
Langit pagi hari ini sangat mendung sepertinya akan turun Hujan. Ana yang dari semalam Merasakan Sakit di perutnya, Kadang mulas kadang Ingin Buang Hajat yang Ana rasakan.
Rasa Nyeri dan sakitnya sering datang tapi tak di Hiraukan. Setelah Subuh Ana setiap pagi mengajak bi Yuyu berjalan jalan sebentar .
Tapi Perutnya sangat sakit akhirnya menyudahi jalan jalan. " Sakit bi siapin mobil dan bangunin Tuan bawa perlengkapan Bayi sekalian " Ucap Ana menahan perutnya yang semakin sakit.
Elang buru buru pakai Celana dan Kaosnya. Langsung menuju Sofa melihat Istrinya menahan sakit.
"" Sakit Lang" Rintih Ana
Bi yuyu ikut dalam Mobil membawa perlengkapan Bayi.
°°°°
Selama Persalinan berlangsung Elang menemani Istri kecilnya , Setelah melahirkan Ana merasakan Sakitnya Dijahit bagian yang rusak.
Ana yang tidak Kuat akhirnya Pingsan melahirkan Tiga Anak sekaligus.
Orang Tua Elang datang ke rumah sakit membuat semua penghuni Rumah sakit heboh, Siapa yang sakit sehingga Tuan Jordan dan istrinya datang ke sini ??
Banyak para Suster dan dokter bertanya tanya. Tapi takut untuk menanyakan Langsung .
" Dimana Ruang Ana marlina sus ??" Suara lembut shinta bertanya.
" Ruang Mawar VIP 1 bu" Ucap Bagian Informasi.
Shinta dan Jordan Masuk, dilihatnya Menantu masih tidur di Brangkas tempat tidur, Elang duduk di sofa bersama Bi yuyu
" Gimana kondisi Ibu dan bayinya Kak??" tanya Shinta
" Alhamdulilah sehat mi, Ana kekurangan Darah, dan tadi Pingsan saat di jahit" Ucap Elang.
Shinta Mangguk mangguk. Jordan sangat bangga Anaknya menemani istrinya yang sedang melahirkan, Banyak Suami yang takut saat melihat dan menemani proses persalinan, Maka saat berencana selingkuh dan menyakiti Istrinya itu salah satunya, Tak bisa melihat perjuangan istri saat melahirkan keturunan untuk keluarga Suaminya.
Ana pulang memakai Kursi roda didorongnya Elang , Sedangkan Ketiga Bayi kembarnya Di dorong pakai stroler oleh Oma opa .
Jordan sangat bahagia tak bisa di tutupi rasa bahagianya sekarang, saat mendorong ketiga cucunya pun Jordan terus saja tersenyum
°°°°°
" Jadi namanya siapa kakak Ipar???" tanya Bulan melihat ketiga bayi munggil di hadapanya.
Anak Ana dan Elang Laki laki perempuan dan laki laki.
Ana menyerahkan Nama kepada Suaminya.
" Rifki Al Vernandes
" Rizki Al Vernandes
" Rizka Az Vernandes
" Kak bagaimana Biar kita bedainya??" tanya Bintang binggung
" Ni kalau Rifki rambutnya hitam kaya emaknya , Kalau rifki rambutnya Agak coklat kaya Daddynya " Ucap Elang bangga
" Dih manggil ibunya aja pakai emak, Lah sendirinya daddy cih " Cibir Bintang
" Terserah Aku dong !!" Sewot Elang
" Ya dasar Bapak bapak Tua !!!" Cibir Bintang
" Mom " Panggil Elang ke Ana yang sedang duduk di sofa.
Semenjak Bayi lahir, Elang memanggil Ana dengan Mom dan Ana akan manggil Elang Dad untuk membiasakan Agar Anak anaknya nanti mulai Mengerti biasanya anak akan mengikuti kebiasan Dan Cara orang tua. Karena Anak Guru pertama Adalah Orang tua jadi Baik dan buruknya Ucapan Anak ketika balita bisa di pastikan Kebiasaan Orangtuanga Berbicara.
" kapan syukuranya Kak??" tanya Bunga
" papi udah siapin buat aqiqah 5 kambing Kak" Ucap Papi
" iya makasi pi " Ucap Ana menatap Mertuanya
" Bantu pakai formula kan na??" sekarang Mertua Perempuan yang nanya
" Iya mi, Nyusuin 3 anak sekaligus pasti susah kalo gak di sambung" Ucap Ana
" Mami udah siapin Pelayan yang bantu kamu jagain anak setelah masa Nifas, Selama kamu masih belum masa nifas , mami yang jagain kamu. dibantu perawat rumah sakit yang membantu tiap pagi sampai sore , Malamnya biar pelayan sini yang bantu jaga " Jelas Shinta
Ana mengangguk sangat bahagia, Gimana Tidak bahagia coba Mertua yang sayang pengertian dan Paling mengerti akan kondisinya.