
Ini sebuah kisah tentang anak remaja dalam menggapai cita-citanya. Persahabatan, Cinta, sakit hati dan kecewa.
Khanaya Khanza, gadis tomboy, ketua redaksi mading yang bercita-cita bisa menjadi seorang sastrawan. Saat ia baru merasakan arti Cinta pada pandangan pertama, Namun kedua orang tuanya sudah memberikan rambu, bahwa Naya tidak boleh pacaran hingga lulus kuliah. Akankah semua berakhir Indah?
Dapatkah Naya mencintanya?
Mampukah Naya bertahan pada perasaannya?
\*\*\*\*\*
Ia meregangkan tangannya, membiarkan angin leluasa menyentuh seluruh tubuhnya. Ia tutup matanya sejenak, mengingat betapa panjangnya jalan cerita hidupnya kini.
ia kembali membuka mata, ia memandang dengan nanar sebuah gelang yang selama ini masih Setia bertengger manis di tangan kirinya. Gelang rajut berlambang huruf "R" itu menjadi satu-satunya saksi bisu dalam hidupnya. Ia tersenyum, untuk kesekian kalinya ia mengatakan kepada hatinya bahwa semua ini akan berakhir dengan semestinya.
Rangkaian cerita yang kini telah menjadi kenangan akan selalu ia simpan, hingga tangan Tuhan menghapusnya dari ingatan. semua yang berlalu akan tetap menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya. kisah cintanya, persahabatannya, cita-citanya dan luka pada hatinya akan tetap terukir Indah di hidupnya.
Bogor, 15 januari 2020