Ceo Duda Ganteng

Ceo Duda Ganteng
Rasa



apa kau tahu rasanya jadi anak rantau saat merindukan suara Takbir berkumandang di kelilingi sanak saudara.


Ana termenung mendengarkan suara Takbir di jalanan maupun di sudut kota, Ana merindukan suasana Lebaran yang akan meriah dan hikmat saat berasama Keluarganya.


Bukan permintaan yang sulit bukan, Tapi dalam suasanya mengingatkan kita akan indahnya Bulan Romadhon dan besok akan menjalankan solat ied.


Ana menghapus Air matanya yang keluar, setelah bercengkrama dengan kakak perempuanya, Ana sangat ingin lebaran dengan kakak yang masih ia punya.


Ana tersenyum setidaknya malam takbiran Ana sekarang tak sendiri dikosan melainkan ditemani Elang.


Apa elang tak bersama keluarganya, Ana akan mencoba bertanya nantinya.


" sayangg" panggil Elang melihat Ana duduk di balkon apartemen


" ya bang" sahut Ana


" Masuk lah, dan Tutup jendelanya sudah malam " Perintah Elang.


Ana menuruti perkataan Elang dilihatnya elang senfang duduk di Sofa Ana menhampiri Elang duduk di sampingnya


" Bang boleh aku bertanya" ucap Ana sedikit ragu kepalanya di sandarkan kedada Bidang Elang


" Tanyalah " Usap Elang ke kepala Ana


" Abang gak lebaran dengan Keluarga abang??" Tanya Ana


" Bukankah Kau keluarga Abang??" Tanya balik elang


" Ih bukan itu Maksud Ana abang" Ucapnya Manja


Elang terkekeh , "Sayang kau tak memakai BH " tanya Elang merasakan kenyal di tanganya yang menyenggol dada Ana


" Bukankah Abang tahu jika Aku tak pernah pakai kalau mau tidur" Ucap Ana masih di dada Epang melihat garis rahang tegas Elang, serta hidung Mancung milik Elang. Bibir tipis yang sangat menggoda. apa lagi sekarang di tumbuhi bulu du wajahnya.


Cup ana memberanikan diri mencium Bibir Elang, " Kau kalau mau ciumlah sepuasnya" goda Elang


Ana tersenyum, Langsung duduk di pangkuan Elang,


Jadi Apa salah Ana punya rasa untuk Elang, Apa salah tapi ana sadar akan posisinya. meski saat dekat Elang benteng pertahanan langsung roboh


Elang memeluk Ana posesif, Elang tahu akan pertanyaan ana tadi, tapi Elang merasa nyamab dekat dengan Ana, tak neko neko pikir Elang dengan sifat ana selama di kenalnya.


Ana membenamkan Wajahnya di dada bidang Elang, Rasa ini yang membuat Elang akan rindu jika tidur sendiri.


Ana yang sering di jadikan guling hidup ana, bukan sekedar pemuas nafsu, Toh Elang sudah lama Menduda jadi apa salahnya Elang merasa Nyaman dengan Keadaan ini.


°°°°


" Ana " panggil Nita mengejar Ana


" ya nit, " ucap Ana


" Boleh aku menginap denganmu??" tanya Nita


"berapa malam ??" tanya balik Ana


" Malam ini saja, " katanya


Ana mengangguk, dan mengabari Elang jika temanya akan Menginap di kosanya, lama kelamaan hubungan Elang dan Ana seperti pasangan kekasih beneran.


" Wow ini kamar Kosmu ana" Ucap Nita Kagum dengan Kosan Ana


" masuk dan Mandilah, kau bawa baju ganti tidak" tanya Ana


" Bawa ana, makasih Ana" Ucap Nita.


" ya sudah bersih bersih gih, aku beli lauk dulu, dan tunggu nasinya matang kita makan okey" Ucap Ana


di tinggalkan Nita di kosan, Nita melihat barang barang milik Ana, Nita tahu meski ana jarang ganti sepatu Jam ataupun apa tapi Ana selalu memakai barang yang ada Merk, bukan grosiran.


Dilihatnya Ponsel Ana terlihat pesan Om Narsis


" Anq jadi kau suka main dengan Om om " ucapnya pelan.


Dilihatnya Ada pesan lagi Masuk Abang El ngasih emoticon kangen membuatnya ingin merebut abang milik Ana, dan di jadikan Om om yang ngasih pesan di jadikan senjata.


Nita beberapa kali melihat Ana jalan dengan Elang, Tapi takut untuk menyapa, Sebenafnya nita Iri akan Lelaki yang banyak menyukai Ana.