Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 29 - Qwenne



Eh? Memanggil langsung tuan putri dengan namanya? Apakah dia yakin dengan itu.


"Um ... Tentu saja, bukankah kita adalah teman sekarang?" Qwenne mengangukan kepala, dia lebih polos dari yang pernah saya perkirakan.


Seorang teman, ya? Seingat aku sejak tiba di dunia ini, ini adalah pertama kalinya seseorang mengatakan itu. Aku memikirkanya sekali lagi, kemudian menerima hubungan tersebut.


Menjadi teman seorang putri? Kurasa itu tidak terlalu buruk.


Setelah pertemuan yang menegangkan, kami kemudian pergi dari ruangan singgasana lalu berjalan melewati lorong istana.


Itu setidaknya terlihat sangat mewah, bahkan dinding tembok seperti dilapisi dengan emas.


Ngomong-ngomong, setelah semua kejadian ini ... Apakah ada sesuatu yang saya lewatkan?


Begitu aku memikirkanya, memang, saya memiliki Satu Hal yang hampir dilupakan!


"Carla ... Aku pikir dia akan sangat khawatir sekarang!" Itu dia! Astaga, kenapa saya bisa selupa ini? Begitu aku tanpa sengaja membuat kata tersebut keluar dari mulutku, reaksi sang putri tentu berubah menjadi penasaran.


"Apakah dia adalah teman anda? Mengingat itu mirip seperti nama perempuan, mungkinkah ..." Hohoho ... Apa yang dipikirkan sang putri sampai dia menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Ah, itu ... Bisa dibilang kami lebih mirip seperti kakak beradik." Ya, aku pikir demikian. Meskipun kami tidak memiliki hubungan darah, aku tetap akan mengangapnya sebagai adik perempuan sendiri untuk bertanggung jawab karena sudah membelinya.


***


"Aku kembali ..."


"Tuan ... Akhirnya ..."


Whops ... Apakah saya sudah membuat dia menangis karena aku tiba-tiba menghilang?


Setelah sampai dipenginapan, begitulah perlakuan yang kudapat begitu pandanganku bertemu dengan setengah manusia dihadapanku.


Dia langsung datang ke arahku, memberikan saya sesuatu yang jarang sekali aku dapatkan. Betul, itu adalah sebuah pelukan hangat!


dan ...


"Hmph!" Apakah hanya 'Hmph' yang dia katakan untuk menyambutku? Kupikir mungkin nona Rafiel juga khawatir kepadaku, dan sepertinya saya sudah membuatnya cukup kesal dengan kepergianku secara diam-diam.


"Itu memang benar, setidaknya pikirkan perasaan calon istri anda ini! Setelah dia tidak menemukan anda berada didekatnya, Carla begitu panik sampai menyalahkan dirinya sendiri lalu ..." Rafiel menjelaskan dengan nada yang terdengar emosi, itu setidaknya membuat wajah Carla memerah seperti tomat.


"Ah, tolong jangan katakan itu lagi ... Emmm, aku ..." Serius? Apakah Carla malu untuk mengakuinya?


Yah, saya memang pantas mendapatkannya, itu akan membutuhkan waktu bagi kami untuk berbaikan.


"Whoah ... Memang benar, gadis ini terlihat sangat manis ... Sangat mirip dengan anda!" Hm ... Kenapa dia malah mengikutiku sampai ke penginapan? Dan, kenapa dia seenaknya membuat Carla berada dipelukanya?


"... Um ... Ini?!" Berjuanglah! Carla meronta sekuat tenaga, seberapa keras dia berusaha, itu tidak mampu melepaskanya dari pelukan tingkat ... Yah, aku pikir Qwenne bahkan lebih mengerikan dari Nona Rafiel dalam hal ini.


"Louis, siapakah gadis ini?"


"Saya adalah, Qwenne Leyna Wesifield. Anda bisa memanggilku Qwenne ..."


