
di ruang yang begitu indah para tamu sudah banyak berdatangan semua nya datang dengan anak anak mereka masing masing untuk berusaha mendekati anak anak keluarga lous dan hal itu banyak di harapan kan semua tamu undangan
semua nya terkagum kagum dengan ruangan yang indah apa lagi baru masuk saja mereka di sambut dengan baik
tamu undangan banyak dari rekan bisnis dari perusahaan tuan lous dan ada juga rekan bisnis dunia gelap nya yang sama sama mafia
tapi mafia itu lebih unggul dari nya marena berasal dari belahan kota yang berbeda...
tuan Lous menyambut tambu undangan nya dj serai mery yang selalu setia di sampingnya
tuan lous melihat banyak sekali rekan bisnis nya membawa buket bunga yang sangat indah
mata tuan lous tertuju pada beberapa pria dewasa yang di sertai orang orang mereka (asisten)
ada pula yang berpasangan dengan kekasih mereka atau pun wanita pemuas merrka...
tuan lous menghampiri para tamu penting mereka
" selamat malam tuan andra, tuan bima, tuan regi , tuan dion, tuan hans, tuan alfian, dan tuan james , nona alana, dan nona shela " sapa tuan lous
" selamat malam juga tuan lous" ucap mereka bersamaan
" ini hadiah untuk putri mu tuan lous" ucap tuan james memberikan buket bunga
"hahh mengapa anda tidak memberikan nya langsung tuan" ujar tuan lous
" di mana putri mu " tanya tuan james
" dia akan datangnya sebentar lagi tuan tunggu lah" ucap tuan lous
tuan james hanya mengangguk dan saat di tempat yang lain sepsang suami istri paruh baya dan seorang pria tampan di belakang nya ..
mata tuan lous tertuju pada mereka senyum licik itu tergambar di sudut bibir nya hampir semua orang tak melihat nya kecuali tuan bima ia bisa melihat senyum licik itu dan tertuju kepada keluarga wijaya yang baru saja datang
" kalau begitu tuan tuan silah kan duduk dan nikmati hidangannya saya ingin ke sana dulu" pamit tuan lous dan pergi
tuan lous menghampiri tuan wijaya istri beserta putranya...
" selamat datang tuan wijaya dan nonya wijaya " sambut tuan lous
" terimakasih tuan lous" ucap tuan wijaya ia bisa melihat wajah meremehkan dari wajah tuan lous
" baiklah silah kan duduk tuan wijaya nyonya " ucap tuan lous
mery melihat lela pun menyapa nya
" hay nyonya wijaya selamat datang " sapa mery
" terimakasih nyonya lous" jawab lela dengan senyum nya
dan mereka pun berbincang bincang
febri sedang duduk di salah satu kursi dan menunggu adik nya itu datang dan benar saja saat ia melihat wanita anggun turun dari atas ia terhipnotis tapi ia sempat heran mengapa adik nya harus memakai topeng..
meskipun memakai topeng tapi aura nya tak hilang cahaya nya terpancar
febri menyuruh pembawa acaa mematikan lampu hingga lampu mati hanya samar samar dan cahaya putih menerangi seorang gadis yang turun dari tangga dengan elegen nya
semua mata menatap wanita itu bahkan para tamu lelaki mata nya tak berkedip melibat dewi yang baru turun..
" cantik sekali"
"apa kah itu dewi"
" wah cantik sekali nona muda lous ini"
" wah lihat dia sungguh cantik "
begitu lah bisik bisik para tamu
saat berhenti pada ujung tangga terakhir ia menunduk kan badan nya memberikan hormat kepada semua tamu
dan hal itu mendapatkan pujian dari semua tamu
febri mendatangi elsa dan menyuruhnya untuk mengandeng tangan nya
elsa lalu mengandeng tangan kakak nya dengan tersenyum manis nya
mereka berjalan dengan anggun menuju tuan lous dan nyonya lous yang sedang berbincang dengan keluarga wijaya
lela melihat gadis ingin memeluk nya tapi mengapa ada yang aneh dengan nya..
ridho yang dari tadi duduk langsung berdiri menghampiri elsa ia merasa seseorang yang hilang kembali lagi entah apa itu...
ridho langsung memberikan buket bunga ke pada elsa
" ini nona " ucap ridho dengan senyum terbaik nya
buket bunga dari Ridho...
Ridho ilhan wijaya
anak pertama keluarga wijaya
Calon ceo Di perusahaan tuan Wijaya
umur 24
tinggi 186****
elsa pun menerima nya dengan senyuman ridho ingin memeluk nya rasa seorang seorang kakak tumbuh lagi saat sekian lama nya sudah hilang
" terimakasih tuan" ucap elsa dan di balas dengan senyuman
saat berbincang tuan andra dan nona shela
elsa melihat pria dan wanita yang menggelayut di lengan pria itu
'bukan kah itu wanita tidak tahu malu itu'
elsa mengambil buket bunga itu dan sersenyum tanpa mengucapkan terimakasih..
pria itu manangkap mata itu
ia pernah melihat mata itu beberapa saat yang lalu dan ia mulai mengingat nya dan ohh di mall...
buket bunga dari taun andra
tuan Andra Prijaya
**Ceo di perusahaan Antar compeny yang berada di kota A
umur 25
tinggi 187
rekan bisnis Febri dan rekan bisnis gelap tuan lous**
Shelana
boneka mainan pemuas nafsu Andra .
model dari kota A.
tinggi 170
umur 24
beberapa kali andra mencuri perhatian kepada nona muda lous
" papa aku ingin bernyanyi " pinta ayah kepada tuan lous
entah mengapa saat mendengar itu tuan wijaya menjadi tak terima entah apa yang ia rasa kan selama ini
ia menjadi sedikit emosi kala nona muda lous itu memanggil tuan lous papa.
" baiklah ayo sana" ucap tuan lous
elsa meletakan buket bunga nya di atas meja
dan ia menuju ke depan di mana di sana ada alat musik piano
saat sudah duduk di depan piano semua lampu masih tetap mati dan cahaya terang hanya di tujukan pada elsa
elsa pun mulai memainkan piano itu
merdu,, kata itu yang di ucap kan oleh para tamu
when somebody loved me****
*ketika seorang mencintai ku
everything was Beautiful****
*segala nya jadi indah
every Hour spent together****
*setiap jam di lewati bersama
live within my heart
*hati ku riang gembira
and when she was sad
*dan ketika dia bersedih
l was there to dry her tears
*aku ada tuk mengusap air mata nya
and when she was happy****
*dan ketika dia bahagia
so was I
*begitupun diri ku
when she loved me
* *ketika dia menyayangi ku
suara yang* merdu membuat semua tamu memejamkan mata nya menikmati lagu nya
suara nya sangat indah merdu membuat anak anak kecil yang ikut orang tua nya pun tertidur.
beberapa pasang mata melihat wajah yang sedang bernyanyi mereka seperti terhipnotis
itu adalah rekan rekan penting keluarga lous
lela melihat gadis yang sedang bernyanyi itu dengan saksama hidung nya mata nya suara nya ia jadi teringat gadis kecil umur 4 tahun yang pernah ia peluk erat saat terakhir mereka bertemu ...
bersambung..........
VOTE AND LIKE