Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 37 - Pertarungan (2)



"Aku memang belum ahli dalam hal ini, tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk bisa mengalahkanmu! Ah, tidak, saya pasti akan melakukannya!" Apakah ada yang aneh? Saya melihat para gadis di atas sana seperti terkejut karena satu hal.


"Bwahaha! Anda yang seorang penyihir menggunakan pedang untuk bertarung?" Dirk tertawa lepas! Yap, itu memang tidak biasa bukan? Seseorang yang dikenal sebagai penyihir pahlawan menggunakan senjata untuk melawan musuhnya.


Jika saya mendengarnya pun juga kurang lebih akan merasa demikian. Tapi itu sungguh benar-benar berlebihan, apakah dia menggangap ini sebagai bahan tertawaan?


Oh, aku mengetahuinya, dia menganggapku terpaksa menggunakan pedang karena tahu aku sudah tidak memiliki kesempatan menggunakan sihir?


Maksudku, dia merasa ini adalah semacam akhir dari pertarungan untuk kemudian menemukan pemenangnya?


Hmmm ... Tertawalah sepuasmu, karena kesalahan pertamamu adalah mengira lawanmu ini adalah orang lemah!


"Aku berharap kau tidak menyesali tindakanmu yang sudah menimbulkan cukup banyak celah untuk menyerang ..." Ya, setelah keseluruhan kalimat tersampaikan, tubuhku langsung menghilang.


Semuanya terjadi begitu cepat, Dirk bahkan tidak sempat untuk melacak keberadaanku. Man, aku sekarang berada tepat di sebelahmu.


"Kena kau!"


Begitu Dirk mengayunkan senjatanya yang besar ke satu arah, ups ... Saya berbohong, dan tiba-tiba tubuhku langsung berada di sisi berlawanan dari serangan.


"Dasar penipu! Kau tidak akan!" Itu berhasil membuatnya terkejut, tiba-tiba saya menampakan diri di belakang tubuhnya, lalu dengan tangan sudah mengayunkan sebilah pedang.


Saya pikir, itu adalah saatnya untuk melakukan, "Rasakan ini!" Dan, sebuah tendangan mendarat tepat setelah pedangku menunjukan ketajamanya untuk pertama kali.


"Arghhh !!!"


Saya berhasil, itu langsung memberikanya sebuah tebasan. Benar, sebuah goresan cukup besar sehingga mampu membuat darah mengalir deras dari bagian punggungnya.


"Whoah! Kerja bagus Tuan Louis!"


"Itu membuatnya terluka cukup parah!"


Dari sebagian penonton, kejadian itu seperti sudah hampir membuat jantung mereka berhenti berdetak. Jujur, itu hanyalah jurus berpedang biasa yang saya tiru dari sebuah game yang pernah aku mainkan sebelumnya.


Dan ini adalah pertama kalinya sejak direinkarnasi aku sudah melukai seseorang sampai separah ini. Maksudku, karena dia bukan goblin ataupun monster itu membuatku merasa sedikit bersalah melakukanya.


"Yang benar saja? Dia hampir tak terkalahkan sebelumnya, bagaimana bisa orang itu membalikan keadaan?" Genric menaikan alis, adalah sebuah hal yang mengejutkan melihat serangan pertamaku begitu tepat sasaran.


"Arghh, kau ... Dasar ..." Apa yang coba dia katakan? Dirk seperti ingin marah tetapi luka di punggungnya membuatnya menatapku dendam. Telapak tanganya sudah bergerak untuk menutupi luka, tapi itu tidak sanggup menjangkau bagian punggungnya. Bertanya-tanya apa yang sedang dilakukanya ...?


"Itu beregenerasi?"


"Bagaimana bisa!"


Reaksi penonton melihat pemandangan ini sungguh mengejutkan, itu termasuk saya yang saat ini menatap tidak percaya dengan apa yang aku lihat.


Aku penasaran, apa yang akan terjadi jika melawan seseorang yang secara alami memiliki tubuh semacam itu? Hanya ada satu penjelasan dari semua ini, dia benar-benar bukan penjahat berbahaya seperti julukanya jika tidak sanggup menampilkan pertunjukan seperti demikian.


"Bagus! Kalahkan dia!" Genric membuat Dirk semakin liar menatap saya.


Hei! Hei! Ini adalah semacam pertarungan, jadi wajar jika ada salah satu  yang terluka. Aku tidak mengerti kenapa dia berekspresi demikian, tapi itu benar-benar mengganguku.


