Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 10 - Meninggalkan Desa



"Apakah anda yakin akan meninggalkan desa sekarang?"


"Anda adalah penyelamat kami, setidaknnya tuan muda bisa tinggal selama beberapa hari sebelum berangkat."


Eh, apa-apaan ini? Bagaimana mungkin para warga sudah mengetahui identitas dari penyelamat desa secepat ini?


Tidak! Tidak! Aku yakin ada yang membocorkannnya.


Aku menoleh ke arah samping, tepatnnya melirik tajam seorang perempuan disebelahku sebelum menghela nafas.


"Maafkan saya, bagaimana mungkin saya bisa menyimpan rahasia besar ini seorang diri."


Lututku terasa agak lemas begitu Rafiel memberikan jawaban masuk akal sambil tersenyum.


Apakah dia tidak mengetahui bahwa saya tidak memiliki niat untuk menjadi pahlawan?


"Kalau begitu apa boleh buat, setidaknnya anda harus menerima bayaran yang setimpal karena sudah susah payah membantu kami."


Kepala desa memberikan kantong kulit seukuran tangan orang dewasa, bahkan lebih besar dari perkiraanku.


Saya menerimannya lalu mengintip isi dari kantung tersebut melalui lubang kecil di atasnnya.


Sepertinnya ada banyak uang didalam, dan dari bentuknnya ... Apakah semua ini koin emas?


"Saya tidak bisa menerimannya, uang ini terlalu banyak bagiku. Lebih baik anda menggunakannya untuk membangun kembali desa ..."


"Sungguh orang yang sangat murah hati. Namun kami akan merasa lebih senang jika anda menerimannya."


Menerimannya, ya?


Memang tidak ada salahnnya untuk mengambil uang tersebut, mengingat baru-baru ini saya hampir kehabisan koin setelah banyak menggunakannya untuk biaya perjalanan.


"Baiklah, aku akan mengambilnnya ..."


[1000 keping koin emas berhasil didapatkan]


[Total kekayaan saat ini : 1001 keping koin emas]


Muncul sebuah persegi transparan saat aku menyimpan kantong kulit. Oh, aku lupa mengatakan bahwa saya mendapatkan kemampuan baru.


[Notice Diaktifkan]


Dengan ini aku tidak perlu menghitung secara manual lagi untuk mengetahui jumlah uang saya saat ini.


Sederhanannya, setiap kali saya mendapatkan penghasilan ataupun benda berharga maka aku akan mendapatkan pemberitauhan mengenai laporan jumlahnnya.


Ini mirip seperti tanda peringatan saat pemain akan kehabisan mana di dalam game, kemampuan tersebut juga menerapkan sistem serupa.


Saya tiba-tiba mendapatkannya setelah meningkatkan sebagian besar level profesiku, dan sepertinnya aku masih pemula dalam menggunakannya.


[Identification didapatkan]


Hm? Sepertinnya saya tidak ingat pernah membeli skill yang satu ini.


Dari namannya, apakah itu semacam kemampuan agar membuat kita bisa membaca level kemampuan lawan? Mungkin saya bisa mencobannya.


Aku memulai dari target yang cukup dekat dengannku.


[Nama : Rafiel Shaquenna]


[Profesi penyihir : Level 100]


[Jenis kelamin : Perempuan]


[Usia : 50 tahun!]


"Apa yang-?!"


Ini tidak mungkin benar, bukan? Atau ada kesalahan saat aku menggunakan skill tersebut untuk mengungkap identitasnnya? Maksudku, apakah Nona Rafiel benar-benar sudah setua itu dari penampilannya?


"Tuan Louis? Apakah ada sesuatu yang ingin anda katakan tadi?" Rafiel terlihat cemas, mungkin karena tingkahku yang agak berlebihan.


"Ah, ti-tidak ... Aku hanya bergumam, tidak lebih ..." Ada apa denganku? Saya merasa sikapku ini sudah bisa disebut mencurigakan.


"Tuan, apakah saya bisa mengumpulkan setiap zirah dan senjata yang dibawa goblin untuk disimpan di kereta?"


Saya membalikan badan dan menemukan Carla memegang lengan bajuku saat berbicara.


***


"Terimakasih atas kebaikan anda, semoga perjalanan tuan berjalan dengan lancar sampai ke tujuan ..."


Kepala desa menundukan kepala begitu saya memutuskan pergi dari desa.


