can I love you

can I love you
7. Gadis bermata bening



Rayyan Al Ghifari.


****


Nggak tau kenapa akhir-akhir ini gue jadi sering banget senyum-senyum sendiri. Ini bukan berarti ada yang geser dari otak gue ya. Cuma aneh aja kalo setiap ketemu sama anak kelas sepuluh yang baru kemarin gue kasih penataran. Ya ampun. Cewek imut yang nggak bisa ambil novel di rak toko buku, kan lucu.


Awalnya gue kira dia anak SMP yang lagi pengin cari buku, nyatanya sekarang dia malah jadi adik kelas gue. Seneng sih! Apalagi kalo udah liat dia mengerjapkan mata beningnya itu, Masya Allah nggak kuat nahan tangan, pengen nyubit aja. Gemes tauk!!!


Namanya Khanaya Khanza. Gue masih inget banget pas hari pertama Mos, dia ngeliatin gue tanpa kedip. Sumpah gue nggak ke-GEER-an ya..


Saat gue tanya. "Ehk, lagi liatin apa?"


Dia kaya yang malu-malu gitu jawabnya. "Nggak liatin apa-apa kok, Kak."


Nah kan, gimana nggak makin gemes coba?


Bagian manisnya lagi pas hari kedua penataran. Ada tugas dari kakak pembina buat ngumpulin tanda tangan kakak kelas. Ya ampun, gue mana tega sih kasih syarat ke dia. Padalah itu anak songong banget, menyodorkan buku dan pulpen tanpa permisi ke depan gue.


Untung kamu imut Nay, gue jadi gemes banget kan....


Dan puncaknya pas hari pertama sekolah, dua hari yang lalu. Gue liat dia mau ke kantin, dan tau nggak?  Apa yang bikin gue tambah gemes. Tatapan matanya. Tuhan.. Jodohkan hamba dengannya di masa depan.


Ok. Semua cerita itu di skip aja. Gue mau fokus belajar, Menuju ujian nasional beberapa bulan lagi.


****


Seperti nggak biasanya, gue ke sekolah lebih semangat banget. Ini bukan soal gue bakal dapet hadiah dari Bu Retno atau makan gratis di traktir Pak Fikri.. Bukan... Gue cuma... Ahk, udah lah... Gue bilang mau fokus belajar. Ok. Belajar Yan.. Belajar.. Ujian sebentar lagi.


Di masa-masa seperti ini, sebagai ketua osis yang bakal turun dari jabatan, gue harus bener-bener tau siapa yang bakal melanjutkan posisi ini. Karena osis menjadi momok sekolah, kalo osisnya mencla-mencle apa kata dunia, tentang sekolah swasta yang udah dapet Akreditasi A ini. Makanya saat ini gue bukan pusing mikirin pelajaran aja, tapi Juga tentang pemilihan osis satu minggu lagi.


Gue udah punya kandidat top banget buat lanjut kepengurusan osis ini, cuma anaknya agak tambeng banget kalo kata orang Sunda mah. Dia bukan sulit diatur, tapi dia tipikal orang yang nggak mau terikat sama aturan. Bukan berarti dia juga nggak taat aturan. Aduuh.. Gimana gue ngejelasin tentang dia ya?


Pokoknya hari ini gue harus ketemu dia. Gue udah pernah ngobrolin tentang osis ke dia. Tapi ya gitu, nggak direspon sama sekali. Namun, hari ini gue harus berhasil buat bikin dia maju jadi ketua osis.


"Re.... " panggil gue ketika melihat dia mau ke masjid.


Dia nengok ke arah gue, dan menunggu gue di sana.


"Why?" tanyanya.


"Mau duha kan?"


"Ya," jawab dia cuek banget. dan inilah yang gue suka sih. Anaknya nggak neko-neko, cuek abis. Duuh. Tapi gini-gini juga banyak banget yang naksir cowok jutek satu ini.


"Bareng... " kata gue ketika udah sampai di samping dia. Kita pun berjalan beriringan menuju masjid sekolah.


Guys, sebelum gue bahas tentang pemilihan osis, gue mau tanya, apa dari kalian udah ada yang tahu SMA AIRLANGGA?  sekolah swasta berbasis nasional  yang udah dapet Akreditasi A ini?  Kalo belum, simak baik-baik ya! Siapa tahu di masa depan nanti kalian ingin juga sekolah di sini.


SAGHA atau SMA AIRLANGGA ini terletak bukan di tengah kota, tapi di pinggiran kota Bogor. namun, jangan salah akses ke sini udah bisa dijangkau dengan kendaraan apapun. Jalan menuju sekolah juga ok. Tiap hari kalian bisa melihat pemandangan pohon singkong yang terawat rapi, pohon jambu biji yang kalo lagi panen, bisa dipinta buat ngemil istirahat nanti. Letaknya cukup strategis. SAGHA diapit oleh rumah-rumah warga juga area sawah yang luas.. Tapi gue nggak tau, di masa depan sawah ini bakal masih ada atau nggak. Karena dari cerita yang gue denger, bakal dibikin perumahan kavling lagi.


Udah gue katakan, SAGHA meski di pinggiran kota, tapi udah berbasis nasional, sekolah ini punya dua gedung utama, gedung pertama sebagai Aula yang cukup besar, bisa menampung semua siswa yang jumlahnya hampir menginjak delapan ratus. Amazing.


