." Ujar Sesil kesal saat Jason merespon mereka demikian.
"Tau ni, apa jangan-jangan lo kesambet !!" Sambung Nora pada Jason.
"Gue gak tau. Gak ngerti gue sama diri gue sendiri." Ujar Jason ada kedua temannya.
Nora dan Sesil menatap intens Jason, mereka penasaran dengan perkataan temannya itu. Sesil menarik kursi Claudia yang kosong agar lebih dekat dengan mereka berdua.
Sesil mendekatkan wajahnya menatap Jason, "Mumpung jam kosong, cerita aja! " Ujarnya.
Nora memundurkan wajah Sesil yang terasa terlalu dekat dengan Jason.
"Munduran dikit, kaya cewek mesum lo ! Nyosor ae." Ucap Nora meledek Sesil.
"iih kesel deh." Ujar Sesil ngambek.
"Buruan cerita! " Tegas Nora pada Jason.
Jason menarik nafas pelan, berusaha menormalkan kembali fikirannya.
"Lo berdua bisa jaga rahasia kan? " Bisik Jason pada kedua temannya.
"Yee,, lo kira kita berdua selama ini apa !!" Ujar Nora berbisik, Nora sedikit kesal mendengar pertanyaan Jason.
"Iya, lo kira kita gak bisa jaga rahas... " Mulut Sesil di bungkam oleh tangan Nora.
"Bisa kecilin gak suara lo! " Bentak Jason pelan.
Genk The Girls menatap mereka bertiga. Mereka penasaran dengan apa yang sedang dibincangkan oleh Jason, Nora dan Sesil disana. Terlebih lagi Riana yang dari awal sudah sangat tidak suka melihat Jason yang sepertinya menyukai Claudia.
"Kira-kira mereka lagi ngomongin apaan ya? " Tanya Valen sambil menatap ke arah Riana yang sedari tadi tatapannya terlihat sangat sinis pada Jason.
"Mungkin aja lagi ngomongin seblak. Bisa aja kan tadi Jason lagi ngelamunin makan seblak yang enak banget sampe senyum-senyum gitu." Ujar Mei Polos.
"Oalah Mei, lo itu bego banget si. Bisa-bisanya fikiran lo ke arah sana. lagian emang lo tau kalo si Jason itu suka seblak, haa?! " Sahut Valen yang sedikit kesal mendengar ucapan Mei yang polos.
"Kalian berisik banget tau gak !!" Ucap Riana kesal pada mereka berdua.
Mei dan Valen terdiam mendengar bentakan Riana pada mereka berdua. Sorot matanya yang terlihat emosi membuat bulu kuduk merinding. Terutama Mei yang sesekali melihat ada yang lain dari tingkah Riana.
Riana mengambil sebatang rokok dari dalam tasnya. ia ingin menyalakan rokok itu, namun tindakannya di hentikan oleh Mei. Mei menggeleng menatap Riana dengan tangan yang menggenggam pergelangan Riana. Refleks Rian tersadar dan membuang rokok tersebut di atas mejanya. Valen menatap heran temannya itu, ia tak percaya melihat Riana yang ingin merokok.
"Na, tenang. Lo tenangi diri dulu, jangan terlalu emosi!" Ucap Mei sambil mengelus rambut Riana pelan.
Valen mengambil rokok tersebut dan berjalan keluar kelas, membuangnya di tong sampah depan pintu kelas mereka.
Riana ngapain coba nyimpen rokok segala. Aneh banget tu anak !! (Ucap Valen dalam hati sambil menatap rokok yang berada di dalam tong sampah tersebut).
Raut wajah kesal terpancar dari Riana, matanya yang sedikit merah menambah kesan seram.
"Gue gak akan biarin tu anak baru sampe ngerebut Jason dari gue Mei !!" Ucapnya.
