
Ana bekerja seperti biasanya. tapi semenjak beberapa Minggu ini dia sering mendapat Telpon dari Maminya Elang untuk datang ke rumahnya.
Tapi karena tiap Akan kesana selalu di gagalkan oleh Nita yang selalu ingin meninginap.
Ana sadar jika Nita selalu mendekatinya. Tak Henti hentinta dia kadang bertanya kapan bisa Double Ngedate.
Ana yang tak menghiraukan permintaan Nita . Emang Elang sebisa itu pikirnya.
Nita juga beberapa kali bertanya Ponsel baru, ana yang di beri pertanyaan itupun menjawab dengan Enteng Kredit. kan srkarang Gerai ponsel banyak yang menjual dengan Kredit .
Alhasil banyak orang percaya tapu tidak dengan nita. seakan Nita tahu jika Ponsel baru Nita dari Om om yang mengencani Nita.
Nita juga beberapa kali kencan Dengan lelaki di sosial medianya ***talk
°°°
" Ya tunggulah sayang " Ucapnya menutup Telpon.
Semua Teman satu siftnya menatap Ana dengan Wajah berbinar, Traktiran gratis dari kekasih Ana.
Nita memasang wajah sumringah Niat nya ingin tahu kekasih Ana dan memrovokasi kelasih Ana.
Elang meluncur ke Rumah makan Sunda yang di ucapkan Ana.
Disana ada puluhan Anak melihat kekaguman wJah tampan Elang.
*gantengnya
ana hebat dapet pacar tajir
anjir gila memeleh bang*
Berbeda dengan para kaum adam yang biasa saja. Ana menghampiri Elang dengan senyuman.
" Sudah pesan Sayang" Tanya Elang membelai rambut Ana.
Tindakan Elang yanv romantis membuat Teman teman ana yang baper.
setelah menunggu Ana Dan yang lainya Makan. Elang juga menikmati sesekali bertanya kepada teman lelaki ana.
Ana yang mendengar sedikir mendekat. teman teman ana yang mendengar pertanyaan nitapun langsung memasang telinga .
" Oh ya , apa kau bigitu sayang " Tanya Elang matanya menatap Ana lekat.
" Ya ". Jawab Ana emang benar bukan elang sudah Tua.
" Hah " sontak semua Teman teman ana terkejut
Nita Bersorak apa Ana tidak sadar jika membongkar kejelekanya di depan teman satu siftnya bisa membuat gpsip
" jadi kau berkencan dengan om om siapa??"tanya Elang matany tajam bukan menatap Ana tapi ingin Ana menyampaikan jika dia yang dimaksud om om itu
" Nisa jika laki laki yang umurnya lebih dari Tiga puluh itu disebut apa untuk unur kita yang 19 tahun " tqnya Ana
" Om om " jawab Nisa polos
" Nah abang Umur abang Berapa??" tanya Ana Balik
" 31 " ucapnya.
" Jadi apa salah jika aku manggil abang om om " Ucap ana santai
semua teman temanya jadi paham " Nita kau tahu dari mana jika Ana kencan dengan om om " tanya Rudi
" melihat pesan yang masuk di ponsel ana" jawabnya yakin bukan Elang yang di maksud Nita.
Ana membuka ponselnya menelfon Kontak yang tertera nama Om om
Suara Ponsel Elang Berbunyi dilihatnya Panggilan anak kecil yang telfon .
"Ini kah om om itu ??" tanya Elang melihatkan ke arah nita
Nita menjadi gugup, salah prediksi anjir mati gua.
Teman teman Ana yang melihat itupun menjadi diam. Elang membayar semua tagihan makan , dan mengandeng tangan kecil Ana.
Nita masih diam ditempatnya, Teman temanya enggan untuk bertanya kenapa nita melakukan itu, Nisa teman baik Ana hanya menghela nafas. Nita terlalu iri akan nasib temanya