Gedung kedua itu semacam padepokan, atau istilah kerennya itu apa ya?  Pokoknya itu gedung serba guna yang sering dipakai kalo ada acara. Sekolah ini terdiri dari tiga gedung berlantai tiga, setiap gedung saling berhadapan(letter U). Lapangannya luaaassss bangeeettt... Kalo lo dihukum karena alasan apapun dan disuruh keliling lapangan.. Dijamin... Remuk tuh badan. Tapi sekolah ini tidak pernah memberlakukan kebijakan seperti itu. Kalian mau tahu nggak apa hukuman kalo kita salah?


Kita disuruh menghafal Al-qur'an. I like it. Bu Yulihann sendiri yang mencetuskan ide hukuman itu, karena beliau juga pemilik pondok pesantren terbaik di kota Bogor. Letak pesantren juga nggak jauh kok dari sekolah ini.


Lanjut nggak?


Lanjut aja ya...


Nah, SAGHA juga memiliki ruang lab lengkap cuyy.. Lab komputer, yang dijamin banget kalian akan berasa rumah sendiri. Lab IPA yang luasnya kayak rumah gue.. Masya Allah. Ada lab Ips, Lab Bahasa dan perpustakaan yang.... Wah udah nggak bisa berkata kata deh, walaupun di dekat sini ada toko buku yang baru gue ketahui kalo toko itu milik bu Yulihann sendiri.


Dan ada masjid yang menjadi sekolah ini semakin nyaman sekali. Yakin nggak mau sekolah di sini?  Di sini ada beasiwa ke luar negeri juga loh!!!. Harus kalian ketahui ya, sekolah ini digratiskan untuk anak yatim dan piatu serta mereka yang kurang mampu. Subahanallah Bu, semoga Allah memberikan cucuran rahmatnya kepadamu. Aamiin.


Setelah selesai solat duha kami pun bergegas menuju kantin.


Ok. Kita tiba di kantin sekolah yang menyediakan banyak makanan. Harganya pas banget di kantong siswa. Walaupun ini sekolah elit, tapi soal harga makanan, Gue kasih lima jempol. Karena gue cuma punya empat jempol, itu pun udah sama jempol kaki jadi gue Pinjem jempol si Revan satu.


"Apa?"


ok. Kalem yan..


"Lo udah tau soal pemilihan osis minggu depan kan?" gue liat dia cuma mengangguk sambil sibuk mainin sedotan di gelas es teh manis.


"Gue mau yakinin lo lagi. Ahk.. Ayo lah, Re.


lo yang terbaik saat ini,"


"Yan, sorry ya. Sampe detik ini gue nggak tertarik sama sekali buat jadi ketua osis. Lagian bukannya itu dipilih melalui voting ya?"


"Iya. Votting. Tapi gue mau lo jadi kandidatnya juga."


Revan menggeleng, ini nih yang bikin gue frustasi mulu.


"Gue nggak tertarik."


"Re.. Ini demi nama baik sekolah,"


"Gue nggak tertarik."


gue menghela napas lelah.. Lelah banget gue Re, ngadapin spesies manusia kayak lo.


"Lo punya alasan yang bisa bikin gue berhenti buat paksa lo jadi ketua osis?"


"Banyak,  yang pertama gue males pusing sama semua tugas osis. Kedua, gue udah pusing sama tim futsal, ditambal lagi Pak Windi lagi cuti, otamatis gue jadi guru pengganti olahraga. Ketiga. Gue pusing pokoknya,"


Jadi maksud lo Re, cuma lo yang nggak boleh pusing di sini. Alasan lo ini kurang ngena di hati gue.


Gue menghela nafas, agak panjang sekarang.


"Lagian ada si Ihza, kenapa nggak dia aja yang naik jadi ketua?"


"Ihza sekarang sekretaris osis, Re. Udah nggak bisa naik lagi. Dia Juga mau kasih kesempatan buat yang lain,"


"Tuh si Rama ada. Gue denger-denger dia lagi berambisi banget buat jadi ketua osis."


"Ya justru itu gue nggak suka ambisi dia. Guru-guru Juga menyuruh cari kandidat yang lain,"


"Rayyan Al Ghifari, sekolah ini punya siswa ratusan. Dan gue bukan satu-satunya murid yang kata Lo tadi yang terbaik. Bukan.. Jadi mending Lo cari yang lain aja. Pliss.. Gue udah nggak mau pusing."


Ambyar seketika...


"Kalo guru-guru maunya Lo gimana?"


"Gue tetap nggak mau."


Sumpah Re, gue jadi lapar.. Pengen melahap orang kayak Lo saat ini Juga.


"Ok. Tapi gue pastiin nama Lo akan tetap ada sebagai kandidat calon ketua. Dan buat kali ini aja.. Gue mohon sama Lo, bantuiin gue!"


"Ok. Gue bantu.. Tapi nggak jadi ketua"


Gue nyerah Re.. Gue nyerah..


Dan gue hanya menganggukan kepala. Pasrah.. Semoga Allah mencairkan otak lo yang sekeras batu itu, Re..


Setelah dari kantin, meninggalkan si manusia kutub itu gue bergegas kembali ke kelas. Di sepanjang koridor pikiran gue mumet banget. Sampai tiba-tiba pandangan mata gue menemukan si gadis bermata bening itu. Tatapan mata yang meneduhkan hati gue yang abis dilempar lahar panas sama si Revan.


Dia lagi berjalan sama segerombolan teman-temannya itu, senyumnya cantik banget. Meski penampilannya tomboy, sering mengikat rambunya asal, malah terkadang gue pernah liat dia pake topi. Tapi itu manis banget di mata gue.


Allah,,, mungkin dia peneduh hati hamba di kala segumpalan magma yang keluar dari mulut si Revan itu..