Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 34 - Hampir Berkelahi



"Ahh, akhirnya anda datang, Tuan Louis ..."


"Maaf sudah membuat Tuan Putri menunggu terlalu lama ..."


Aku baru sampai, ternyata Tuan Putri langsung menyambut kedatanganku dengan senyuman hangatnya. Itu setidaknya membuatku mengetahui bahwa kedatanganku tidak terlalu terlambat, dan ... Sepertinya dia tidak sendirian.


"Hmph!" Setidaknya, orang yang menatapku sambil berkata demikian untuk saat ini hanya ada satu kemungkinan.


Ya, dia sekarang mendekatiku sambil memasang wajah dengan ekspresi merendahkan, tentu tidak lain adalah, Tuan Muda Genric yang menantangku untuk berkelahi.


"Apa yang kau lihat! Oh, aku tahu, kau mungkin ingin memohon kepadaku agar nyawamu diampuni bukan? Tidak terlambat untukmu melakukanya sekarang ..." Genric mengatakan itu sambil matanya menuju ke arah bawah. Apa dia semacam menyuruhku untuk berlutut?


"Aku tidak akan-"


"Whoah ... Siapa wanita ini? Kekasihmu?"


Genric sudah berada di samping seseorang yang sebelumnya bersamaku. Apa dia sedang menggoda Nona Rafiel? Melihat tingkahnya saja sudah membuatku kesal. Dan, Nona Rafiel terlihat cukup tidak nyaman dengan sikap Genric.


"Asal kau tahu saja, aku akan melupakan kejadian ini jika kau memberikan wanita itu untukku! Aku akan memperlakukanya dengan baik di atas ranjang nanti ... " Hahahaha ... Begitulah dia tertawa setelahnya, begitu selesai mengatakan hal tersebut tepat di hadapanku.


Cukup! Ini sudah keterlaluan, sudah cukup dia membuatku merasa gagal melindungi Carla, kali ini tidak akan aku biarkan dia menyakiti orang terdekatku lagi.


"Aku menantangmu, jika Tuan Muda Genric berani mengatakan hal semacam itu lagi, maka ..."


"A-apakah anda ingin melakukanya dengan cara sulit?" Genric berbicara dengan bahu agak gemetaran, itu tidak lain karena sebuah pedang sudah hampir menyentuh lehernya.


Tepat sekali, aku hampir membuat kepalanya terpisah dengan tubuhnya jika dia tidak segera diam.


Saya setidaknya tidak ingin memperburuk suasana, begitu nyawa tuanya terancam, sekitar sepuluh prajurit dengan zirah mengelilingi saya sambil menghunuskan senjata masing-masing.


Gawat, jika terjadi pertarungan, maka itu akan membuat 2 orang melawan sekitar sepuluh pengawal pribadi Genric. Saya kalah jumlah disini, dan sepertinya level mereka juga cukup tinggi, sekitar mendekati angka seratus.


Meskipun demikian, saya yakin mampu mengalahkan mereka. Jika seandainya pihak Genric terlebih dahulu memulai serangan, maka aku pasti akan membalas mereka dengan skill mematikanku.


Baik, aku sudah menyiapkan Raja Waktu, untuk saat ini. Itu membuatku cukup aman jika mereka tiba-tiba menyergapku.


Lalu ...


"Berhenti! Bukankah kita sudah sepakat untuk menyelesaikanya lewat pertandingan?" Wow, sebuah suara mampu membuat kami membisu. Apakah itu adalah Tuan Putri yang sedang mencoba untuk menetralkan suasana?


"Apa-apaan ini? Tuan putri, apa yang kau lakukan?!" Genric berbicara sambil terlihat kesal, tentu dia tidak menerima tindakan sang putri.


"Tolong dengarkan ini, Tuan Genric, tidak ada yang mampu menghentikan Tuan Louis menyelamatkan adiknya. Sebaiknya, anda segera membebaskannya, karena ..."


"Oh, jadi dia benar-benar menyukai setengah manusia itu?"


Dari oborlan tersebut, itu mendatangkan sebuah hal yang mengejutkan.


Itu mirip seperti ...


Tiba-tiba saja, aku menemukan seseorang dengan tangan dan kaki diikat semacam rantai dibawa oleh seorang yang terlihat seperti ksatria dari atas tempat penonton.


"Carla!"


"Hahahahaha !!! Menarik, sungguh menarik, ternyata kelemahanmu ada pada gadis itu!" Genric tertawa lepas. Dia terlihat lepas kendali pada saat mengatakan itu. Apakah Genric sungguh menginginkanku menderita? Dengan cara seperti ini?


Aku mulai berfikir, semuanya tidak akan semudah kelihatanya. Memang, ada sedikit hal yang menggangu di dalam pikiranku ketika Genric tiba-tiba mengadakan pertandingan ini.


Tentu, hal yang terfikirkan olehku adalah membuat saya membatasi kemampuan dengan menyandera Carla. Maksudku, pada pertarungan, dia sengaja membuatku menahan diri agar kalah. Bukankah demikian?


"Tenang saja, dia tidak akan berani berbuat buruk kepada adik Carla. Selain itu, ternyata Tuan Genric berani menyuruh bawahanya memasang benda itu di pergelangan tangan Carla! Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja ..."


Aku setuju dengan perkataan Tuan Putri, saya segera membuat Genric agar kami bisa segera memulai pertarungan.


"Hm? Apakah aku pernah mengatakan ingin melawanmu?"


Qwenne menaikan alis, pernyataan Genric sudah membuatnya salah tingkah, "Apa maksudmu? Bukankah sudah jelas, anda meminta Tuan Louis bertarung denganmu, kenapa-"


"Ahh, sepertinya anda salah paham ... Bukan aku yang menjadi lawannya, melainkan ..."


Itu ... Besar sekali. 


Begitu Genric mengatakan hal yang kemudian membuat tempat disekelilingku tiba-tiba bergetar, ternyata penyebabnya sungguh diluar dugaanku.


"Hmmm ... Apakah dia yang menjadi lawanku? Bocah ini terlihat lemah ..." Yang benar saja, apakah dia bisa disebut manusia?


Coba lihat, ukuranya yang setinggi itu, dengan badannya yang begitu besar. Saya yakin dia bukan hal yang bisa diremehkan.