
" Imahhh !!!!!" Teriak Ana kencang.
Ana melihat seisi kamar yang sedang di dekor untuk Calon ketiga Bayi Ana.
Semua pelayan berlari menuju Suara Nyonyanya. Takut jika Imah dan Nisa Membuat kesalahan .
para pelayan Melonggo melihat Kamar calon tuan dan nona muda nya yang belum lahir ini.
Kamar yang dihias layaknya akan mendapat surpraize ulang tahun umur 3 tahunan .tapi masalahnya ini belum tahu bagus tidaknya hiasan di kamar calon Baby batin para pelayan wanita.
Bukan Dekor kamar yang tenang untuk Bayi yang baru lahir melainkan Seperti acara ulang tahun
" Bagus gak nyah ??" Tanya Imah menaikturunkan alisnya meski tertutup dengan hijabnya di wajahnya.
" Na baguskan !!" tambah Nisa lagi sebelum ana menjawab pertanyaaan imah dan nisa
" Gak !!" Jawab Cepat Ana. Apa yang mereka pikirkan kenapa malah membeli perlengkapan ulang tahun, Dengan Balon balon dan hiasan hiasan yang menggemaskan memang tapi bukan saatnya.
Ana tak Habis pikir kenapa Dua Gadis didepanya Bisa membuatkan seperti ini apa tak bisa Bwosing atau melihat lihat di internet .
" Tadi katanya mau kalau kita yang dekor.kita udah capek capek cuma bilang gak " Seru Nisa cemberut . tapi dalam hati tertawa
" Nyah kita bikin tu penuh kasih sayang lo" Ucap Fatimah menambahkan
" Kenapa disini rame rame !!" Bariton Tegas Membuyarkan semua Pelayan wanita yang ada di depan pintu kamar calon Bayi
" Itu tuan " ucap Pelayan menujuk ke kamar Calon Baby
" Ada Apa ini !!" tanya Elang melihat tiga gadis sedang berdiri .
Pelayan langsung bubar setelah Tuanya Pulang. Elang masuk kedalam Kamar,
Dilihatnya Ana sedang Kesal dan Dua Gadis sedang manyun Cemberut.
" Nyonya nyuruh katanya Baby di perut ingin di dekor kamarnya, Tapi setelah melihat ini Nyonya gak mau tuan" Ucap Imah takut.
" Huh dasar Ibu hamil kita udah capek malah gak suka, Udah Imah biarib ibu hamil ini minta Dekorin suaminya aja" Ucap Nisa Cemberut
" Ya kamu mau jadi Aunty tapi gak bisa , gimana Mau punya anak ntar!!" Ucap Ana sewot
" Ya gak minta neko neko lah!!" jawab Nisa Cepat.
" Oke buktiin ntar awas jika ntar lebih parah " Ancam Ana
Elang yang tadi masuk pun melihat semua ruangan di hias layaknya acara ulang tahunpun tak bisa dibayangkan gimana ntar anaknya kalau sudah tahu.
Tapi untungnya Ana tak menyukainya menjadi lega.
" Imah Kamu ke belakang gih. Istirahat bentar lagi Kuliah, Biarin Nisa nemenin Ana " Ucap Elang.
" Baik Tuan " Ucap Imah menundukan kepalanya.
" Udah kalian turun, Ntar Daddy yang dekor kamarnya, makan gih sana" perintah Elang
Ana akhirnya menarik Nisa turun ke Bawah. " Ana Elu bawa Anak tiga Berat gak??" tanya Nisa duduk disofa
" Ya beratlah tapi bersyukur gak semua Wanita bisa mengandung dan melahirkan nisa " Jawab Ana lembut mengusap perutnya yang besar dan bulat.
" Maafin aku ya, Toko aku serahin ke kamu, tapi Imah bisa bantu kamu kan" Tanya Ana menatap Nisa .
" Iya gak papa , Kaya siapa Aja, Makasi juga berkat kamu juga , Aku bisa Ambil Perumahan jadi gak ngontrak lagi " Ucap Nisa ikut mengusap Perut Ana
" Kamu pulang ntar bareng Imah aja ya ??" Pinta Ana
Nisa mengangguk. Akhirnya setelah Makan Nisa diantar Imah pulang, sekalian ada Mapel kuliag Malam.