Ceo Duda Ganteng

Ceo Duda Ganteng
Gadis berhijab itu siapa??



Setelah Lima hari bulan madu, Ana dan elang sekarang lagi istrirahat di kamar besarnya terlelap kecapean.


Sudah Pukul 9 pagi masih belum ada tanda tanda Nyonya dan Tuan mudanya Turun dari kamar.


" Bu Apa nyonya Muda Bolehin Kalau saya kerja disini??" tanya Fatimah menatap ibu Angkatnya yang sedang duduk di dapur , Para Pelayan sibuk mengerjakan tugasnya.


" Semoga saja " Ucapnya.


Ana Turun Dari Kamarnya masih mengenakan Kaos oblong dan Celana Pendeknya, Rambutnya sudah di rapikan dengan Tanganya.


" Nyonya Mau Minum Apa ??" tqnya Bi sumi


" Gak usah bi saya Ambil sendiri, Bibi Masakin Terong Balado sama sambal Ikan asin cumi ya bi " Ucap Ana mengambil Air di dalam Kulkas.


" iya nyah " Ucap Bi sumi melangkah ke Dapur .


" Bi Semalam katanya ada Anak bibi yang Mau Bicarain suruh kesini " Perintah Ana.


Ana melihat Gadis berhijab Biru dengan wajah tertuduk. " Siapa nama kamu ??" tanya Ana


" Fatimah Nyonya " Ucapnya Pelan.


" Kamu kerja di toko ku aja, terus sekalian Pronosiin pake Sosmed, pagi bisa bantu bersih bersih , Soalnya toko buka pukul 9, pulang pukul 5 kalau ramai bisa sampai Magrib, dan kalau kamu mau labjutin kuliah bisa Ambil kuliah malam," Ucap Ana.


" Emang Boleh nyah??" tanya Fatimah menatap Nyonya di rumahnya.


" Boleh aja, Ada Motor Matic di garasi Pekerja, kamu bisa pakai. Kalau masalah Uang Kuliah nanti aku bicarain sma Tuan, Tapi ingat kamu tidak Boleh bawa teman kamu kesini" Ucap Ana memperingati.


" Baik nyah terimakasih " Ucap Fatimah berbinar. Ana mengangguk


°°°°


Setelah Makan Elang menuju ruang kerjanya melakukan Meting dengan Video Call, Ana Masih setia menonton Drama .


" Nyah ada tamu " Pelayan memberi tahukan


" suruh kesini aja Bi, sekalian Buatin minum " Ucap Ana


" Dimana Elang na??" Tanya James langsung duduk di sofa Panjang


" Telfon gih suruh kesini Aku malas buat ke atas " Ucap Ana.


James menelfon Elang. Beberapa Saat Elang datang.


" Ngapain elu siang siang kesini " Tanya Elang menatap James.


" Elu mah sensi Ama gua Lang " dengus James.


Elang meminum Jus milik Ana yang fokus nonton drama kesukaaanya.


" Taro sini Tuan ??" tanya Fatimah sopan.


" Iya , Si budi udah Daftrin Kuliah kamu, Dan Besok Bantuin nyonya di toko aja, ingat Jangan bawa Teman ataupun Pacar ke rumah ini " Perintah Elang Tegas siapapun yang melihat ketegasan Wajahnya tidah bisa menolak , Meski sangat Ganteng.


" Terima kasih Tuan Nyonya, saya mengingat perintah Kalian, saya Undur Diri " Ucap Fatimah pergi ke belakang.


James yang dari tadi melihat menjadi penasaran pelayan Berhijab itu siapa ??


" Kok ada pelayan Masih Muda Lang dirumah ini??" Tanya James karena Tahu Keluarga Vernandes Anti Pelayan Muda


" Anak Bi sumi, Tadinya Gua nolak, Noh dia yang katany gak papa jika memang dia baik tak akan Kamu Tergoda maupun dia Menggoda " ucap Elang melirik istrinya.


" Jadi dia kerja di Toko bini lu " tanya James.


" Ya dimana lagi, Kalau di rumah Gua sering di rumah sama Istri Gua Gak mungkin lah " Ucap Elang


" Cantik lang, Berhijab lagi " ucap James.


" Nikahin Elu aja ??" Celetuk Ana


" Hahaha Ngaco kamu, gua aja kesini Mau Curhat minggu depan mau di jodohin " Ucap James meminum Jusnya.


" Oh ya ??" tanya Ana mendengarnya menjadi Tertarik


" Sama siapa lu ??" tanya Elang


" Tahu temen cucu kakek Gua" Ucap James


" Kagak tolak lu, Terus bikin Perjanjian Gitu Nikah kontrak atau gimana ??" cerocos Ana


" Elu fikir Novel !!" Kesal James


" Temuin aja, Terus coba Kencan terus ya jalani, Kalau cocok ya seius kalau enggak ya gimana lagi " Nasehat Elang.


Ana yang mendengar Kata kata Bijak dari suaminya menjafi gemas Cup ana mencium pipi Kanan suaminya.


James melihat adegan itu hanya memutar bola matanya malas, Tapi Memikirkan Ucapan Elang. James larut dalam pikiranya,


" Buk " Elang melempar Bantal ke Badan James karena Melamun.


" Kenapa lu ??" tanya Elang.


Ana sudah masuk ke kamarnya james tak menyadari istri temanya yang sudah tak ada batang hidungnya.


Elang mengajak James ke ruang kerjanya ingin memakai bekerja sama Perusahaan James untuk keperluan Perusahaanya.


James Yang Bergulat di bisang Tekhnologi pasti Punya Alat Canggih untuk menghindari kejahatan pikir Elang.