
Apa ini Ana sungguh tak tahu harus bagaimana , Ana terjebak di dalam keluarga yang sangat harmonis dan membuatnya dalam masalah sendiri.
Bulan membawa Ana ke kamar bercat Biru muda, Takut jika di introgasi hubungan dengan Elang. Ana harusnya menolak ajakan elang hari ini.
" Jadi Kakak ipar Berapa Usiamu??" tanya Bulan yang duduk di depan Ana di tepi ranjang
" kakak ipar" Cicit Ana
" ya kakak ipar" ucapnya meyakinkan
" Bukankah kau anaknya Elang??" ucap Ana takut tak berani menatap wanita seumuranya denganya
Bulan tertawa renyah, " Kau bercanda kakak ipar" Ucapnya
Bulan menatap lekat wajah calon Kakak iparnya yang di klaim sendiri
Wajah manis kulit kuning langsat, bibir tipis cery yang merah, hidung mungil rambut hitam, tingginya sekitar 160
" Dek kau di dalam " Suara besar menggema dari luar
Bulan menarik Ana lagi menuruni tangga, Dilihatnya lelaki yang mirip wajahnya dengan Gadis yang menariknya.
semua orang menatap ke arah Ana , "fix gua bakal di sidang pikir ana "
Ana menghela nafas, mengatur detak jantungnya yang dari tadi maraton . Elang diam tak bicara sibuk dengan ponselnya, Ralat, Elang menganti Sim Card milik Ana ke Ponsel Baru berlogo Apel yang kegigit.
" Jadi siapa dia lang??" tanya Lelaki paruh baya yang menatap tajam ke arah Ana
" Ana " hawab Elang tanpa menoleh sedikitpun
" Kau kekasih dia ??" Lelaki ini menatap ana dengan sorpt Mata tajam.
Ana menggeleng memang Ana bukan kekasihnya, Dia hanya Wanita Bayaran yang sering di pakai Elang pikirnya
Lelaki yang menayakan tersenyum sedikit , Gafis Mungil ini masih menunduk apa yang ada di bawahnya.
" Huft " hela nafas Elang dari tadi Keluarganya menatap Ana dengan sorot mata Tajam membuat Ana merasa takut
Ke empat manusia yang Menatap tajam berubah Tertawa dengan tak berdosanya
apa apa pi mi jadi mereka Ayah dan ibunya, dan kedua orang yang seumuran yang dikira anaknya jadi siapa??
Ana masih binggung wajah binggungnya sangat menggemaskan untuk Kedua orang tua Elang.
hahahaha pecah semua orang kecuali Elang dan Ana. Elang akhirnya menggeser tubuh Bulan menarik jempol jari Ana di letakkan di Layar Ponsel .
" Nih ponselmu " Ucap Elang menyerahkan ponsel baru Ana
" Tapi ponsel Ana masih Bagus bang" Ucap Ana polos
" Abang??" seru Shinta hampir ingin tertawa.
" Mi abang abang Bakso " ledek Bintang ke Kakak sulungnya
" Kalian ingin kenal apa meledeku hah" Kesal Elang
" kau meledekku, uang jajan selama Kuliah ou kasih ke Bulan saja " Ancam Elang
Bintang mengerakkan Bibirnya mengunci tandanya.
" jadi Kau kerja dimana nak??" tanya Papi basa basi
" Parkiran di sudirman pak" jawabnya lembut
" oh, asal kamu dimana nak ceritakan " tanya Mami lembut menatap manik hitam milik Ana
" Desa P di kota L bu, tapi sudah meninggal, dan kakak perempuan saya tinggal di Lampung ikut suaminya " ucapnya .
Ana menghela nafas lega ternyata keluarga Elang sangat baik, dan tak tanya apa apa tentangnya , tunggu apa elang sudah memberi tahunya apa memang Keluarga Elang sudah mencari tahunya.
Anan sering melihat drama orang kaya akan banyak Anak buah yang memantaunya.
setelah Makan malam , Ana disuruh Tidur di kamar Elang, dan Elang tidur di Kamar Bintang.