
Buru buru Nita mengambil nomer ponsel Elang sebelum Ana datang ke kosan.
ting pesan Masuk di ponsel Elang.
Ana tidak sebaik yang yang kamu kira, dia kencan dengan om om
Elang membacanya, dahinya mengkerut, Siapa yang ngirim pesan ini tapi tak menghiraukan .
Sudah beberapa hari ini Elang tak mengunjungi Ana Harum baby di tubuh Ana seakan menambah rasa rindu Elang.
" Ana " ketuk pintu Kamar kos Ana
Dibukanya pintu kamar kos warna putih " Abang " kaget Ana membukaan pintu kamar
Elang masuk seperti biasa tanpa permisi. " Sayang kau tak rindu padaku??" ucap Elang memluk Ana
" Em rindu, Bukankah Aku selalu chat Abang, apa tak masuk??" tanya Ana menikmati pelukan Elang
Elang menikan alisnya. Di bukanya Ponsel yang satunya di Jaketnya ternyata memang banyak pesan yang masuk dari Ana.
" Kau belum mandi sayang" kata elang melihat Ana masih memakai celana kerja
Ana menggeleng" Mandilah akan ku ajak ke suatu tempat " Ucap nya
Ana mengangguk, mandi sekalian mrncuci baju beberapa yang kotor. Elang mengambil ponsel Ana dibbukanya di cocokan Nomer yang mengirim pesan kedirinya
Elnag tersenyum miris ternyata parasit yang ingin merecoki Ana .
°°°
Ana memakai Kaos Pink dan Celana jeans Putih , rambut hitamnya yang masih basah dibiarkan.
Elang mengandandeng Tangan kecil ana, Tangan yang tak begitu halus di telapak tanganya.
" Abang kita kemana??" Tanya Ana memasuki Perumahan Elite
" Rumah orang Tuaku " jawab Elang
Ana membulatkan Mata, " Gak salah Bang" tanya Ana
" Santai gak ada yang makan kamu selain abangmu ini" Goda Elang melihat raut wajah analfbmk yang nampak Terkejut
Ana merasakan jatungnya berdetak dua kali lipat dibandingkan dengan saatoplo bersama Elang, Rasa gugup takut menyelimuti dirinya.
" Siapa Bi??" tanya wanita Cantik duduk di Sofa dengan Anggunya.
" Tuan Muda nyah " lapornya
Sinta langsung Bangkit menghampiri Anak sulungnya, " Sayang " Ucap sinta menghampiri Elang.
Dilihatnya Elang mengandeng wanita Manis di sampingnya. sinta memeluk tubuh Anak sulungnya.
Ana yang melihatnya merasa canggung, Wanita Cantik yang memeluk Elang seperti Kekasih elanng pikirnya.
" Sayang kau lama pulang apa kau tak rindu padaku" Sinta memasang wajah sedih mengedipkan matanya.
Ana Bergeser sedikit saat Sinta merangkul Tubuh Elang, Ana tahu jika dia bukan siapa siapanya.
Elang Menghela nafas, Ibunya kenapa jadi gini?? pikirnya.
Apa Ibunya sedang dapat Jakpot memaggil dirinya sayang.
Di ajaknya Elang dan Gadis manis ini di Ruang Tengah.
Sinta tak habis habisnya menayakan tentang kegiatan di Luarnya kenapa tidak pulang ,
Ana yang sudah salah paham Akan hubungan Elang menjadi menunduk.
" MAM SIAPA YANG DATANG " teriak wanita Cantik blasteran dari lantai Atas.
" ada tamu rupanya " Bulan melihat Wanita yang duduk melipat lututnya.
" sore " sapa Ana ramah sambil tersenyum
Bulab yang melihat senyuman Gadis yang dibawa kakanya terpesona Senyumnya mirip seperti sahabatnya yang sudah tiada.
" Siapa nama kakak" Tanya Bulan tak ingin melewatkan drama Maminya
" Ana , " Jawabnya Ramah.
" Jadi kau teman Papiku ??" Kata Bulan menatap Ana
Ana tertegun apa Jadi Elang sudah punya Anak, dan Gadis di depanku Anak dari Elang, jadi Wanita yang di bergelanjut Istri Elang.
Ana seakan ingin pergi dan menangis teriak sejauh mungkin di hadapan Elang. Tapi Ana mengatur Nafasnya , Ana tidak tahu kenapa Elang mengajak kesini??