Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 6 - Berkunjung



"Silahkan diminum tehnnya ..."


"Um ... Terimakasih ..."


Dia memang mengatakan itu, namun tetap saja saya merasa agak gugup berada satu meja bersama dengan wanita yang lebih tua dariku.


Dari carannya memandangi wajahku, perempuan ini sekali lagi berhasil membuatku tertekan dan berkeringat.


"Jadi, apa yang perlu kita bicarakan? Anda pasti tidak akan hanya mengundangku kemari untuk minum bukan?"


"Tentu saja tidak, ngomong-ngomong ... Apakah gadis manis yang disana itu adalah budakmu?"


Bruk!


Saat Rafiel mengarahkan pandangan saya ke satu tempat, aku langsung menoleh ke belakang dan menyaksikan seseorang terjatuh tepat setelah pintu terbuka dengan diikuti suara keras yang menghiasi ruangan.


"Carla!" Aku secara refleks langsung berdiri menghampirinnya.


"Ah, maafkan saya karena telah menguping pembicaraan! Aku ..."


Carla tanpa henti mencoba untuk menjelaskan maksud kedatangannya walaupun dengan terbata-bata serta air mata yang mulai tidak terbendung mengalir di pipinnya.


Saya tidak tega melihatnnya seperti itu dan tanpa sadar telah memberikannya sebuah pelukan yang hangat.


"Sudah, sudah ... Aku tidak mempermasalahkannya ... Aku memaafkanmu ..."


Sungguh anak kecil yang manis, saya bahkan belum memarahimu ...


Aku melepaskan pelukan setelah Carla merasa lebih tenang 5 menit kemudian, sepertinnya cara ini berhasil membuatku terlihat seperti kakak yang baik.


Aku bahkan mulai menemukan wajah Carla yang tampak agak memerah dan kesulitan untuk menatap wajahku.


Ekspresi macam apa itu?


"Hohoho ... Sepertinnya ada yang mencoba untuk memenangkan hati seseorang disini ..." Rafiel tersenyum memandangi kami.


"Tidak! Tidak! Anda salah paham! Aku tidak seperti itu!" Tubuhku termundur beberapa langkah bersamaan dengan saya memberikan penjelasan singkat.


"Tidak perlu malu untuk mengakuinnya. Selain memiliki peluang untuk menjadi gadis cantik di masa depan, aku yakin dia tidak akan kalah dariku yang memiliki ... " Rafiel menghampiriku dan bibirnnya sudah berada kurang dari jarak 1 cm dari telingaku.


Wajahku memerah saat Rafiel berhasil membuat mataku secara tidak sengaja menatap dadanya, tepat setelah dia sudah melengkapi kalimat tersebut dengan bisikan.


Dia bahkan secara lembut tersenyum bangga padaku seolah-olah miliknnya yang paling besar di kerajaan ini.


Hei! Hei! Bisakah kau tidak sembarangan memperlihatkannya dihadapan orang lain!


***


"Jadi, apa yang membuatmu meninggalkan kereta untuk menemuiku?"


Aku membiarkan Carla duduk di sampingku serta memberikannya camilan beserta minuman hangat, dan sepertinnya Nona Rafiel tidak keberatan dengan ini.


"Saya takut ini akan membuat anda khawatir, sepertinnya ada kelompok pasukan bersenjata yang bergerak menuju ke tempat kita berada ..."


Tepat setelah Carla selesai berbicara, tiba-tiba saja ruangan menjadi hening.


Aku mencoba untuk tidak terkejut, darimana dia bisa mengetahui hal semacam ini?


Apakah karena Carla memiliki semacam kemampuan rahasia yang dapat memprediksi datangnnya bahaya?


"Tuan Louis, bisakah aku meminta bantuanmu? Tolong selamatkan penduduk desa selagi saya membereskan satu hal!" Rafiel membuat aku tertegun sejenak.


"Apa yang terjadi?" Saya berusaha untuk memahami situasi namun Rafiel justru terlihat semakin panik, bahkan sedikit ada rasa cemas yang terlihat jelas di wajahnnya.


Rafiel terlebih dahulu keluar dari dalam ruangan bahkan sebelum mendapatkan jawaban dariku.


Aku benar-benar bingung dengan situasi yang kami hadapi.


Apakah tidak ada seorangpun yang bersedia menjelaskannya kepadaku?


"Tuan Louis, apa yang sebaiknnya kita lakukan?" Carla menatap saya dengan khawatir.


"Tetaplah berada di dalam, sementara aku akan mencari tau apa yang sedang terjadi di tempat ini!"


***


Tubuhku mematung sejenak begitu saya berdiri di atas bangunan tertinggi yang ada di desa Ritress.


Saya menemukan, ada lebih dari ratusan pasang mata telah menatap kami dari empat penjuru sekaligus dengan membawa banyak peralatan perang.


"Apakah ini semacam invasi mendadak dari kerajaan lain?"


Saya mempertanyakan kemunculan ratusan makhluk bukan manusia, mulai dari Lizardman, goblin, orc bahkan senjata-senjata tempur seperti balista ikut mengepung setiap sisi desa sehingga tidak membiarkan satupun jalur yang ada untuk bisa digunakan warga mengungsi.


Aku pernah mengalami situasi serupa di dalam game, namun tidak secepat yang terjadi sekarang ini.


Menurut salah satu alur cerita, setelah Protagonis diselamatkan oleh tuan putri memang akan terjadi sebuah pertempuran di dalam kota jika karakter utama menerima ajakan untuk mengikuti sang putri dan setuju untuk bersama-sama pergi ke kota selanjutnnya.


Disinilah letak kesalahan pertamaku.


Cerita tidak akan berakhir dengan kemenangan karakter utama, protagonis terpaksa dihadapkan dengan kenyataan pahit yang mengerikan ketika kekalahan mereka sudah di depan mata karena sebuah pengkhianatan, sekaligus ini adalah salah satu ending terburuk yang pernah kudapat selama memainkan game ini.


"Jangan sampai kesalahan pertama terulang kembali! Kali ini aku harus menyelamatkan orang terdekatku dengan cara apapun!"


---------