
Lelaki dengan Mata sipit Tinggi tegap rambut hitamnya ditata dengan rapi, menatap Gadis yang telah menemaninya betemu sabahatnya .
Gadis ini sedikit Sipit layaknya keturunan Chines, saat menemaninya Gadis ini layaknya Kekasihnya tapi itu peran yang harus di lakukanya karena memang dia di bayar untuk itu.
Gadis dengan Jumsuit Hijau tosca dengan santainya mematik rokok dan menghiasapnya. Jamea yang baru pulang dari Jerman satu minggu yang lalu.
" Siapa tadi namamu?" tanya james mendekati
" Kika " Jawabnya menghadap ke James.
" Kau kenal dengan istri Elang " tanya James.
" Kenal sebelum Ana bertemu Lakinya" Ucap Kika menikmati Minumannya.
" wow ceritakan " James tertarik akan istri Elang .
" Dulu Dia nyari kerja susah, Terus aku tawarin dulu di bagian cuci" di Bar temenku, tapi tiga bulan setelahnya dia mendapat pekerjaan di sudirman, Tak ada yang spesial Dia gadis yang mudah Bergaul, dan ya setelah bertemu Lakinya, jarang kita masak bareng belanja di Grosir" Ucap Kika
James mendengarkan dengan Seksama " Apa dia tahu kerjaan Kamu??" tanya James hati hati
Kika Tersenyum " Tahu , Tapi waktu kita bertemu sangat jarang, Kerja dia dari pagi sampai sore, sadangkan Aku, tahu sendiri " Ucap Kika tersenyum
" Tapi dia tak mengikuti jejak Kita yang kerja begini meski dia butuh Uang banyak, ya Aku cuma mengenalkan Minum, Poker. dan ya Sedikit bermain Biliard " Tambah Kika.
"kau bisa main Biliard??" tanya james lagi
"Em " Kika mengangguk.
"Next time Aku ajak main di tempatku, Kau mau ku antar pulang atau malam ini Kita menghabiskan Malam Bersama??" James menatap Kika mesum
" Aku di bayar buat nemenin Pesta bukan di bayar di Ranjang " ucap Kika
" jadi berapa Tambahnya jika pulang besok Pagi???" James semakin Mendekatkan tubuh Kika.
" Bicarakan Nanti , Kau harus service aku dulu baru tahu " james tak bisa lagi bernego di lumatmya Bibir kika dengan kasar. tamgannya kemana mana dan Lanjut kalian sediri pasti tahu kan ______
°°°°
" Iya " Ucap Elang bangkit mengikuti Budi ke ruang tamu Kantor.
Elang melihat tamunya " Ngapain elu kisini mau liburan lu" Tanya Elang sosok tamu yang datang tak Lain James Wiliam.
Pemuda 31 tahun yang masih menjomblo dan Pengusaha Terkaya se Asia.
" Gua penasaran Gimana ceritanya Elu Nikah sama Anak Masih seumuran Adiklu" Ucap James menatap Elang.
" Ya gimana awalnya juga Biasa aja, Tapi " Elang menepuk dadanya seplah memberi tahu Sahabatnya.
" Okey okey , Gua yakin Bentar lagi Elu dapet Junior " Ucap James
" Kok elu tahu??" Elang menaikan alis
James tertawa " semalem Gua mimpi anak elu Minta beliin Heli , Gila sampai segitunya " James menggelengkan Kepalanya.
" Berarti kalau gua udah ada anak elu harus beliin " Elang menaik turunkan Alisnya
" Hahaha kaya gua pabrik APA !!!" Protes James.
" Jadi ngapain elu kisini oncom " Tanya Elang serius.
" Gua kangen Aja ama elu " james mengedipkan Matanya.
Elang jenggah. " Males gua elu kalau kesini ada Maunya kan " Elang menghela nafas
" Hahahaha , Elang elang" Tawa James pecah.
Elang sangat heran Kenapa Temanya yang Mempesona ini sangat Gak jelas dan Ya Kadang kadang Gesrek otaknya.
" Udah lah Gua pulang" James Bangkit lalu pergi.
Elang menggelengkan Kepalanya binggung kenapa Punya banyak teman tapu hanya James sendirilah yang kadang kadang sifatnya gini .