Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 25 - Pertemuan Pertama



"Apakah tidak ada yang mencoba untuk memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi?"


Saya pikir, semuanya berjalan dengan baik. Aku mendapatkan item yang saya cari dan satu anggota party tambahan.


Sungguh, aku tidak mengharapkan hal lain dari itu, namun ...


"Anda adalah laki-laki yang membeli elf ini untuk dijadikan budak?" Sebuah suara yang membuat saya agak merinding.


Pemiliknya adalah seorang pria berusia sekitar 50 tahunan. Aku rasa perkiraan saya tepat, dari penampilanya dia seperti seorang atasan yang membawahi sekitar puluhan orang di dalam ruangan ini.


Semua orang sangat hormat kepadanya. Bahkan dari pengamatan saya, mungkin hanya pria itu seorang yang memiliki sebuah kursi besar yang menjadi tempat duduknya di tempat ini.


"Err ... Begini ... Aku ..."


"Bicara yang jelas, apa kau tidak mengetahui siapa yang berada dihadapanmu?!" Seorang pria berseragam militer membentak saya, dia adalah salah satu dari puluhan orang di dalam ruangan.


Jujur saja, aku merasa keberadaanku di sini sangat menggangu bagi mereka.


Maksudku, setelah saya dibawa oleh pria misterius. Tebak apa yang mereka lakukan setelahnya? Saya diancam untuk berlutut, semacam memberikan hormat kepada pria tua itu dan pada saat menemuinya, aku disambut dengan tatapan sinis para penonton.


"Um ... Itu ... Sebenarnya saya berbicara dengan siapa?" Aku menjawabnya, tidak salah lagi, itu membuat pria berseragam militer salah tingkah.


"Lancang! Anda bahkan tidak mengenal Paduka Gavard?!"


Paduka Gavard?


Jadi, pria mirip kakek berusia 50 tahunan itu adalah seorang raja? Eh ... Tunggu dulu, saya baru mengingat sesuatu!


Saat diriku menjadi target penangkapan, mereka memang membawa saya ke dalam sebuah bangunan paling megah di ibu kota, itu mirip seperti gedung, ah ... Aku rasa itu sebutan tidak tepat. Coba lihat saja, sebuah rumah besar dilindungi oleh dinding kokoh yang mengelilinginya, aku pikir itu sebuah kastil.


Ya, tidak salah lagi!


Saya berada di dalam sebuah istana! Tepat sekali, kalau dipikir-pikir ... Sebuah istana yang terletak di ibu kota, biasanya dimiliki oleh siapa?


Hm? Tunggu dulu, kenapa saya bisa sesantai ini setelah mengetahui hal penting.


Sebelum saya benar-benar merasa terjawab, Drag tiba-tiba menarik salah satu lengan saya lalu mengatakan beberapa kata dengan suara kecil seperti, "Louis ... Dia ... Benar ... Seorang Raja ..." Lalu, "Yang dia katakan benar! Kau ... Berada dihadapan sang raja ..."


"Whoah! Raja?!" Aku menjerit panik, dari semua kejadian yang saya alami di dunia ini, ini yang paling mengejutkanku. Apakah itu alasan pria berseragam militer membentak saya? Pria militer tersebut yang sudah merasa tindakan saya keterlaluan langsung menghampiriku.


Apakah dia berniat untuk memberikan sebuah pukulan? 


Tepat sekali, dia sudah mengambil sikap ancang-ancang dan lenganya sudah bergerak ke arahku! Jadi dia serius melakukanya?


"Berhenti!" Kepalan tangan yang mengarah tepat ke kepalaku tiba-tiba terhenti dalam jarak relatif cukup dekat dari pipi saya, sebuah suara mampu menghentikannya.


Saat saya menoleh ke belakang, tepat ke pemilik bunyi yang sudah menyelamatkanku, muncul seorang gadis.


Dia terlihat masih belia, kira-kira di dunia lamaku dia seusia dengan gadis sekolah menengah.


"Tuan putri!"


"Beliau kembali!"


Whoah ... Mereka langsung memberikan hormat, jadi gadis penyelamatku adalah seorang tuan putri?


"Dia adalah karakter utama perempuan di dalam game yang pernah kau mainkan itu, apa kau tidak mengenalinya atau mungkin kau lupa?" Drag memberitahukan, hal tersebut membuat saya membisu selama beberapa detik, sampai aku ...


