can I love you

can I love you
4. Masa Orientasi Sekolah (Salam kenal kak Rayyan!!!)



Khanaya Khanza.


                  ****


Lapangan SMA AIRLANGGA, sudah dipadati calon murid yang masih memakai seragam SMP -putih biru-. Mereka yang telah lulus ujian pengetesan bakal ketemu masa orientasi sekolah selama seminggu.


Beberapa orang kakak pembina terlihat mondar-mandir mengatur barisan upacara penaikan bendera, ada juga yang sibuk dengan bahan-bahan untuk MOS. Upacara bendera akan segera dimulai ketika pemimpin upacara memasuki lapangan. Waktu enam puluh menit berdiri di bawah teriknya matahari berhasil membuat para siswa khususnya aku tak kuasa menahan haus.


Tak terasa upacara cepat berakhir, kami para calon siswa segera bergabung kepada kakak-kakak yang akan memimpin masa orientasi.


Sedikit pengarahan yang diberikan, kami pun segera dipindahkan ke aula sekolah untuk mendapatkan pengarahan selanjutnya.


"Eh, itu kan cowok yang kemarin," tatapan mataku bertemu salah satu siswa yang sedang berjalan menuju aula. "Berarti benar, cowok itu anak SAGHA. Tapi kelas berapa, ya?" gumanku dalam hati.


"Nay, lo kenapa sih?" suara Mala mengagetkanku.


"A—paan?" kataku gugup.


"Ngelamun aja lo mah,"


"Siapa? Gue!?"


"Bukan, hantu penunggu pohon beringin." Mala sedikit kesal melirikku.


Aku pun hanya tersenyum menanggapinya.


Ruangan aula terasa hening, beberapa kakak pembina Mos pun memasuki ruangan.


"Assalamualaikum, selamat pagi menjelang siang semuanya. Selamat datang di SMA AIRLANGGA." sapa seorang kakak pembina.


"Walaikumsalam, Kak .... " jawab semua siswa.


"Bagaimana kabar semuanya, sehat?" kakak pembina tadi mulai berbicara lagi.


"Sehattt ...."


"Ok, sebelum kita memulai pengarahan masa orientasi kalian, ada baiknya kita kenalan dulu kan?  Kata Bapak saya 'tak kenal maka tak sayang',  maka dari itu perkenalkan nama saya Dewi anggraeni, biasa dipanggil Ewi. Saat ini saya menjabat sebagai wakil ketua osis. Dan mari berkenalan dengan anggota osis lainya, silakan kak ketua!" kata kak Dewi menyuruh seorang cowok yang semenjak tadi menjadi pusat perhatianku.


"Emz ... Udah kenal saya?" tanya-nya lembut dengan iringan senyum yang hampir membuat seluruh siswi cewek berteriak histeris. Gue juga ikutan histeris tapi dalam hati.


"Belum, Kak"


Dia tersenyum lagi.  Tuhan... Lesung pipinya.... Nggak nahannn...


"Baiklah, nama saya Rayyan Al Ghifari, ketua osis SMA AIRLANGGA saat ini, tapi nggak lama lagi tugas selesai," katanya masih dengan iringan senyuman. "Salam kenal, ya semua, semoga kalian diberi kelancaran sampai acara MOS selesai."


"Aamiin ...." kami kembali menjawab serempak.


Aku tersenyum, ketika tatapan mata kami bertemu, aku langsung menunduk malu Salam kenal kak Rayyan, dari aku si imut yang nggak bisa ambil novel di rak buku.


Sesi perkenalan telah usai, kakak pembina langsung memberikan arahan untuk tugas besok. Ya, Mos baru akan dimulai esok hari. Hari ini cukup perkenalan aja. "Besok kalian harus membawa topi karton warna merah untuk cewek, dan warna pink untuk cowok." kak Dewi sedang menuliskan ukuran di depan papan tulis.


"Untuk papan nama, nama kalian ditulis pakai spidol hitam yang tebal, tulis asal sekolah kalian juga," kak Ihza mengumumkan sambil berdiri di depan. "Jangan lupa bawa kalung permen, tas kardus, papan nama kelompok kalian." sambungnya lagi.


"Eh.. Awas ketinggalan, bawa cacing dalam kardus, buah berpori pori besar, coklat ratu, sama apalagi, ya? Kak Niar menambahi.


