
Ana menatap dirinya di cermin tidak percaya bahwa dirinya secantik ini malam ini, Dengan Balutan Kebaya lengan pendek dennan rok batik selutut dengan Hells pendek yang memperlihatkan kakinya.
Elang tak kalah Gagah dengan stelan Batik yang sama milik Ana. Usia Elang memang sudah kepala tiga tapi siapa tahu justru orang tahunya umur Elanf masih 24 tahunan.
Elang menyuruh ana untuk merangkul di lenganya, Bayak para tamu yang menatap Elang dan Ana merasa serasi.
Elang langsung mengajak ke arah pengantin " Selamat Buat kalian berdua " Ucap Elang basa basi
" Terimakasih, Nikmati hidangnya " Ucap Nando sopan.
" Selamat mbk Mas, samawa ya" Ucap Ana ramah.
Gina menyahuti dengan Ramah pula. Elang mengajak ana duduk dan mengambil cemilan.
"Kamu harus bisa dapetin Elang, ternyata dia Ceo yang amat kaya " Suruh Tia ibu nando kepada keponakanya.
Vina mendenggus kesal kalau bukan ancaman dari ibu Nando tak mau mengganggu huhungan orang.
" Kak Elang " Sapa Vina Ramah.
" Vina , Duduk " Ucap Elang tapi matanya fokus natap Kecantikan Ana dengan riasan sederhana.
" Kak masih ingat saya??" tanya Vina
" em" jawab Elang.
" Salam kenal saya Vina adik sepupu pengantin pria" ucap Vina Ramah.
" saya Ana, salam kenal" salam Ana ramah senyuman yang manis membuatnya menambah cantik.
" kirain kakak gak akan datang ke acara mantan istri " Ucap Vina sengaja melihat reaksi Ana. benar Vina melihat kekagetan Ana dan tersenyum puas.
Setelah mengucapkan itu Vina pamit dan Elang megajak Ana Pulang ke apartemenya.
" Beli makan yok bang laper ni " Ucap Ana memegang perutnya.
" kayaknya tadi makan Banyak" Ucap Elang heran karena tadi Ana makan kue banyak.
Selesai makan di pinggir jalan Ana Dan elang pulang ke apartemen pukul 9 malam.
Setelah membersihkan Tubuhnga ana duduk di pangkuan Elang, Sekarang sudah tak canggung dan tak tahu malu toh dia juga jual diri buat apa sok jual mahal.
" Jadi dia Istri abang dulu " Ucap Ana memakan Buah anggur di wadah
" ya , udah 7 tahun, jadi duda" Ucapnya menatap Layar Tv tanganya memegang ****** rokok.
"gak nikah lagi "tanya Ana
" belum ntar kalo udah ada yang cocok " Ucap Elang
" Oh " ana tak melanjutkan kata katanya.
Elang mencium belakang telinga Ana hingga ada bekas kemerahan karena gigitan dari elang.
" Abaaaang " suara Ana menjadi indah ketika menganggilnya.
" Apa hm " tangan elang tak hentinya masuk kedalam Kaos Milik Ana ,
Di ciumnya bibir ana , Memainkan dengan lihainya, Ana yang sufah terbiasa akan Permainan Elang pun tak bisa mengimbangi .
" Ah " desah ana ketika satu jari masuk ke dalam Goa milik ana.
Desiran darah menjalar keseluruh tuhuh ana. " Abang ah "
di bukanya baju Elang dan ana tak menyisakan Satu helai benangpun.
Elang sungguh Tergila gila akan Aroma milik Ana. Di bukanya paha ana, di hirupnya dalam dalam.
Desahan ana sungguh membuatnya gila, Apa lagi ana Tak memakai embel embel abang. membuatnya memainkan Juniornya ke Goa ana dengan Brutalnya.
Tenaga Elang yang sering olahraga. belum lagi Elang sering pelatihan Om nya membuatnya Badanya sangat kuat.
Berbagai gaya di lakukan oleh Elang. Karena Juniot Elang yang panjang dan Besar membuat macam gaya apapun bisa di lalukan.