
Cuaca siang ini Terasa Terik seolah Matahari sedang Murka di bumi ini. Kendaraan yang sangat amat Banyak, dan Tentunya polusi Yang menambah jalanan Kpta menjadi Tercemar Udaranya.
Elang Keluar dari Mobilnya. Masuk kedalam rumahnya. disana Ada orangtuanya yang duduk di Sofa matanya fokus ke layar Tv.
Sudah satu tahun ini Elang banyak Berubah, Semenjak Tanti meninggal Elang Banyak memesan Wanita Sex dan Membangkitkan Gairahnya, Tapi tak memasukanya Hanya menyuruh Wanita wanita Itu Untuk Menservice sisanya Harus memakai hand***
Papinya sebenarnya Tahu dan menyuruh anaknya untuk cek kesehatan meski tak melakukan hubungan Intim, dan Sering mengunakan Pengaman meski itu pakai Mulut atau tangan.
" Pi Elang Mau ke Villa " Pamit Elang
" Sama siapa Lang" Tanya mami
" Sendiri mi , Jenuh " jawab Elang
Papi hanya mengangguk paham. Meski Elang di Perusahaan menjadi Ceo tapi di rumah tetaplah menjadi Anak yang mempunyai Dua adik kembar. Sekarang Bintanv Dan Bulan kuliah Di Harvad Univercity.
Flashback pagi hari
" Siang Tuan Besar" sapa Budi Asisten yang di suruh menjaga dan melaporkan Kegiatan Elang selain Kerja
" Ya ada apa" tanyanya
" Bos Tuan Muda memesan Wanita mau di bawa ke Villa" lapornya
" Teruss" tanyanya lagi
" Dari MAMI Valen Tuan, dan Masih Virgin" lapornya
Jordan menaikan kedua alisnya dan tersenyum " jika gadis itu di pakai bilang dan Bayar kr Valen agar gadis itu tak di pekerjakan ke lelaki lain hanya elang saja" ucapnya Tegas
°°°°
Gadis berambut Panjang hitam Lebat setelah bekerja di bagian Parkir di salah satu Gedung Sudirman Strech menemui Mami Valen yang dikrnalnya lewat Sosial Media, Ternyata Mami di sebuah Tempat untuk memuaskan Para Lelaki yqng kurang dari istrinya.
" Mandilah dulu ana dan Pakailah yang ada di dalak kamar " Ucap Mami Valen.
Ana Mengangguk 15 menit Kemudian ana keluar dari Kamar, seragam kerja sudah dilipat di dalam tasnya dan di masukan ke jok motornya.
Dua jam perjalanan Ana diam di dalam Mobil, Sampai di Villa Ana melihatnya kagum dengan suasana yang sejuk asri dan nyaman.
" Masuk lah bajumu buat ganti ini " Budi menyerahkan Paperbag ke tangan mungil Ana.
Ana masuk ke Kamar yang sangat luas, Menghadap ke Kolam Renang dan Kamar mandi Terbuka yang hanya di batasi oleh kaca, saat mandi akan kelihatan dari Ranjang.
" Duduk lah " Suara yang amat Berat membangunkan Ana akan kekaguman isi Kamar Villa.
" Ah iya " Jawab Ana Takut takut
" Namamu siapa??" tanya Elang
" Ana Marina Bang " Jawab Ana matanya Ke bawah, duduk pun melipat kaki seperti sedang di sidang guru BK.
" kau Benar Masih Virgin ??" tanya Elang menyesap Rokok di jari telunjuk dan Tengah
" Em, jika saya Berbohong, Uang bisa di kembalikan " Jawab Qna takut rasanya semoga Uang hasil menjual Virginya untuk mrlunasi sisa Hutang Juragan di kampung bulan depan agar ana tidak di nikai oleh Anak Juragan .
" Baiklah, Tatap saya jika berbicara" Perintah Elang
Ana mengangkat kepalanya melihat Wajah suara lelaki di sampingnya.
Deg
ggila ganteng abis, gak sia sia gua kesini hahaha
" sini " perintah Elang melihat kekaguman Ana dengan wajahnya.dengan menepuk pahanya.
Ana takut takut malu, Tapi mrnghampiri dan duduk di paha Elang, Wangi Maskulin membuat Ana sangat nyaman dan betah.
" 18 tahun bang " Ucap Ana
Tangan Elang tak Tinggal diam Mengrlus Punggung Ana, dan menurunkan Resleting di punggungnya yang sampai ke pinggang.
"Buka in Kancingku " Perintah Elang.