"Udah itu aja, Niar. Sisanya buat hari kedua." timpal kak Dewi.


Aku dan seluruh siswa yang jumlahnya hampir delapan puluh orang ini mengernyit bingung, tidak mengerti dengan tugas terakhir yang mereka berikan. Salah satu perwakilan siswa menunjuk tangan ke atas. "Iya, ada yang mau dipertanyakan?" tanya kak Ihza.


Aku bergidik ngeri membayangkannya. Asli phobia banget sama hewan lunak melata.


Kakak pembina terlihat tertawa mendengar pertanyaannya. "Ya nggak lah, ya ampun ... Cari aja sendiri, ya! Kalo di kasih tau, itu bukan tugas namanya." jawab kak Dewi


"Yaaahhhhh ... " kami lemas seketika.


Ketika semua tugas telah selesai diumumkan, kami semua pun diizinkan pulang.


***


Setelah pulang dari sekolah aku dan keempat sahabat alay-ku memutuskan untuk berkumpul di rumah Nur, yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Kita akan mencari semua bahan MOS pertama, sebelum itu Khena sudah lebih dulu


meng-googel-in bahan-bahan yang bernama aneh tadi. "Buah berpori pori besar itu jeruk," kata Khena matanya masih fokus ke layar hp-nya.


"Cacing dalam kardus itu, mie instan. Masa kita disuruh bawa satu dus?" tanya Khena dengan raut wajah bingung.


"Ya kali satu dus, Khen. Lo mau jualan di sekolah gitu?" aku menimpali dengan ledekan tawa dari mala, Nur, dan wawa.


Khena mendengus pelan. "Coklat rattu, sliver queen. Heran gue, mereka nggak tahu bahaya apa!?  Masa makan indomie sama coklat, terus ditutup dengan buah jeruk gitu?"


Kami berlima kompak tertawa. "Sabodo teuing, Khen, sekareup mereka aja." kata Nur setelah tawa kami mereda.


Wawa dan Mala segera mengambil tas yang sedari tadi tergeletak di lantai.


"Iya. Kita mah ikutin aja! udah yuk ahk berangkat!  Nanti ke buru sore."


"Ok. Berangkat."


Kami pun bergegas pergi ke Swalayan terdekat untuk membeli semua bahan. Setelah semua terkumpul kami segera membuat beberapa bahan yang harus dirangkai menjadi tas kardus, papan nama, papan nama kelompok.


asli, besok kita pakai dua papan nama. Di Depan satu di belakang satu. Lalu topi karton dan yang terakhir permen yang sudah dirangkai menjadi sebuah kalung.


Apa dulu MOS kalian se-gila ini? Aku enggan membayangkan bagaimana besok keadaan kami.


Tapat pukul lima sore semua tugas sudah selesai. Aku, Mala, Wawa, dan Khena pun pamit pulang. "Sampai bertemu besok guys ..." kata Nur sambil melambaikan tangan.


***


Pukul setengah enam sore, aku baru saja sampai rumah. Mama langsung menyuruhku mandi lalu makan.


"Gimana hari pertama MOS-nya, lancar?" tanya mama ketika melihat makanan di piringku telah tandas tak tersisa.


"Lancar, Ma. 'Kan baru perkenalan sama pembagian kelompok aja."


"Oh, syukurlah. Semua tugas sudah selesai?"


Aku meneguk air putih, sambil mengangguk pelan. "Sudah, tadi di rumah Nur." jawabku setelah selesai minum.


"Ya sudah, cepat istirahat sana! Sebentar lagi magrib, jangan tidur!"


"Siap Mamaku cantik yang mirip Song hye kyo."


"Apa?"


"Nggak, Ma. Mama cantik. Papa suka, aku sayang, pokoknya Mama yang terbaik." aku langsung melenggang pergi, takut Mama ngamuk kalo sudah disamakan mirip aktris Korea.


Setelah sampai kamar, aku langsung membaringkan tubuhku, hari pertama perkenalan aja udah selelah ini, gimana besok coba?  Tapi tak apa, di hari ini aku jadi tahu, siapa malaikat yang dikirim Tuhan ketika aku kesulitan, namanya Rayyan si ketos pemilik senyum tingkat tinggi.