Ceo Duda Ganteng

Ceo Duda Ganteng
sakit



Elang beberapa kali mencoba menghubungi Ana tapi tak ada jawaban. apa Ana marah karena pesanya tak di balas apa dia sedang sibuk pikirnya.


Di lihatnya Jam bermerk di pergelangan tanganya , Sudah pukul set 3 Biasanya Ana sudah sampai di kosan.


Elang yang merasa terganggu akan Ana akhirnya mengambil Kunci mobilnya menuju Kosan Ana.


Sampai disana Kosan tak di kunci, Ponselnya di Cas, dan tak ada Ana di Kamarnya, kemana Ana pergi?? pikirnya


Dari pada Harus mencari Ana yang tak tahu kemana Elang masuk ke dalam Kamar ana, Menyalakan TV menyelonjorkan kakinya, Beberapa saat Ana datang dengan Kedua Temanya membawa Kantung Kresek


" Kau dari mana ??" tanya Elang


Ana kaget melihat sosok elang di kosanya" Dari pasar beli Jilbab " tuturnya


" Ana kita Balik ya, " Ucap kedua Teman ana, dan di angguki Ana.


" Bawa Beberapa Baju aja, Kau libur berapa Hari ??" tanya Elang


" 5 bang, " jawab Ana, tak bertanya membawa Ana kemana


" ya sudah , dan Mukena untuk Sholat Ied , Gua tunggu di Mobil" perintah Elang


°°°


Di dalam Mobil ana Hanya Tiduran saja , Rasa ngantuk dan kepalanya Terasa Berat sekali sampai di Apartemen pun Ana langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


Elang mengecek Suhu tubuh Ana sangat panas , Di telfonya doktr pribadi Elang untuk datang ke apartemen .


" Gimana keadaanya Dok??" tanya Elang kwatir akan tubuh Ana.


" Hanya Demam biasa, kalau sampai Tiga hari tak turun, bisa jadi Tipes Lang " Ucap Dokter Rangga


" Ini kasih Minum , Puasa gak dia ??" tanya Rangga


" Puasa " jawab elang


" Ya sudah beli makan Gih, Bentar lagi Buka, Minum obatnya ini dosis Tinggi biasanya abis minum langsung tidur pqginya seger lagi, kalau masih sakit jangan puasa dulu besok " Rangga memberikan Obat ke Elang, Kenapa Rangga membawa Obat, Saat Elang Telpon menceritakan keadaan Ana, Dari pada harus nebus Ke apotik Rangga membawanya.


Ana membuka Matanya saat elang menyuruh makan untuk membatalkan puasanya karena sudah Waktunya, Meski Enggan untuk Makan ana tetap melakukanya, Setelah Cukup Ana meminum Obat yang diberikan Elang


" Gak salah bang, obatnya Gede Banget " Kata Ana melihat Dua Tablet obat .


Elang terkekeh, mengusap kepala Ana, " Cepatlah sembuh, kau nanti akan makan yang lebih Besar dari Obat ini " Goda Ana


Apa yang Terjadi dengan Elang, biasanya dia tak perlu repot repot mengurus Ana yang sakit pikirnya.


Elang membuka Laptopnya melihat Grafik angka semakin naik, meski Lebaran tapi Tetap karyawannya ada yang kerja karena perusahaan Elang di bidang Taur dan Travel domestik maupun Luar negeri.


Elang membersihkan diri pukul 9 Malam , Melihat Ana yang terlelap di dalan selimut tebalnya, Elang masuk kedalan Selimut memeluk Ana.


Karena suhu tubuh Elang yang Hangat Ana memeluk elang membenamkan di dada Bidang milik Elang.


" Apakah Nyaman Hm " Tanya Elang membelai Rambut Ana.


Ana tak merespon , Rasa hangat dan nyaman membuatnya nyenyak dalam tidurnya, Elang memeluk tubuh mungil Ana,


Pukul tiga dini Hari ana bangun, di lihatnya Elang memeluk dirinya. tanpa di sadari Elang sudah terbangun , " Apa nyaman Hm, sampai nyenyak tidurnya" Tanya Elang matanya masih terpejam


Anan mengangguk, Naiff jika dia bilang Tidak, Nyatanya bersama Elang Ana sangat nyaman, Tiap tindakan Elang bisa membuat jantungnya Berdebar.


" Mau puasa??" tanya Elang


Ana mengangguk " Gantilah bajumu, ayo cari buat sahur di bawah"


°°


pukul 8 pagi Ana Bangun Dari tidurnya, Elang masih bergulat dengan Laptopnya, " Apa sesibuk itu pekerjaan Abang" tanya Ana melihat Wajah Ganteng Elang


" ya kau mau bantu??" tanya Elang


" aku tak bisa tak tahu pekerjaan abang" jawabnya Polos.


Elang menggelengkan kepalanya kalau bukan puasa Elang sudah menerkam Ana pagi ini.


" kau bisa Masak??" tanya Elang melihat arah Ana


" ya sedikit tapi tak bisa masakan negara luar" jawabnya


" ayo kita beli bahan buat bikin Opor , sekalian Baju kau orang " ajak Elang.


Disupermarket Ana membeli Bahan bahan untuk msak opor, tempe orek, dan Ketupat, segala bahan dia beli tahut kelupaan.


Elang juga membelikan Baju berserta lainya yang sesuai style Ana setelah Berbelanja Elang masuk ke ruang kerjanya lagi.


Sedangkan Ana bergulat di dapur, Biasanya Ana menjelang Lebaran tak perlu repot repot toh dia anak rantau yang tiap lebaran tak pulang pikirnya.