
"Jadi ... Bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi kepadaku?"
Aku menatap tajam makhluk kecil bersayap yang berada dihadapanku. benar, saya menuntut penjelasan dengan cara saya sendiri.
Setelah korban dari pencurian percaya aku adalah pemilik Drag ... Betapa luar biasanya dia memarahiku sampai saya harus menundukan kepala mewakili Drag untuk meminta maaf.
Lalu, untuk kekacauan, beruntung saya tidak diminta mengganti rugi dan hanya disuruh merapikan saja.
Itu semacam menyusun rapi vas-vas bunga yang jatuh, membersihkan lantai yang kotor, serta memperbaiki taman. Tunggu dulu, itu adalah pekerjaan pelayan di istana ini! Bukankah aku adalah tamunya? Kenapa saya ... Wah, itu melelahkan, stamina aku terkuras karena hal ini.
Kembali ke topik. Tidak merasa bersalah, Drag justru malah sibuk mengunyah buah yang tersusun rapi dalam sebuah piring di atas meja dan pada kunyahan terakhir, dia menggerutu kesal. Heh? Seharusnya saya yang merasa demikian! Mengapa?
"Itu karena, Kau! Yang sudah meninggalkanku sendirian di penjara! Dan, membuatku kelaparan!" Jadi, karena aku pergi tanpa membangunkanya terlebih dahulu, kejadian ini terjadi? Tidak bisakah dia tidak berbicara sambil makan?!
Dan, untuk kelaparan, apakah prajurit tidak membawakan makanan untuk Drag? Emmm, tunggu dulu, cukup aneh penjaga menaruh makanan di penjara yang kosong. Itu karena hanya aku yang diketahui menghuni tempat tersebut sebelumnya, dan karena saya sudah dibebaskan, jadi ... Yah, wajar saja Drag bersikap seperti itu.
"Maafkan aku."
"Emmm ... Aku akan melupakan itu, sebaiknya kau menyediakan buah lebih banyak, karena-"
"Tidak, sepertinya kita kehabisan itu!" Saya mengatakan kebohongan yang sebenarnya terdengar mencurigakan.
Cukup! Saya sudah dibuat kesal mendengar hal yang sama berulang-ulang.
Bukankah dia sudah makan banyak? Menurut hasil penghitunganku, dia setidaknya sudah menghabiskan ... Lima piring besar berisi buah-buahan! Bukankah Drag sudah terlalu rakus?
Aku sebelumnya berharap agar perutnya segera menolak untuk menampung apel tambahan, jadi, saya tidak perlu repot untuk meminta pelayan mengambilkan itu, lagi dan lagi.
Ternyata, Drag tidak puas dengan semua ini dan terus menuntut untuk memenuhi keinginanya.
Sudahlah, aku terlalu lelah mengurusi ini, jadi saya hanya mengatakan, "Selamat malam! Besok pasti kau akan mendapatkan lebih!" Kemudian tertidur dengan lelap tanpa memikirkan hal lain setelahnya.
Tanpa aku sadar dalam jangka waktu beberapa jam setelahnya, malam sudah berganti menjadi pagi hari, waktunya bangun!
***
"Sudah pagi, ya?"
"Um ... Selamat pagi Nona Rafiel, sepertinya kita harus segera menemui Tuan Louis ..."
Carla setelah mengganti piyama, kemudian keluar dari dalam ruangan untuk mencari keberadaanku.
Hmm, apakah dia lupa menanyakan lokasi kamar saya? Itu menjelaskan tingkahnya yang kebingungan.
"Yah, sepertinya kita harus berpencar untuk menemukanya ..." Rafiel dengan malas menyusul Carla, tanganya masih berada di depan mulut, dan sepertinya dia terlihat menguap karena mengantuk.
Tapi, entah kenapa, mungkin karena masih terlalu mengantuk atau bagaimana, Rafiel dengan santai mendorong bagian punggung gadis tersebut sehingga membuatnya melangkah menuju ke sisi koridor lain, sementara dia pergi ke arah berlawanan, sebelum mengatakan, "Berjuanglah!"
Tidak punya pilihan lagi, Carla segera melakukan pencarian seorang diri.
Dia tidak mengetahui, bahwa ada dua sosok misterius yang sedang mengawasi mereka pada menit sebelumnya. Itu mengenakan zirah, dengan penutup kepala berwarna gelap. Siapakah dia?
***
"Arghh! Kumohon ... Lepaskan ..."
"Diam! Dasar bocah yang tidak tahu diri! Kau tau berapa banyak atasan kami membayar untuk melakukan kejahatan ini?" Sungguh, itu terdengar menyeramkan untuk dilihat.
Seorang pria dengan luka di wajahnya. Senyuman kejinya tersebut sukses membuat tubuh Carla gemetar karena takut, beserta wajahnya yang terlihat pucat.
"Um ... T-Tunggu ... Jangan, Uhm ..." Carla membalikan wajah karena sesuatu sudah menyentuh dagunya. Stop! Apa yang coba dia berbuat?!
"Hei! Hentikan itu! Apakah kau ingin kepalamu dipenggal oleh Klien kita? Dia tidak mengizinkan siapapun untuk menyentuh gadis ini!"
"Hmph! Kau selamat hari ini, lihat saja bagaimana kami akan memperlakukanmu setelah dia tidak membutuhkanmu lagi."
"Ya ... Aku juga menantikannya ... Hehehehehe!"
---
Terimakasih Kepada
1. Fuji Wara
2. Abraham Yonathan
3. Wawan Jepara
4. Qannn
5. Wildan Al audy
6. Jack Smith
7. ABDUL AZIS
Kalian bisa memberikan saran, komentar, ataupun kritik. Karena dengan memberikan salah satu diantara ketiga hal tersebut, itu bisa membuat saya mungkin dapat menemukan kekurangan dalam cerita ini. Sehingga, saya akan berusaha untuk memperbaikinya.
Sekali lagi, terimakasih karena sudah memberikan like, juga vote, saya sangat terbantu dengan itu. Dan ... Bagi yang belum, ayo luangkan waktu untuk memberinya!