Dia begitu senang saat aku memberikan sebagian hasil jarahanku untuk dibagikan kepada penduduk dan setelah aku periksa kualitas senjata-senjata tersebut, saya cukup terkejut karena kebanyakan adalah senjata kelas menengah.


Yah ... Saya tidak pernah berfikir untuk menyimpannya seorang diri. Lagipula tempat penyimpanan di kereta kami juga ada batasnya.


"Ngomong-ngomong, sepertinnya aku harus mengucapkan terimakasih karena kau sudah membantuku hari ini ..."


Saya melihat, Drag bahkan tidak peduli dengan ucapanku dan terlihat sibuk dengan kebiasaannya, yaitu tidur tanpa beban di sampingku.


Aku tersenyum serta mencoba untuk membiarkannya beristirahat sejenak, itu pasti cukup melelahkan baginnya.


Pandanganku kemudian jatuh ke arah gadis dibelakangku yang mendadak terlihat panik.


"Carla, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu. Ini mengenai caramu mengetahui keberadaan mereka ... Bisakah kau menjelaskan tentang kemampuanmu itu kepadaku?"


"Um ... Itu sebenarnnya adalah kemampuan khusus yang saya miliki sejak kecil."


"Kemampuan khusus?"


"Benar, semacam pendengaran jarak jauh yang memungkinkanku mendeteksi bahaya penyerbuan dengan sasaran suara langkah kaki, dan hanya aktif saat ada pergerakan mencurigakan."


Dengan kata lain, Carla masih bisa membatasi penggunaan kemampuan tersebut agar tidak menggangu waktu tidurnnya ataupun kegiatan lain?


Namun, jika aku mengingat jauh lagi, bukankah cukup sulit untuk mengetahui kedatangan musuh mengingat di dalam desa ada begitu banyak orang berkeliaran?


Mungkin Carla memiliki sesuatu yang bisa membedakan hal tersebut.


Itu masih menjadi misteri bagiku.


"Apakah setiap manusia setengah hewan memiliki kemampuan yang sama seperti yang kau miliki?"


"Um ... Itu dipengaruhi bakat sejak lahir dan hanya satu dari ribuan ras setengah manusia yang memilikinnya. Bagi kami, ini adalah sesuatu yang sangat langka. Jadi, sudah menjadi rahasia umum bahwa kami akan selalu menjadi sasaran utama musuh, dan berakhir diperbudak oleh ..."


Saya mengelus kepala Carla, sepertinnya aku sudah membuatnnya untuk menjelaskan terlalu banyak hal.


"Ngomong-ngomong, apakah kau masih bisa menggunakannya untuk melacak keberadaan sisa pasukan monster? Kita tidak akan pernah mengetahui kapan mereka akan menyerang lagi ..."


"Um ... Saya akan mencobannya ..."


Telinga Carla agak berkedut setelah saya meminta permintaan tersebut kepadannya. Itu mengingatkan saya akan teknologi radar di dunia lama saya.


Ngomong-ngomong, aku baru mengetahui bahwa Carla memiliki telinga yang mirip dengan seekor rubah, atau lebih menyerupai hewan lain, mungkin kelinci?


"Uhm ... Ini?!"


Apakah dia mulai menemukan sesuatu? Dari reaksinnya sepertinnya tidak salah lagi.


"Ada sesuatu yang bernafas di bagian penyimpanan kereta, tepatnnya di dalam kotak kayu! Saya yakin itu adalah makhluk hidup!"


Apa?!


Sebelum aku berhasil menjangkau pedang di balik jubah, tiba-tiba saja ada sesuatu yang bergetar dari tempat yang sebutkan oleh Carla.


"Ah, sepertinnya tempat persembunyianku terungkap."


Seorang penumpang gelap?


Saya mendengar, suara itu mirip dengan salah satu kenalan saya, atau kami berdua hanya salah menangkapnnya?


Aku menyuruhnya untuk segera menampakan diri karena saya tidak bisa menghancurkan barang hanya demi memaksannya keluar.


Sosok itupun mengikuti instruksiku dan perlahan memperlihatkan wujudnnya.


Seorang perempuan? Ah, dari penampilannya ... Orang ini sangat tidak asing dari carannya tersenyum, dan wajahnnya mengingatkanku dengan seseorang yang baru saja saya temui ...


Tunggu sebentar! Apakah mungkin dia adalah ...


"NONA RAFIEL?!"