
"Uhm ... Apa yang?!" Saya menemukan tubuh saya dalam posisi tertidur di tempat terakhir saya berada.
Benar, aku pasti tanpa sadar telah tertidur setelah membacakan dongeng untuk Carla pada malam itu.
Bertanya-tanya apakah Carla sudah bangun ... Oh, sial! Dia masih tertidur di dalam kereta! Dan kami berdua sepertinnya tanpa sengaja tidur bersebelahan.
Harus sesegera mungkin keluar atau akan timbul kesalahpahaman.
Kepercayaan sulit untuk didapat, saya mengetahuinnya, bahwa akan cukup sulit untuk mendapatkan kepercayaan setelah aku dicurigai mengambil kesempatan disaat Carla tertidur dan...
Ahh, Tidak! Tidak! Memikirkannya saja sudah membuat kepalaku sakit.
"Um ... Tuan ... Jangan ..."
Saat aku larut dalam pikiran, sebuah suara menenangkanku untuk sesaat sebelum saya menemukan pemiliknnya.
"Ca ... Carla?!"
Saya mencoba untuk menjauh tapi tidak berhasil.
Ini tidak baik ... Kedua tangan Carla memeluk tubuhku, sementara setengah bagian kepalannya sudah berada di atas perutku yang membuat saya kesulitan untuk mengambil tindakan.
Kalau dipikir-pikir lagi, apakah ini ... TEKNIK PELUKAN TINGKAT TINGGI VERSI CARLA?!
Satu-satunnya yang terlintas di dalam pikiranku untuk situasi ini adalah ... Tidak ada cara untuk bisa keluar setelah terjebak di dalamnnya!
Yah ... Saya anggap ini sebagai akibat karena sudah merepotkan Drag, saya tidak menyangka akan secepat ini menerimannya.
"Ngomong-ngomong ... Apakah dia masih tertidur?"
Saya memandangi wajah gadis polos dihadapanku, dia terlihat sangat imut saat tertidur dan itu membuatku tanpa sadar mengusap pipinnya yang lembut.
"Uhm?" Carla membuka matannya, tepat saat aku melakukan itu. Mata kami bertemu, membuat keheningan di pagi itu.
Whoaah! Gawat! Ini sangat buruk! Saya mengacaukannya. Apa yang akan dipikirkan Carla saat menemukan ada seorang laki-laki di sampingnnya ketika bangun dari tidur? Aku mencoba tersenyum, seolah-olah tidak ada yang terjadi.
"Ehe ... Selamat pagi ..."
"Ah! Tuan, ini ..."
Gawat, dia menyadarinnya. Habislah aku ...
"A-aku..."
Dia akan mengatakannya, bahwa Carla akan sangat membenciku setelah kejadian ini. Aku rasa ini adalah akhir dari kisahku yang sangat ingin menjadi kakak yang baik.
Kurasa tidak semudah itu melakukannya. Saya tanpa sadar telah mengacaukannya.
Ngomong-ngomong, apakah aku masih bisa mendapatkan adik sepertinnya lagi di masa depan?
"Sangat ..."
Gawat, dia hampir menyelesaikan kalimatnnya. Saya kemudian bersiap untuk memberikan penjelasan, semoga Carla memaafkanku.
"Aku sangat menyesali tindakanku! Mohon maafkan saya karena sudah bersikap tidak pantas!"
Baiklah! Aku menerimannya! Saya memang tidak pantas menjadi kakak yang baik!
Eh?! Tunggu dulu!
"Apa yang kau katakan ... Bukankah aku yang seharusnnya meminta maaf?" Saya kebingungan, tentu karena perkataan Carla.
"Tidak! Ini adalah salahku, karena sudah membuat tuan berada di sisiku sampai pagi ..."
Oh, jadi begitu, aku mengerti ... Carla merasa tidak enak hati karena sudah membuat saya repot-repot menjagannya semalaman.
***
"Dari tadi aku tidak melihat mereka ... Apakah terjadi sesuatu?" Bola mataku mengamati setiap area tempat dimana saya sedang mencari keberadaan Rafiel dan Drag.
Aku penasaran dengan keadaannya.
Maksudku, apakah Drag akan baik-baik saja jika saya meninggalkannya seperti itu?
Yah ... Seekor naga dengan kemampuan misterius sepertinnya, apakah perlu dikhawatirkan?
Aku berjalan beberapa meter dari kereta, tempat saya menemukan Drag tergeletak di tanah.
"Akhirnnya! Bebas dari wanita gila itu! Aku akan membalasnnya karena sudah berani memperlakukanku seperti boneka! Dasar, apakah dia tidak bisa bersikap lebih sopan, beraninnya dia-ugh!"
Drag menjerit saat saya menangkap tubuh kecilnnya, dia tidak berhenti meronta berusaha melepaskan diri dari pegangan.
"Wahh! Lepaskan aku! Aku hanya bercanda! Tolong jangan membuatku menderita lebih dari itu! Kumohon!"
Apa-apaan dia?! Bagaimana mungkin dia berfikir saya akan melakukan itu.
"Ini aku, Louis!" Saya berusaha menenangkannya, dari tingkahnnya aku langsung menyadari bahwa dia pasti mengalami kesulitan sebelumnnya.
"Um ... Kau ..." Tepat setelah Drag melihat wajahku, dia memberikan sebuah pukulan keras yang membuat saya termundur beberapa langkah.
"Ough ... Itu sakit! Apa yang kau-"
"Seharusnnya aku yang marah! Kenapa kau memperkenalkanku dengan wanita gila itu?!"
Saya memalingkan muka, tidak memikirkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.
"Lupakan tentang itu ... Bukankah tujuan kita adalah pergi ke kota besar untuk mengambil sebuah item yang hilang?"
"Hmph! Kau benar! Itu memang penting! Lebih penting dariku!"
Sekarang apa lagi? Saya menghela nafas, sepertinnya Drag benar-benar marah kepadaku.
"Aku minta maaf, apakah itu cukup?!"
"Hm ... Karena kau sudah mengatakan itu, aku memaafkanmu, untuk saat ini. Ya ... Hanya kali ini."
"Baiklah, kalau begitu bisakah kita kembali ke topik pembicaraan ..." Aku tersenyum, melihat wajah Drag saat marah merupakan hal yang langka bagiku.
Drag hanya memalingkan muka sambil sesekali menatap ke arahku lalu menghela nafas.
"Aku bisa merasakan keberadaannya ..."
"Apakah kau bisa memberitauku dimana tempatnnya?"
"Sayangnnya, hal tersebut sangat sulit dilakukan untukku, namun beda cerita jika kau memiliki sebuah kemampuan untuk melacaknnya."
Aku memutar otak, memikirkan solusi dari masalah tersebut.
Sebuah kemampuan untuk mencari barang yang hilang? Apakah aku memilikinnya ...
"Bagaimana jika aku menggunakan Sklill 'Search' ku untuk menemukannya!"
"Hm? Itu ada batasnnya ... Kau pikir seluruh dunia berada dalam jangkauanmu? Skill yang kau sebut itu hanya bisa menjangkau wilayah sampai seratus meter saja, tidak lebih!"
"Jadi, apa kita tidak memiliki cara lain?"
"Tentu saja kita memilikinnya, hanya saja aku tidak terlalu yakin tempat tersebut menjadi lokasi gelang itu berada ..."