Ceo Duda Ganteng

Ceo Duda Ganteng
Ana Hilang



Disebuah Desa yang sangat jauh dari Kota Ana menepikan Mobilnya masuk ke Rumah yang dulu ia beli diam diam setelah menikah dengan Elang.


Ada Bibi Gun dan Paman Nur, pasangan suami istri yang dia tolong saat memulung di kota, Uangnya di rampas preman.


" Nak Ana akhirnya datang " Seru Paman Nur usianya yang sudah 60 tahun.


Istrinya yang mendengar menuju kedepan, Menghampiri suara suaminya, " Nak ana ayo masuk " Ucap Bibi Gun


" Anak saya di didalam Bibi paman, bantu ana gendong Paman " Ucap Ana.


Paman dan Bibi membantu Ana, Tapi saat melihat dibuat Terkejut bagaimana Tidak Anak Ana kembar Tiga.


" Ayo bibi paman, Kasihan dia sudah Lama duduk di Mobil " Ucap Ana


Malam Harinya Ana masih mdnagis setelah menidurkan Ketiga Anaknya, Ana sungguh merasa Hancur. Elang tanpa menolaj dan dengan sangat menikmati wanita itu duduk di pahanya.


" Hiks hiks hiks


Ana tak bisa mengucapkan kata kata, Pemandangan yang membuatnya Hancur. apa begini nasip orang miskin jika menikab dengan orang kaya ???


Apa sesakit ini rasa Cinta yang telah dikhianati ???


" Ya Tuhan Tolong tolong hentinkan air mata ini " Ucap Ana.


Tapi Nyatanya Bayangan kejadian Tadi siang sangat Jelas dan tak bisa di hilangkan. Sampai Ana mengantuk dan terlelap dalam tangisanya.


Bibi dan Paman mendengar Tangisan Ana , Merasa Kasihan dan Iba, paman dan Bibi yang tak punya Anak menganggap Ana sebagai Anaknya, Paman dan Bibi juga berjanji tak akan bertanya Masalah Ana.


"Biarkan Ana merasa Tenang dulu disini" Ucap Paman


bibi memgangguk Paman mengajak bibi akhirnya kekamarnya untuk istirahat.


Buk Buk Buk


" Anak Kurang ajar " Umpat Jordan marah setelah memukul Elang dengan Tanganya sendiri


Mami sesunggukkan menagis dalam pelukan Bulan, Bintang tal Bisa apa apa karena Memang ini kesalahan kakaknya.


" Bagaimana pencarian Menantuku budi ??" tanya Jordan


"Semua teman temanha tidak ada yang tahu Tuan. dan Mobilnyq juga tak ada GPSnya jadi sulit di lacak " Ucap Budi


Ketiga Suster dan Para pelayan Merasa Takut akan Tuan Besarnya Ternyata Tuan Muda yang kelihatan Kejam pun Lebih kejam Ayahnya.


" Papi pokoknya Harus ketemu Mantu dan Cucu Mami " Ucap Mami


" Dan Kau cari sampai ketemu," Tunjuk mami ke wajah Elang


Hiks hiks " Bintang cepat cari kakak Ipar" Ucap Mami


" Baik mi " Ucap Bintang


Jordan sangat marah Karena Elang " Cari Wanita itu dan Bawa kesini , Ingat Jak, jangan sampai dia merasa takut " Ucap Jordan memerintah.


Jak mengangguk langsung bergerak . " Dan kau anak sialan Cari Istri dan Anakmu Sampau Ketemu" Marah Jordan Ke Elang.


Elang tertunduk. Sangat kacau dan Pusing, Rasanya kepalanya mau pecah. Bagimana Mungkin Elang bakal mendapat Masalah Yang begitu berat, Sedangkan kemarin kemarib Rumah tangga nya baik baik saja.


Dua Hari Kemudian


" Selamat Siang Tante Om " Salam Wanita Cantik menyapa Jordan Dan shinta.


" Silahkan Duduk " Ucap Jordan.


Mami menyembunyikan Wajah marah dan kesalnya


" Kenapa tante dan Om menturuh saya datang kesini ??" tanyanya nadanya dibuat lembut.


Tan Wendy Pranata Gadis 29 tahun mantan Pacar Elang dulunya


Jordan pandai menyembunyikan Wajah dan mimiknya menjadikan Wendy tak curiga " Nak kau sungguh Cantik , Apa pekerjaanmu ??" tanya Jordan


Wendy yang mendengar pertanyaan Om jordan menyerit kenapa Papinya elang bertanya Pekerjaannya seperti Bertanya Untuk Calon mantu saja pikir Wendy.


" Model Om, " Jawab Wendy malu malu


" Oh, Berapa Bersaudara ??" tanya Jordan Lagi


" Saya Anak Tunggal Om, Orqng Tua saya Sudah meninggal 3 tahun yang lalu " Ucap Wendy di buat sedih.


" Kasihan, Apa kau tinggal sediri nak ??" tanya Jordan Lagi


" Iya Om, Saya baru Satu Bulan kesini, Apa Elang ada di rumah Om ??" tanya Wendy penasaran Karena Hampir malam elang tak kelihatan.


Mami yang mendengar Mulut wendy mengucap kata Elang menjadi Merah padam Ingin marah gara gara Wanita ini Mantu dan Cucunya Kabur ntah kemana.


Jordan mengnggam Telapak tangan Istrinya yang seakan ingin nenampar Wanita di depannya.


" Tidurlah disini sudah malam, Elang lagi saya suruh mengangantikan kunjungan di London " Ucap Jordan.


Wendy mangguk mangguk percaya, Wendy mengikuti tawaran Orang Tua Elang. semua Pelayan dan suster harus menjamu Wendy dengan baik.