
Maaf ya Readers Autor baru pemula mencoret coret jadi alur dan Plot masih acak acakan.
Berharap Ceritanya Nyambung ya readers. Autor Ingin ngungkappin Apa yang ada di otak Autor aja kok.
Please ya Dukung Autor terus, Gak hanya DUKUNGAN KALIAN, autor juga sangat berterima kasih Semua Pada menbaca dan kritik dan Saran Kalian akan Autor terima kok.
Dari kalian Autor tahu bahwa tanpa kalian pun Autor gak kungkin sampai ke Episode ini lo.
Elang melihat Kegiatan Ketiga susternya menemani Anaknya yang sedang tidur di kamar melalui Ponsel yang terhubung dengan CCTV.. Sedangkan Emak kadungnya srkarang masih Terlelap dalam selimut tanpa sehelai benangpun karena serangan Elang yang buas.
Elang melihat suster berbaju Biru mengambil Ponsel lalu memainkan Ponselnya sesekali melirik bayi yang terlelap. ,
Sedangkan suster bernaju Hijau memejamkan matanya sepertinya istrirahat menjadi pilihanya, ketika anak Asuh majikanya terlelap.
satunya berbaju putih menata Botol di rak di botol , Tapi tanganya mulai ke meja ,disana ada Jam tangan silver sepertinya milik ana, yang suka ceroboh menaruh nya.
Suster itu mengambil tanpa sepengetahuan temanya lalu memasukan kekantongnya buru buru.
Sudah didalam Kantong sakunya Suster melanjutkan kegiatanya, lalu duduk ikut gabung dengan kawannya.
Elang tak melanjutkan lagi menontonya. Elang bukan seperti Ana yang banyak bicara jika dengan suster maupun pelayanya menyangkut kegiatan Rumah ataupun Anaknya,
Elang yang sudah dewasa sejak kecil menjadikan Ucapan terlalu bertelete tele, Tindakan langsung yang elang lakukan.
Ceklek pintu kamar anak terbuka, Suster yang memainkan Ponsel merajuk keget lalu menepuk temannya untuk bangun.
" Maaf tuan " Ucap Kedua Suster itu
" Hm, kalian istirhat lah, Biarkan mereka belajar Tidur sendiri dari sekarang " Ucap Elang dingin.
' Baik tuan " jawab mereka serempak,ketiga suster langsung turun ke bawah menuju kamar mereka.
Elang mencium ketiga Anaknya di dalam Bok bayi, Usia 7 bulan tapi sudah di ajarkan tidur sendiri. Dimana otak elang pikir, Jika tengah malam nangis gimana, kalau pup atau mencari ibu nya ???? autor aja binggung
" Sayang " Pukul 4 pagi Ana Terbangun Elang masih terlelap di dalam selimutnya.
" Sayang " Ana membaggunkan Elang.
" Ke kamar anak anak ya aku biar mereka tiduran di kamar kita " Pinta Ana
" Ya , bawa lah satu satu , " jawab Elang.
Ana ke kamar dedek bayi, Sebelum bangun Ana memindahkan satu satu Anak anaknya, Untung dalam Kamar Ana Pampers dan perlengkapan Bayi memang di sediakan.
Setelah solat Subuh Elang mau memejamkan Matanya tapi ketiga bayi kembarnya sudah bangun menjadikan Badan elang untuk mainan untuk di tindih.
Akhirnya Elang mencoba bermain dengan ketiga anaknya.
" mom " Celoteh Rizki melihat Ana dari Kamar mandi
" Wah kau sudah bisa mengucapkan Momy sayang " elang merasa bahagia mendengarnya
" Mom " celoteh Rizky
" Mmam " Celoteh celoteh Rifki mengikuti Rizki
" Mama" suara Cantik Rizka yang berbeda.
Ana yang meligat dan mendengarnya menjadi Bahagia
" Coba anak mommy bilang lagi '" perintah Ana
' Mom, mam, Mam" ketiga bayi kembar mrngikuti perintah Ana
" Dady " ucap Ana mengajari anaknya bicara
" dy " celoteh Rizka
Elang yang mendengarnya sangat bahagia, ada desiran yqng tak bisa diungkapkan dengan kata kata.
Sebuah kebahagian Hal pertama yang anak ucapkan .
Elang berjanji pada dirinya sendiri akan memantau perkembangan Anaknya meski pekerjaan membuatnya sangat sibuk