Refleks tangan Mei menampar Riana. Mei berfikir Riana sedang kesurupan, karena melihat matanya yang berubah merah. Ditambah lagi dengan kejadian tadi Riana ingin merokok di dalam kelas. Riana pingsan saat Mei menamparnya. Valen yang masuk kembali ke dalam kelas pun berteriak, melihat Riana pingsan.
"Aaaa... Riaanaaa!!! " Jerit Valen sambil berlari mendekati Riana.
"Meeiiiii !! " Jerit Valen lagi saat melihat Mei juga jatuh pingsan di depannya.
Saat itu suasana kelas menjadi ricuh. Seorang murid cowok menggendong Riana dan seorang lainnya menggendong Mei, mereka membawa keduanya ke ruang UKS. Valen mengikuti mereka dari belakang.
Jason, Nora dan Sesil melihat hal itu hanya duduk di bangku mereka masing-masing. Mereka tak memperdulikan genk pembuat onar itu. Sesil menyunggingkan senyum melihat Riana yang sedang di gendong tak sadarkan diri.
"Lemah juga tu cewek sialan! " Ujar Nora
"Palingan dia keinget kejadian Liana." Sambung Sesil
"Yang paling buat dia syok kan saat tau kalo Liana itu adalah anak bokapny dari perempuan lain." Timpal Nora.
Jason menjentikkan jarinya di depan kedua temannya yang fokus menatap kepergian Riana dan Mei yang di gendong menuju UKS.
"Udahlah, gak usah ngebahas dia. Mau dengeri keresahan gue gak?" Tanya Jason pada mereka berdua.
Tiba-tiba secara bersamaan Sesil dan Nora teringat pada Claudia yang juga sedang berada du ruang UKS. Nora dan Sesil saling bertatap, mereka berdua bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kelas meninggalkan Jason.
"Woi !! " Panggil Jason
Namun, kedua temannya itu sudah berlalu meninggalkannya.
"Malang nian nasibmu Jes, Jes." Gumamnya sendiri, menggelengkan kepala.
Kondisi kelas sedikit sepi, hanya ada beberapa siswa saja yang masih duduk di kursinya masing-masing. Jason melihat sekelilingnya, ia baru teringat keberadaan Claudia. Dirinya tidak mendapati Claudia dari tadi di dalam kelas.
"Pantes aja mereka berdua nyelonong pergi." Gumamnya lagi.
Jason berjalan meninggalkan kelas menuju ruang UKS. Di tengah perjalanan Jason bertemu pak Bagas.
Pak Bagas memukul pundak Jason pelan, "Kamu mau kemana jam pelajaran begini? " Tanya pak Bagas padanya.
"Eh, pak. Mau ke UKS pak." Jawabnya sedikit merundukkan kepala, berucap sopan pada sang guru.
"Iya, tadi bapak lihat rame-rame di UKS. Memangnya ada apa Jes? " Tanya pak Bagas pada Jason.
Jason terdiam sejenak, "Riana dan Mei pingsan pak." Ujar Jason jujur.
"Loh, kok bisa bersamaan, memangnya mereka kenapa? bertengkar? " Tanya pal Bagas lagi.
Jason menggelengkan kepalanya, berucap " Gak pak. Jason juga kurang tau kenapa. Tiba-tiba mereka berdua udah pingsan dan dibawa ke ruang UKS."
Pak Bagas mengangguk mengerti, "Ya sudah, kalo gitu bapak ngajar ke kelas dulu ya. Kamu jangan lama-lama diluar, ingat ini jam pelajaran loh !! " Ujar pak Bagas memperingati Jason.
Jason mengangguk, "Baik pak." Sahutnya
"Kamu awasi dan jaga juga teman sekelasmu, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi di sekolah ini. Ingat itu ya Jes !" Perintah pak Bagas.
"Siap laksanakan, pak! "Ujarnya sambil hormat di hadapan pak Bagas.
Pak Bagas pun tersenyum pada Jason, beliau memasuki ruang kelas yang berada di depan mereka berdha. Jason kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke ruang UKS, ia merasa sedikit khawatir dengan Claudia.