Tangan kecil Ana takut takut membukakan Kancing Kemeja Elang, jari jarinya menyentuh Dada elang, membuat Junior Elang Reaksi.
Tangan elang Juga udah masuh ke dalam Dress Ana, " Bukalah bajumu, Ayo Mandi " Ucap Elang
" Elang menyalakn air mrngisi Bethup , Sedangkan Ana Membuka Dresnya menyisahkan Dalemanya, sebenarnya Ana risih memakai CD dengan Model yang amat nerawang .
Elang mrlihat Body Ana menelan Ludahnya, Sungguh Pemandangan yang masih Segar, Hutan Rimba yang lebat akan jadi sasaranya sebelum melihat Buah yang terbungkus itu.
Elang Mengajak Ana Masuk ke dalam Bethup , Dan menyabuni Tubuh Ana.
Ah desah Ana jari Elang Menggesek kedalam CD Ana
Disuruh nya ana Untuk Berdiri, Elang Mengambil pencukur Jenggot, Di Lepaskan CD yqng membungkue Hutan Rimba Milik ana.
Dua menit Elang Membabat semua Hutan milik ana, " Emmh ahh racau Ana meremas rambut basah Elang.
Elang Mengila Selama mesan Wanita Sex tak pernah berbuat hal jorok, tapi sangat ingin melekukan milik ana,
setelah Acara mandi Ana dan elang memakai jubah mandi rambut masih sedikit basah.
Ana duduk di pangkuan Elang, Ntah nyali dari mana Ana sudah Terpesona sentuhan Elang di Kamar mandi
Di ciumnya Ana denfan Rakus, tanganya membuka jubah Mandi, Buah dada Milik Ana sangat Bagus tak begitu besar tapi sangat bulat .
Emmhh ah. racau ana saat Elang menciumi seluruh Tubuh ana. Junior Elang juga sudah Amat keras.
" Jadi kau udah siap" Tanya Elang menatap ana
Ana hanya mengangguk Denfan Tiga hentakan Junior Elang Masuk meski tak semua. Tapi Elang langsung menusuknya.
Rasa sakit perih di rasakan Oleh ana, Elang yang Fokus menjebol Brnteng Ana, Tak menghiraukan Rasa sakit Ana,
" Lanjut " Ucap Elang ketika Ana sudah menetralkan Nafasnya.
Ana menggila sentuhan dari Elang membuatnya melayang nikmat, Elang pun merasa Gairahnya semakin Gila , desahan Ana sunguh enak di dengar,
Tiga jam Elang mengakhiri pertempuran yang Panas, Dengan nafas Ngosngosan , Elang mencabut Juniornya, ada sedikit darah di sprey putihnya,
" Minumlah" Ucap Elang menyerahkan Obat penunda Hamil dan Air minum.
Ana menerimanya. dan meminumnya tanpa Bertanya, Elang melakukan tanpa Pengaman dan di keluarkan di dalam.
Ana tak punya Tenaga lagi memejamkan Matanya sampai tertidur. sedangkan Elang tersenyum puas, menyelimuti tubuh polos Ana, membersihkan diri ,
Untung Ana besok libur jadi tak ambil pusing, Malam Harinya Elang menerjang Ana Lagi , dan Pagi harinya juga.
Badan Ana terasa Remuk tapi Notif Ponsel Uang Masuk pun membuatnya Tersenyum .
" Buat jajan kamu, ayo ku antar pulang " Ucap Elang. Ana menerimanya tak lupa mengucap terima kasih
" Baju kamu, Masukan ke papaerbag, Jika mau di pakai, cuci di rumah dan bawa , Kalau tak mau tinggalkan Biar pelayan akan membuangnya." imbuh nya
Ana membawa Bajunya, Diperjalanan Ana tertidur, Bahu Elang untuk sandaran , Elang tak merasa Risih ntah kenapa dengan Ana
" Bangun ana, Sudah sampai" Ucap Elang menepuk pipi Ana
Ana keluar dan Mengucapkan Terima kasih, Di rumah Mami Valen Ana di Beri Peeingatan Jika Tak boleh ambil tamu, jika sampai Ana Mengambil Tamu sendiri samapi Terkena polisi Akan menjadi Masalah Besar.
Valen yang sudah mendapat Bayaran dari Tuan Vernandes, tidak mau ambil resiko, Setelah meminum Pil Dari Valen, Ana pulang mengendarai Motprnya, Tak lupa Bajunya di Laundry takut Orang kos nanyain . meski tak Kepo kegiatan Ana.