Chasing My Love

Chasing My Love
CHAPTER 24



Jangan lupa untuk membudidayakan like jika suka dengan cerita ini. Karena sebuah like dari kalian, sangat berarti bagi Author.


...--------------------------------------------------------...


Dave mengusap wajahnya dengan kasar, pria itu benar-benar bosan karena tidak memiliki teman atau orang yang dia kenal disana.


Dia pun memutuskan untuk menjauh dari keramaian disana. Karena tidak tahu akan kemana, Dave memilih pergi ke rooftop saja untuk sekedar mencari udara segar dan menatap pemandangan malam dari atas ketinggian.


Saat Dave sedang melangkah pelan, matanya tak sengaja menangkap sosok Naura yang sedang menuju lift.


"Mau kemana dia?" Karena penasaran dan memang tujuan dari pria itu ke atas, Dave lalu mengikutinya dengan sedikit berlari.


Dan ketika lift-nya hendak tertutup, Dave segera menahannya dengan kakinya. Tampak wanita yang berada di dalam lift itu terkejut.


Namun Dave tidak memperdulikannya, pria itu lalu masuk dengan wajah tanpa ekspresinya. Kemudian pintu lift tertutup, dan di lift tersebut hanya terdapat mereka berdua.


Di saat lift sedang menuju ke atas, kedua manusia itu tidak ada yang membuka suara. Dan entah mengapa Naura merasakan jika lift ini bergerak sangat lambat, atau itu hanya perasaannya saja.


Wanita itu terus mengipasi dirinya dengan tangannya, sesekali dia melirik pria yang berdiri di sampingnya. Naura meneguk saliva susah saat matanya tertuju pada bibir milik Dave.


Dan karena tak kuasa untuk menahannya, Naura lalu menarik bahu Dave dan langsung mencium bibirnya. Terlihat Dave yang terkejut dengan matanya yang terbelalak.


'Benarkah ini Naura?' Otak Dave masih mencerna dengan apa yang terjadi padanya saat ini.


Dan tanpa memperdulikan keterkejutan Dave, Naura hendak membuka bajunya disana, namun dengan cepat Dave mendorong tubuhnya hingga terbentur dengan dinding lift.


Naura menangis. Menangis karena perlakuan Dave. Dan menangis karena tak tahan dengan hawa panas yang menjalar di tubuhnya.


Dave, pria itu merasa menyesal dan bersalah atas yang dia lakukan barusan. Lalu Dave mendekati Naura dan menangkup wajahnya.


"Maafkan aku. Aku tidak sengaja mendorongmu tadi..."


"Panas, Dave hikss.." Pria itu mengeryit bingung mendengar ucapan Naura.


"Naura, apa yang terjadi padamu?"


"Aku tidak tahu. Aku hanya minum jus sedikit, tiba-tiba tubuhku terasa panas seperti ini." Naura lalu mendongak menatap wajah Dave,


"Kumohon, tolong aku hikss.."


Shit! Dave mengumpat dalam hatinya.


"Ikut aku.." Pria itu segera menarik Naura untuk keluar dari lift yang sedari tadi sudah terbuka.


Dave membawa Naura ke sebuah kamar VIP. Setibanya disana, Dave nampak bingung harus melakukan apa. Apalagi Naura terus menangis memohon padanya.


'Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?' Dave menggaruk kepalanya bingung sekaligus menatap iba pada wanita yang tampak tersiksa ini.


Karena Dave yang tak kunjung bicara dan melakukan apa, Naura kembali menciumnya. Namun kali ini ciuman wanita itu sangat agresif, seolah meminta lebih daripada ini.


Awalnya Dave hendak menahannya, namun saat Naura menyentuh 'aset miliknya', membuat Dave kehilangan akal dan justru membalas ciuman itu tak kalah agresifnya.


Dan akhirnya, mereka melakukan 'itu' di kamar tersebut. Dan kali ini bukanlah mimpi atau khayalan Dave lagi. This real!!


Sementara di tempat lain, Kevin tampak sibuk mencari keberadaan Naura.


"Dimana dia?" kesal Kevin. Dan karena tak kunjung ketemu, Kevin pun memutuskan untuk menemui Marvell dan memintanya untuk mencari Naura.


...* * *...


Sepasang mata lentik itu mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan sinar cahaya lampu yang menyilaukan penglihatannya.


Wanita itu bergeming dengan pandangan yang menatap ke atas, seolah mengingat sesuatu.


Tiba-tiba sebuah tangan jatuh ke dadanya, dan membuatnya refleks menoleh ke samping. Mata wanita tersebut langsung membulat saat melihat seorang pria yang berada dalam satu ranjang dengannya.


"D-Dave.." lirih Naura,


Degg


Dia ingat semuanya! Dimana dirinya mencium Dave di lift dan berakhir disini. Naura lalu melihat tubuhnya dari balik selimut, seketika wanita itu membengkap mulutnya.


'Apa yang telah kulakukan?' Kemudian Naura menoleh ke samping dan menatap pria yang masih tertidur pulas.


Air mata Naura kembali keluar seperti tadi malam, namun pagi ini lebih deras. Tak habis-habisnya Naura merutuki kebodohannya ini. Bagaimana bisa dia lepas kendali hingga membuat sesuatu yang berharga dalam dirinya di renggut?


"Bodoh..bodoh.." Naura terus memukuli kepalanya, hingga akhirnya dia memilih untuk bangkit dan memakai kembali pakaiannya yang berserakan.


Setelah usai, Naura menatap Dave sejenak.


'Apa kau masih mau berada di dekatku? Atau kau memilih pergi karena merasa jijik dengan wanita murahan sepertiku?'


Air matanya kian deras, hingga Naura harus membengkap mulutnya agar isakannya tak keluar dan membuat Dave terbangun.


Karena tak ingin berlama-lama disana, Naura lalu menuju keluar dengan langkahnya yang tertatih karena merasakan rasa nyeri di area bawahnya.


Sekitar 30 menit dari kepergian Naura, Dave terbangun dengan wajahnya yang bingung. Pasalnya dia merasa asing dengan tempatnya saat ini.


Saat matanya sedang menjelajah ruangan tersebut, tatapannya terhenti pada sebuah tas kecil yang lebih mirip dengan dompet.


Dave mengambil tas kecil itu, kemudian membukanya. Seketika pria itu langsung terdiam saat tahu siapa pemiliknya. Dan bukan hanya itu, Dave ingat dengan apa yang terjadi semalam. Karena dirinya sedang tidak dalam keadaan mabuk hingga bisa membuatnya lupa.


"Dimana dia?" gumamnya, pria lalu bangun dan segera mengenakan pakaiannya.


Setelah mengenakan pakaiannya yang semalam, Dave kemudian mencari keberadaan Naura. Mulai dari kamar mandi disana, namun tak ada. Dia pun mencari wanita itu di luar, mungkin saja Naura berada di lantai bawah. Namun hasilnya nihil, tak ada juga keberadaan dari wanita tersebut.


"Kau dimana?" Dave mengeluarkan tas kecil tadi, dan menatap benda itu sendu.


Karena tak kunjung ketemu, Dave memutuskan untuk pulang saja dan kembali ke apartementnya.