Ceo Duda Ganteng

Ceo Duda Ganteng
Terpesona



Bulan dan Bintang sampai di rumah langsung menuju kamarnya, Membersihkan dirinya.


Suara Tawa Balita di ruang tengah membuat Bulan dan Bintang buru buru turun kebawah.


" Ponakan Onty aduhhh gemesnya " Peluk Bulan satu satu


" Gak usah kenceng kenceng dek kasihan " Tegur Elang.


" Pelit amat !!" Cibir Bintang.


" Tripel R sama Om ganteng yok " Bintang merentangkan Tanganya.


Ketiga balita menatap Bintang seperti orang asing, Tidak seperti bulan yang sering Video Call jadi sedikit hafal, Karena Usia 7 bulan mulai mengenal Wajah.


" Takut sama Elu Dek , Mending elu bilang sama suster suruh rapiin Kamar bentar lagi mau bobok gih " Ucap Ana


Bintang manyun dibilang ketiga Keponakanya takut, tapi menjalani perintah Kakak iparnya.


Kila tak bisa nafas rasanya , Debaran jantungnya tak bisa ia kontrol , Sungguh Makhluk Tuhan satu ini sangat ganteng sepurna ucap Kila dalam hati.


Siti menyenggol lengan Kila yang memandangi Adik majikannya yang sudah pergi.


siti mengajak Kila merapikan Kamar tidur yang di beri tahu pelayan, Sedangkan suster satunya mensterilin Botol untuk digunakan .


Pekerjaan mereka berganti ganti jadi harus bisa semua, tidak monoton jika bagian nyuci botol siapa bagian rapiin siapa, takutnya pas Nyonyanya bantuin akan bertanya.


Kila sungguh dibuat senam jantung bagaimana Tidak, Lelaki yang sempurna di depan matanya, sedang memakaikan Pempers balita, Meski keponakannya pasti jiwa Ke ayahan nya mendarah daging ntarnya.


" Sus kalao malam mereka nagis gak??" tanya Bintang


Bulan masih setia melihat suster mengganti baju milik Riska


" Kurang tahu Tuan, setelah mereka tidur, Nyonya dan Tuan Besar akan disampingnya " Ucap Siti


" Kalian tidak tidur dengan mereka ???" tanya Bulan.


" Tidak Nona, Nyonya tidak membolehkan " Ucapnya


Bulan mangguk mangguk.


" Tidur yang nyenyak ya Girl boy, Besok Om ajak main lagi " Ucap Bintang mencium Pipi Ketiga Keponakannya


Cup


Cup


Bulan mencium satu satu, Bulan dan Bintang lalu menutup Pintu kamar untuk Suster menidurkan keponakannya.


°°°°°°


Elang Bintang dan Bulan duduk di Kursi di ruang kerja Papinya.


Jordan menatap ketiga Anaknya. berharap Agar anak kembarnya mau meneruskan Perusahaanya.


" Lang bantu Pekerjaan Papi kamu Anak yang paling Tua " Ucap Papi


'" Terus yang Bantuin perusahan Elang siapa pi ???" tanya elang balik


" Kamu mau pegang yang mana Bi ???" tanya Papi menatap Bintang


" Bisnis Karaoke sama Hotel aja lah pi " Ucap Bintang


" Kalau kamu nak ??" tanyanya ke Bulan.


" Pi , Aku pingin Buka Restoran , bakat memasakku buat apa coba ??" tanya Bulan menatap Papinya iba


Papi menghela nafas , Rumah sakit dan Mall siapa yang jalanin Harus Jordan lagi menunggu ketiga cucunya besar, atau nunggu Cucu dari Bintang dan Bulan.


" Ya udah papi ijinin, Tapi kalau dalam Dua tahun Restoran Kamu gak jalan, kamu pegang usaha papi yang lain??" Papi menatap Bulan.


" Iya pi, Modal Dari papi Setengah, dari kak elang seperempat, nah Aku sisanya" Ucap Bulan menyengir kuda


" Elu ya bikin usaha morotin kakak!!" protes Elang


" Lah gak bakal bangkrut kak, Masih cukup Buat Ngidupin ketifa Kurcaci kakak sampai Nikah " Ucap Bulan


" iya iya adikku paling Cantik " Ucap elang mengacak rambut Bulan.


Jordan Harus menunggu Penerusnya Dewasa untuk mau melanjutkan Usahanya, Banyak Perusahann milik Jordan,


Jordan berharap Salah satu dari anak elang ada yang jadi Dokter