Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 18 - Rencana Pertama



Pada akhirnnya kami tidur di ranjang yang sama.


Aku menoleh ke samping dan menemukan dua perempuan tertidur di dua sisi yang berlawanan.


Sungguh, saya merasa ini hanya mimpi.


Sebelumnya, Rafiel mengatakan kepadaku, bahwa dia juga tidak keberatan untuk berbagi tempat tidur.


Aku tentu menolaknya. Namun sebelum saya berhasil melakukanya, dia terlebih dahulu mengatakan hal yang mengejutkanku seperti "Apakah anda berencana membuat gadis itu sedih? Dia rela memakai pakaian itu hanya demi menghibur majikanya ..."


Apakah Carla benar-benar melakukan semua ini hanya untukku?


Saya pikir, Carla adalah orang yang sulit untuk didekati. Bahkan ketika saya berbicara dengannya, gadis itu seperti tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah gugupnya, seperti menggangapku sebagai orang asing.


Aku bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak karena terlalu fokus kepada mereka berdua, setidaknnya malam ini akan terasa sedikit berbeda.


"Baiklah ... Karena mereka sudah tertidur ..."


Aku memegang pergelangan tangan Carla, tentu bukan untuk melakukan hal yang aneh. Saya berusaha melepaskan diri dari pelukan tingkat tinggi dari dua perempuan tersebut.


"Hm ... Tuan ... Saya ..."


Sepertinnya Carla mengatakan sesuatu. Akan tetapi setelah dilihat lebih teliti lagi ... Apakah dia melakukannya sambil tertidur?


Saya tidak menanggapinya kemudian mencoba keluar dari ranjang, tepat saat seseorang memegang salah satu lenganku.


"Ah, tuan ... Jika anda berubah pikiran, saya bersedia melakukan ini ... Dan itu ... dengan tuan ..."


Apa-apaan ini? Sebenarnya mimpi apa yang mereka alami?


Saya memutuskan untuk tidak mencari tahu karena itu bukan hal yang bisa saya pahami.


Aku kemudian beranjak dari ranjang untuk mempersiapkan peralatan tempur, dan tidak lupa membangunkan seseorang.


"Drag, ayo!"


***


Saya menggunakan skill "identification" untuk memahami situasi.


"Ada dua. Ah, tidak! Mungkin beberapa orang yang menjaga pintu masuk," Drag menyipitkan mata, dia terlihat seperti memikirkan sesuatu.


"Oh, apakah kita akan menyusup diam-diam?"


"Tepat sekali," Drag masuk ke dalam kantong pakaianku kemudian kami mendekati gerbang gedung.


Bertanya-tanya kenapa tidak ada penduduk kota yang terlihat ... Mungkin karena mereka takut diserang oleh bandit. Maksudku, bisa saja mereka menjadi sasaran target perampok selanjutnya jika berkeliaran di malam hari.


Saya berhenti memikirkannya saat salah-satu penjaga menatap ke arahku.


"Hei, bocah! Apakah kau mengetahui tempat apa ini?" Dia yang pertama menanyakan itu, sambil memelototiku dengan wajah garangnnya.


"Aku mengetahuinnya, dan saya juga memiliki uang untuk dibelanjakan, terserah apa yang saya ingin lakukan untuk apa anda peduli?"


Pria tadi tampak terkejut, tentu karena mendengar perkataanku yang mirip seperti anak dari keluarga kaya yang menggunakan harta orang tua demi hiburan.


Meskipun mereka tidak mengira akan menemukan orang sepertiku berada di acara pelelangan, namun aku merasa pria tadi tidak mempertanyakan lebih jauh.


Baiklah, karena rintangan pertama sudah kuselesaikan. Saatnnya untuk memulai rencana selanjutnnya.


***


"Whoah ... Tempat apa ini?"


Saat saya baru menginjakan kaki ke dalam, aku langsung melihat keramaian.


Di dalam, bangunan ini terlihat besar, luas dan mewah.


Ternyata di ibu kota ada tempat seperti ini. Saya bahkan bisa mengatakan ini mungkin bisa mengimbangi luas istana kerajaan Wesfield?


"Apakah ada yang bisa saya bantu, tuan? Sepertinnya anda baru pertama kali mampir?" Seorang gadis muda menunjukan senyuman ramah, sepertinnya dia adalah pekerja di tempat ini.


"Um ... Saya baru sampai di ibu kota beberapa waktu yang lalu. Dan dari informasi warga sekitar, saya mungkin bisa menemukan sesuatu yang menarik disini."


"Anda datang pada saat yang tepat, saya menawarkan agar tuan menikmati segelas minuman sebelum kami memulai pelelangan."


Sepertinnya pelayan tidak menyelidiki tentang status sosialku. Dari sikapnnya, dia seperti menghormati setiap pelanggan yang datang, asalkan memiliki uang.


Saya memutuskan menerima tawaran sambil mulai memesan sesuatu ...


------