
Usia Ketiga bayi kembar sekarang menginjak 7 bulan sudah bisa mengkurap dan membalikan badanya. Makan pun sudah dimulai usia 6 bulan ,
Elang dan Ana sangat memperhatikan tumbuh kembang ketiga bayinya, Meski di bantu Tiga suster Elang dan Ana sering Turun tangan sendiri. James
" Baby saatnya kita Pacaran , Jadi siap siaplah hari ini " Ucap Elang setelah dari kamar ketiga kamar Dedek kembar.
" Masih pukul 9 yank " kata Ana yang sekarang duduk di meja rias mau mengeringkan rambutnya.
Elang sekarang gantian ke Kamar mandi , Ana tak mau berdebat jika ana menolak pun takutnya Apa yang dulu elang bicarakan Menjadi ksnyataan.
Semenjak Ketiga Bayi kembr, Elang tidak menyentuh Ana, Elang melakukanya sendiri di kamar mandi.
Ketiga Bayi kembar di titupkan ke suster, Pelayanpun tak Lupa untuk membantu . Elang Membawa Ana di Sebuah Villa yang tak Jauh Dari rumahnya hanya memakan waktu satu setengah jam memakai mobil itu juga tergantung kecepatannya.
Ana mengekori Elang dari belakang, Suasana Yang sangat klasik seperti ada di jaman dulu. Memakai bahan kayu semua,
" Baby aku sudah gak bisa nahan lagi " Peluk Elang dari belakang saat ana masih mengagumi Villa .
Tanggan Elanv sudah masuk dalam Kaos Ana,
" baby " ucap Elang menghirup Bau Ana yang sangat lembut.
" hm, Ayo kita Berenang " Ucap Ana berjalan ke arah Kolam renang.
Elang masih memeluk Ana dari belakang tidak mau melepaskan.
"Lepaskan Dulu hanya berenang sebentar saja sayang "
Elang melepaskan pelukannya, Ana membuka Seluruh bajunya menyisakan CD dan BH nya.
Byur
Ana masuk ke dalam kolam, Elang menelan Ludah Meski Badan Ana masih sedikit gemuk belum seperti semula saat gadis, tapi sekarang semua menjadi padat , Baik dadanya, Pantatnya maupun yang dalam CD nya.
Elang melepaskan Celana dan Kaosnya. Hanya menyisakan Celana dalamnya. ikut berenang mengikuti Ana.
Hap
Ana dalam kukukan Elang, di rapatkan Ana dalam Didinding Kolam, Elang ******* bibir tipis Ana, Mulai dengan menjelajahi seluruh rongga ana. Tanganya Bergerlyia kesanak kemari.
" Ah " Desah Ana.
" Baby rasanya bermain di sini jadi nantang " Ucap Elang dibawah sana sudah tidak tahan.
" ah , rasanya penuh Sayang !!" Ucap Ana
Elang memaju mundurkan , Karena Air kolam yang tak begitu dalam membuatnya leluasa. Tapi kurang nyaman.
Elang mencabut Juniornya, Naik ke atas kolam. Diikuti ana, Elang memakai celana dalamnya lagi, Sedangkan Ana Di gendong ala putri masuk ke Kamar.
" Elang mengelap Badan ana dan tubuhnya, Rambut basah ana membuat Elang ingiin melanjutkan Lagi.
" Sayang hari ini aku ingin dibuat lemas !!" Suara Ana serak menahan Hasrat karena Tadi sudah di ubun ubun tapi Elang mencabutnya.
" Sesuai permintaanmu Baby " Elang tersenyum Istrinya juga menginginkan dirinya.
"Elang menciumi seluruh tubuh ana, dari mana ajah telinga leher, dada sampai ke perut, Elang mulai dengan Aksinya.
Menjilat memainkan lidahnya di Gua milik ana, Rasa Asin seakan mengalir, Dengan cepat Elang menelanya, Tangan elang tak tinggal diam memaikan Gundukan yang sangat montok.
Ana menekan Kepala Elang agar lebih dalam lagi permainanya, Elang di buat Gila, Desahan Ana memanggil namanya menjadi Obat perangsang yang sangat mujarab.
Dibawah sana sudah tegak dan kokoh, Elang menyudahi Akhisnya lalu dengan tidak sabaran elang mamasukan ,
Jleb.
Ah. Rasanya sepit Sekali Pikir Elang, Elang merasa Di jepit didalam sana, Ana mulai menyuruh elang mengcerakkan.
Elang menggerakan pinggulnya, Ana mulai mendesah , " Ah sayang Mau ah ah " Racau Ana
Elang masih posisi yang membuat Ana puas, Saat Ana mulai puncaknya elang masih menggerakkan. Di baliknya badan Ana.
Sekarang posisi ana di atas.
" Ah " desah Elang pertama Kali.
" Baby, rasanya Terjepit em ah " Racau Elang Ana menggoyangkan Pinggulnya
Semakin Lama Goyangan ana semakin Kencang, Elang menekan bokong ana , Rasanya Nikmat dan tak bisa di ungkapakan.
Ntah keberapa Pelepasan ana saat ini, Elang menganti posisinya, Sekarang Ana di gendongnya Elanf berdiri, Di naik turunkan Pinggul ana,
Meski ana sudah Lemas, Tapi rasa Nikmat di bawah sana sampai ke Ubun ubu membuatnya mendesah lagi. Elanng hari ini tak akan membiarkan ana Istirhat .