Ceo Duda Ganteng

Ceo Duda Ganteng
Rutinitas



Ana bagun pagi hari langsung bergegas ke kamar mandi mencuci beberapa pakain kotor, dan memasak nasi, selagi bersiap siap nasi sudah matang,


Tak lupa membungkus dua nasi untuk sarapan dan makan siang, dan membawa botol untuk minum,


Arahan dan penbagian pintu keluar bagian sudah di tentukan Ana melakukan pekerjaan seperti biasanya.


Bebeda dengan Elang yang Besok akan pulang selesai melakukan projek dengan clientnya. Pesan masuk undangan dari mantan istrinya. karena menunda pernikahannya.


" bud, gua dateng gak ke nikahanya Gina " tanya Elang


" dateng lah Bos, sekalian kasing angpau " ucap Budi asisten pribadinya.


Elang mengangguk, pekerjaan elang seminggu ini tiada henti, membuatnya jarang istirahat.


Pukul tengah malam Elang ternangun, rasanya merindukan Gadis kemarin di Villa di ambilnya ponsel di meja, menekan panggilan Telpon.


" halo dengan siapa?? "


Elang yang mendengar menaikan alisnya apa Gadis ini tak menyimpan Nomernya, pikirnya


" apa kau lupa suaraku Nona??" tqnya Elang


" Ah maaf Abang, Abang Belum pernah mrngubungiku jadi saya tidak tahu nomer abang " Suara Gadis ini sedikit tertawa


Pantas tak mengenali Elang belum Mengontek Ana. " Jadi Kapan Kau libur Nona kecil " Tanya Elang


" Lusa Abang kenapa??" tanyanya lagi


" Baiklah, besok Kamu tak usah Bawa kendaraan, Bawa alat Makeup yang Kau orang punya, Aku akan mengajak kondangan, dan tak usah bawa baju, udah Gua siapin , jadi pulang kerja gua jemput "


" baiklah , Udah dulu ya abang, Aku mau kerja lagi, waktu istirhtku udah selesai " Ucap nya.


sambungan Telpon di matikan.


°°°°


Ana melalukan Rutinatas seperti biasa tak ada yang di risaukan toh dia juga merasa nyaman dengan Abang abang yang membeli Virginya.


" Ana elu gak bawa motor " tanya Bunga mengejar ana yang mau absen pulang.


" Maaf bunga hari ini aku di jemput akan di ajak temanku mengunjungi temanya yang sakit katanya " Ucap Ana bohong tak mungkin dia jujur dengan Bunga


" Baiklah tak apa lain kali aku nebeng heheh" Ucapnya


**Ting


aku parkir dekat Masjid**


ya tuhan jika aku berjodoh mana tahan aku dengan ciptaanmu ini


batin Ana meronta ronta. elang menyuruh Ana Masuk, di sudut ada lelaki yang kecewa karena tak berani mendekati Ana takut jika di tolak akan memusuhinya.


apa lagi sainganya berbeda jauh . pikirnya.


Elang mengajak Ana untuk makan dulu sekalian membeli cemilan, serta Membeli pil kontrasepsi untuk Ana, tak lupa gaun dan Baju santai sudah di Elang siapkan sampai dalemanpun Elang yang pilih meski Online, Sepatu hells dan Sepatu snekers putih.


" Mandilah, seragam kamu sekalian Cuci, Lusa kalau kerja kau ku antar agar bisa di pakai lagi " Ucapnya.


Ana masuk ke dalam Kamar Mandi yang sangat Luas, sunguh kekayaan yang membuat jiwa Miskin Autor meronta ronta.


Apartemeb dengan gaya Maskulin yang elegan, semua isi dalam Apartemen sunguh mewah.


dering ponsel berbunyi Ana mengambil ponselnya di tas bawah, berjonggok Elang yang melihat Bagian yang amat menggoda menjadi salah fokus. akhirnya menyalakan rokoknya. melihat pemandangan yang indah.


" *ya mbak asalamuikum "


" baik mbak, iya minggu depan libur dua hari, alhamdulilah uangya cukup meski harus gadai motor, yang penting gak jikah sama anak juragan somat mbk "


"ya walaikum salam* "


Elang yang mendengarnya menaikan alisnya " Ana sini " Panggil Elang ,


Ana duduk di sebelah Elang yang masih memakai handuk dan di kepalanya juga, di usap usapkan biar agak kering.


" Kau akan menikah" tanya elang.


" tak abang, Sebenarnya Juragan somat tak mau sisa hutangnya di cicil lagi, langsung bayar tunai, kalau tidak akhir lebaran ini kalau tidak bisa bayr ya saya harus mau nikah sama anaknya, Untung saya ketemu Mami Valen jadi gak jadi Ngutang ke temen sama gadai motor, Meski saya jual diri " Ucap Ana miris dengan kehidupanya.


Elang yang mendengarnya tahu " Tapi kau menikmatinya kan " tanya Elang Menggoda menarik pinnggang ana.


" Ya gimana enggak Nikmatin, orang abang Perfec, jadi siapa juga yang gak nikmatin " jawab Ana enteng


" Kalau seandainya saya sudah punya istri atau anak gimana, dan menyuruh kamu jadi simpanan " Tanya Elang.


Ana Tersenyum Masam, " ya gimana nantinya bang, Takutnya menjadi simpanan malah egois kepingin miliki yang bukan miliknya kan repot, " ucap Ana.


Elang mangguk mangguk, emang benar adanya, Kebanyakan simpanan jika sudah menaruh hati akan menjadi egois. Awalnya hanya kebutuhan Biologis dan Materi tapi lama kelamaan perhatian dan Kebersamaan akan membawa bumbu bumbu retalnya hubungan yang sah jika sudah tercium.


Banyak yang mengincar hartanya dari para lelaki hidung belang.


Ada beberapa Wanita yang sudah sampai jatuh hati, Mau dia Miskin atau kaya kalau hati sudah ingin memiliki maka Harta bukan hambatan melaikan Keinginan yang memang bukan milik kita mengharuskan menjadi miliknya.