"Bagaimana mungkin? Kupikir kami tidak akan pernah bertemu lagi!"


Yah ... kurang lebih cerita game akan seperti itu, juga itu adalah ending terburuk jika sang putri gugur di medan pertempuran. Um, ngomong-ngomong saya pernah gagal melindungi putri saat bermain game ini dulu, jadi saya harus lebih berhati-hati agar kejadian yang sama tidak terulang.


"Qwenne, aku puas dengan hasil pekerjaanmu hari ini."


"Terimakasih ayahanda ..."


Mereka berdua seperti melakukan pertemuan resmi, sebaiknya saya menunggu giliran untuk berbicara.


Tapi ini bisa menjadi kesempatanku untuk mendengarkan secara diam-diam, semacam menguping pembicaraan.


Kita lihat apa yang menjadi permasalahannya ...


***


Begitulah, dari yang saya dengar lewat telinga ini, semuanya masuk akal untuk diterima.


Pertama, aku sudah dianggap sebagai penjahat karena sudah membeli Rie di acara pelelangan. Dan sepertinya ada semacam perjanjian khusus antara kerajaan wesfield dengan klan elf untuk tidak saling mengusik kedamaian di wilayah masing-masing.


Jadi dengan kata lain, jika berita mengenai elf diperbudak tersebar di setiap sudut kerajaan, maka saya bisa saja menjadi target pasukan elf atau bahkan lebih parah lagi bisa memicu konflik.


"Itu memang benar, dia sudah berani menyerangku! Saya berharap dia dihukum berat!" Dia berhasil membalas saya, akhirnya aku mengetahui kenapa semua berjalan begitu mudahnya.


Di samping raja sudah berdiri seorang pria berbadan gemuk dengan tangan dan kepala diikat semacam kain perban.


Serius ... Bahkan aku tidak ingat serangan semacam itu bisa membuatnya terluka begitu parah.


Yah, semua di dalam ruangan pasti sudah mengenalnya, termasuk saya. Dia adalah anak Duke yang baru-baru ini bermasalah denganku, Tuan Muda Genric.


Dia sengaja tidak muncul di acara terakhir, lalu tanpa sengaja melihat rombongan putri menuju ke tempat pelelangan, kurang lebih seperti itu kejadianya, setelahnya dia dengan cerdiknya memanfaatkan sang putri untuk dilibatkan dalam rencana pembalasan dendamnya, sungguh pemikiran diluar perkiraanku.


"Hukum dia!"


"Habisi orang ini!"


"Beraninya menyerang salah satu keluarga terhormat di kerajaan ini!"


Apa-apaan semua ini? Setengah dari penonton berharap saya dihukum mati? Aku tidak menyangka Genric sanggup membuat banyak orang berpihak kepadanya.


"Um ... Mengenai itu, aku sudah memikirkan hukuman bagi penjahat ini ..." Raja hampir selesai membuat keputusan.


Bagaimana ini? Apakah saya harus menggunakan sihir untuk kabur dari istana? Ah, tidak, itu terlalu beresiko karena mungkin aku bisa tertangkap lagi. Bertanya-tanya seberapa hebatkah setiap orang di dalam ruangan ...


[Nama : Wiliam. Profesi : Pendekar Pedang level 700. Penyihir level : 10]


[Nama : Genric. Profesi : Pendekar Pedang level 30. Penyihir level : 2]


[Prajurit, Level : 60]


[Jenderal, Pendekar Pedang Level : 350]


Apakah raja memang sehebat itu? Berarti dia lebih hebat dariku di profesi pendekar pedang namun bukan tandinganku di profesi penyihir?


Saya harus memikirkan cara lain, seperti berusaha untuk membela diri. Oh tidak, saya bahkan lupa bahwa mereka tidak membiarkanku untuk melakukannya.


"Kurung dia, besok pria ini harus dihukum mati karena hampir membuat kerajaan bermusuhan dengan klan elf!" Raja sudah bertitah, aku tidak memiliki kesempatan jika dia sudah mengatakan itu.


Sial, aku bahkan belum sempat berpamitam kepada Carla dan nona Rafiel, dan diam-diam pergi, aku pikir mereka akan sangat khawatir dengan keadaanku. Semoga saja keduaanya tidak mencariku sampai ke istana.