"Baik, jika ini yang kau inginkan. Maka saya tidak perlu menahan menggunakan ' Fireball Explosion' ku untuk mengalah-"


"Mati saja kau!" Dia langsung bergerak maju? Itu konyol mengingat saya bisa melakukan sesuatu untuk menghentikanya.


Dan mengenai jarak, bisa dibilang Dirk sudah sangat sibuk dengan pemulihan sampai tidak mengetahui saya berada pada tempat yang cukup aman menggunakan sihir.


"Serang dia, bola api kecil ..." Sebuah rentetan bola api mulai mengincar tubuhnya mulai dari seukuran segenggam kepalan tangan.


Itu melesat melebihi kecepatan angin biasa, lalu kemudian bersamaan menciptakan ledakan besar setelah berhasil membentur target.


Ugh, pandanganku kemudian tertutup oleh sesuatu. Sial, saya tidak pernah memperkirakaan efek dari ledakan akan membuat seluruh arena diselimuti kabut.


Menebak, apakah itu bisa membuatnya mati terbakar? Itu tidak sepenuhnya meleset, sampai ... Sebuah tangan tiba-tiba menangkap leherku. Apa yang terjadi?


"Kali ini, akan aku potong tubuhmu menjadi beberapa bagian lalu aku akan mempertontonkan kepalamu yang sudah terpisah dari-" Cukup, saya sudah tidak bisa mendengarnya, karena ... Ini ... Sudah ... Membuatku hampir kehabisan nafas ...


Jawaban dari pertanyaanku sudah jelas tepat setelah tubuhku perlahan terangkat dari tanah, kurang lebih saya sekarang berada dalam situasi yang dimana seseorang dengan luka bakar membuatku secara perlahan kehilangan kesadaran.


Sial! Leherku, dia sudah memeganginya dengan sangat rapat, sampai tidak benar-benar membiarkanku memberikan perlawanan yang berarti. Hanya menggunakan satu tangan, dia bisa melakukan semua ini?


Aku harus memikirkan cara untuk membutnya melepaskan ... Tunggu, mungkin pedangku bisa melakukanya.


Saya mengarahkan ujung pedang menuju pergelangan tangan lawan. Seperti yang aku duga, itu mendapatkan hambatan ketika sebuah tangan lain mencoba untuk menghentikanya.


"Rencana yang cukup bagus ... Tapi ini adalah akhir bagimu, nak! Aku akan menghabisimu, dengan begitu kebebasan akan menjadi milikku!" Itu benar, setidaknya gambaran yang aku dapat setelah dia berhasil memenangkanya tentu adalah ...


Tidak! Pemandangan itu begitu mengerikan, aku tidak rela dia direbut oleh seseorang yang akan merusak kehidupanya. Jangan pesimis, Louis, pikirkan cara lain dari permasalahan ini. Bagaimana kau akan menepati janji jika dirimu tidak berhasil keluar dari masalah ini?


Satu hal yang benar-benar terpikirkan di kepalaku adalah sebuah rencana gila, sebuah hal yang mempertaruhkan nyawa.


Tapi saya berniat menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk menang, meskipun kemungkinanya kecil. Aku tidak mempunyai pilihan, saya tidak ingin semuanya berakhir seperti keinginan Dirk.


"Majulah! Bola api, Meteor fireball, aku memberikanmu perintah! Untuk menghantam kami dengan kekuatanmu!" Hahahaha, saya sungguh merasa bodoh melakukan semua ini. Ini sungguh soal keberuntungan, yang dimana kemungkian selamatnya sangat nihil.


"Apa yang kau lakukan?! Kau ... Dasar tidak waras!!!" Dirk salah tingkah menghadapi semua ini. Yang berarti dengan tubuh besarnya, dia yang paling kemungkinan besar menerima serangan untuk pertama kali.


"Ugh ..." Saya kemudian terjatuh dengan posisi leher sudah mendapat kebebasanya, aku pikir Dirk lebih sayang nyawa karena memilih untuk lari.


Tapi semua terlambat, sampai ledakan besar menghempaskan kami seperti gelombang air tsunami yang menyapu arena, tapi yang menjadi perbedaanya adalah, itu setidaknya mendekati kata, "sangat panas."


Sangat panas hingga membuat pandanganku perlahan memudar, lalu diikuti sebuah suara yang memperdengarkan seseorang yang sedang meneriakiku.