
"Jadi, maksudmu desa itu diselamatkan oleh seorang penyihir?" Di depan seorang gadis, terlihat ada seorang pria tua duduk di sebuah kursi megah.
Mirip seperti singgasana.
"Benar ... Kejadian itu memang benar-benar terjadi dan saya sudah memastikannya sendiri dengan mendatanginnya."
"Oh, jadi begitu, ini memang berita yang mengejutkan."
"Benar, andai saja saya memiliki kesempatan untuk menemuinnya ..."
"Hohoho ... Sepertinnya ada yang sedang jatuh cinta."
Pria tua itu tersenyum mengejek, secara spontan membuat wajah sang gadis memerah.
"A-apa yang ayahanda katakan ... Bagaimana mungkin, aku menyukai-"
"Kesampingkan soal itu, sepertinnya ada sesuatu yang harus kumintai bantuanmu kali ini."
"Apa itu?"
"Menangkap kelompok pembuat masalah di kota."
***
Pada waktu berikutnnya, saya memutuskan kembali ke penginapan sambil menunggu hari menjadi gelap.
Itu pasti akan terasa membosankan, saya memutuskan menggunakan waktu yang ada untuk beristirahat.
[Nama: Rie. Usia: 15 tahun. Profesi: Pemanah. Ras: Elf]
Hm ... Sepertinya skill "Identification" ku menemukan hal yang menarik.
Tepat setelah sebuah kereta kuda melintas melewatiku, saya melihat, seorang gadis bukan manusia dibawa pergi menuju arah berlawanan dari tujuanku.
Dia dipasangi kalung di leher serta tangannya diikat rantai yang membuatnnya sulit untuk melepaskan diri.
Aku berfikir dia sudah diperbudak. Saya memutuskan untuk tidak terlibat dan melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Ngomong-ngomong, apa yang dilakukan Carla dan Nona Rafiel sejak aku pergi dari penginapan?
Tepat setelah saya sampai di penginapan lalu mulai menuju ke ruanganku, terlihat seseorang sudah menungguku di balik pintu.
"Selamat datang, tuan ..."
"Aku kemba ... li ..."
Eh?! Apa-apaan ini? Kenapa Carla memakai pakaian pelayan?
Aku memandangi sejenak, menemukan gadis dihadapanku tampak sangat manis mengenakan pakaian tersebut. Dan yang lebih membuatnnya terlihat menggemaskan, adalah wajahnya yang memerah.
"Um ... Tuan?"
Aku canggung, tentu saja. Ini adalah pertama kalinnya saya melihat seseorang mengenakan seragam pelayan menyerupai kostum maid, apalagi yang memakainnya adalah gadis imut dihadapanku.
Ngomong-ngomong, dari mana dia mendapatkannya. Mungkin dari pelayan di penginapan? Hm? Sepertinya bukan. Saya tiba-tiba larut dalam pikiran tersebut, sampai sedikit melupakan sesuatu.
"Jadi ... Apakah tuan tidak menyukainnya?"
Oh tidak, aku sempat mengabaikannya!
"Ah! Bukan seperti itu. Kau terlihat cocok memakainnya! Ya, aku sangat menyukai penampilan barumu. Itu membuatmu terlihat cantik!"
Huft ... Beruntung aku tepat waktu mengatakannya. Tapi, jika dilihat-lihat lagi ... Kenapa pendapatku ini membuat Carla semakin gugup?
"Carla?"
"Ah, Um ... Itu ..."
Saya tanpa sadar menelan ludah, sepertinnya Carla berniat mengatakan sesuatu tapi kesulitan saat mencoba berbicara.
"Bisakah ... Tuan ... Tidur ... Dengan ..." Carla menundukan kepala, mengatakan itu sambil memainkan jari tanganya.
"Hm?" Aku kesulitan mendengar apa yang dikatakan Carla. Itu secara mendadak membuatnnya panik.
"Ah! Begini! Tentang dimana anda akan tidur ..."
"Aku akan tidur di lantai. Tentu saja, kau dan Nona Rafiel boleh mengambil ranjang itu untuk ..."
Eh? Apa ada yang salah, mengapa aku melihat ada perubahan di wajah Carla, seperti terlihat marah.
"Hm? Apa maksudmu aku tidak boleh berada satu ruangan dengan kalian?" Saya bertanya, namun itu justru membuat Carla mengembungkan pipi.
"Tidak! Jangan lagi!"
"Apa maksudmu?" Aku mengerutkan dahi, tentu dipenuhi banyak pertanyaan di dalam pikiran.
"Bagaimana bisa, anda tidur diluar sementara saya berada di dalam ruangan yang nyaman dan hangat!"
"Aku tidak bisa melakukannya, bagaimana mungkin saya akan tidur di ranjang yang sama dengan seseorang yang sudah kuanggap sebagai adik sendiri?"
Benar, saya merasa itu keputusan yang baik. Lagipula, saya merasa Carla belum cukup usia untuk ... Aku menepis pikiran tersebut, kemudian menggelengkan kepala mencoba membuatnnya mengerti, lalu ...
"Aku tidak keberatan ..."
"Apa?"
"Pokoknya, anda harus tidur seranjang dengan saya sekarang!" Itu yang dikatakanya setelah beberapa menit kami berdebat.
------
Terimakasih bagi yang sudah memberikan dukungan. Dan bagi yang belum, tolong luangkan waktu untuk memberikan like ya.