"Nama ini ... Anda adalah seorang tuan putri?!" Itu wajar, siapapun pasti tidak akan menyangka ada seorang sepenting dia berada dipenginapan.


Rafiel langsung melirik ke arahku, kurasa dia berniat menutut penjelasan dari kejadian ini.


Aku tidak memiliki pilihan, selain menjelaskanya.


Itu akan menghabiskan waktu tidak singkat ... Baik, kita mulai dari saya yang ditangkap di acara pelelangan ...


***


"Setelah ini, aku harap kita bisa berteman ... Nona Rafiel, dan Adik Carla ..." Qwenne menyesap teh yang ada di gelas, saya tahu itu akan membuat dua gadis yang berada di sisi lain meja terlihat agak gugup.


"Uhm ... Seperti itulah, kejadianya. Selanjutnya, aku akan pergi ke medan perang untuk menebus kesalahanku. Dan mengenai keputusan bergabung atau tidaknya kalian, sebenarnya aku tidak ingin melibatkan Nona Rafiel dan ... Carla dalam semua ini." Benar, ini akan cukup berbahaya, lagipula saya tidak bisa sepanjang waktu melindungi keduanya. Jadi, saya membiarkan mereka untuk memilih.


"Bagaimana anda bisa berfikir demikian? Bukankah nyawa ini adalah hasil pemberian tuan muda Louis karena sudah menyelamatkanku saat kadal itu hampir membunuhku?" Rafiel memberikan jawaban pertama.


Apakah itu adalah semacam niat untuk membalaskan dendam? Saya merasa Nona Rafiel serius akan hal ini. Sepertinya penyerangan di Ritress membuat hatinya tergerak untuk melindungi penduduk yang menjadi korban dari perang tersebut.


"S-saya juga! Bagaimanapun anda adalah tuan saya, masalah tuan adalah masalah saya juga." Carla menyusulnya dalam beberapa detik kemudian.


Serius? Bahkan Carla juga memberikan jawaban serupa? Berarti dengan ini, semuanya sudah sepakat akan bersama-sama mengusir Lizardman yang menduduki wilayah selatan Wesfield?


***


"Apa! Yang benar saja! Raja mengampuni bocah sialan itu dari hukuman?!" Pernyataan sang putri beberapa waktu yang lalu ternyata membuat seseorang tidak terima begitu saja dengan hasil keputusan tersebut.


Tentu, orang yang paling membenciku tidak lain adalah Genric yang kemudian menendang meja di hadapanya, itu bahkan membuat perabotan di atasnya mengalami kerusakan parah setelah membentur lantai dengan brutal.


Tubuh para pelayan terlihat gemetar karena takut. Ini bukan pertama kalinya mereka dalam situasi yang sama, jadi mereka paham betul apa akibat jika salah satu dari mereka salah menangani situasi.


"Tuan muda ... Ini adalah perintah langsung dari yang mulia ... Kita tidak bisa menentangnya." Prajurit pelapor memberanikan diri untuk menenangkan pria dihadapanya.


"Aku tidak peduli itu perintah raja atau siapapun! Yang penting adalah ... Kenapa dia bisa mendapatkan kepercayaan untuk melawan monster itu?!"


"Bukankah ini baik? Bisa saja orang itu terbunuh di medan perang?"


"Itu ..." Genric berfikir sejenak, "Sepertinya itu tidak terlalu buruk." Setelah puas dengan komentar bawahanya, dia meminta informasi tambahan.


"Oh, saya juga mendengar. Louis ini membawa dua perempuan ke istana setelahnya dia meninggalkan ruang pertemuan, satu kira-kira berusia 10 tahunan dan satunya lagi adalah mungkin terlihat dewasa ... Dua puluhan mungkin?"


"Apa maksudmu mereka adalah kekasihnya?"


"Bisa dibilang demikian, apakah ..."


"Ini akan sangat menyenangkan."