
"Tuan Louis ... Apakah anda yakin bisa mengalahkanya?" Qwenne membisikan itu kepadaku.
Tunggu, apakah dia mengkhawatirkanku? Itu membuatku mengangukan kepala menjawab pertanyanya.
"Anda bisa mempercayakan semua ini kepadaku, saya yakin bisa mengalahkanya, meskipun ini akan terasa cukup merepotkan untuk menghadapi petarung sepertinya ..." Benar, itu tidak salah lagi.
Di dunia lamaku, saya pernah mendengar tentang beladiri yang selain mengandalkan teknik berpedang, kadang-kadang ada yang memanfaatkan postur tubuh mereka untuk
mengintimidasi lawan.
Sama seperti kasus saya saat ini, itu bisa dibilang seperti pertarungan gajah melawan semut. Ya, saya adalah semutnya disini, dan dia adalah gajahnya. Itu mungkin terdengar mustahil bukan, untuk berhasil menumbangkanya?
"Tuan Louis ..." Rafiel kemudian mendatangiku, sekaligus ikut khawatir. Tetapi saya langsung memberikan sebuah janji, yaitu akan memenangkan pertarungan.
"Sungguh, anda tidak sedang bercanda bukan?"
"Hmmm ... Bagaimana mungkin aku meremehkan lawan sepertinya, kau tahu, ini tentang strategi. Menurutku, tidak ada yang namanya pertahanan sempura, dia pasti memiliki sebuah kelemahan ..."
Benar, karena dalam pertarungan, selain mengandalkan tingkatan level, kadang-kadang aku juga perlu menggunakan otak ketika menghadapi lawan yang menyulitkan.
[Nama : Dirk. Profesi : Pegulat, level : 500.]
Wow, itu sungguh mengejutkanku. Ketika saya menggunakan skill 'Identification' untuk memastikan, ternyata memang benar dia sangat kuat, melebihi perkiraan saya.
"Baik ... Karena Tuan Louis sudah yakin dengan semua ini, kita akan memulai pertandingan-"
"Tunggu dulu, nona ..." Dirk membuat kalimat yang ingin Qwenne katakan terpotong. Dia sepertinya ingin mengatakan sesuatu, mungkin tentang pertandingan?
"Ada apa?"
"Aku hanya ingin memastikan, pria disana! Apakah kau bersungguh-sungguh akan membebaskanku dari penjara setelah bertarung denganya?" Kali ini, yang dimaksud oleh Dirk pasti adalah Genric yang sedang memasang wajah kesal.
Saya mungkin tahu penyebabnya, ternyata seperti demikian. Dirk adalah seseorang yang sebelumnya dikurung dengan alasan terlalu banyak membuat kerusakan, sepertinya dia adalah salah-satu dari banyaknya penjahat yang paling dianggap berbahaya di Wesfield.
Tapi tunggu, kenapa Genric bisa-bisanya menjanjikan itu kepadanya? Bukankah hal tersebut melanggar peraturan?
"Aku memang menahanmu karena kau sudah terlalu banyak membuat onar di wilayahku. Tapi jika kau berhasil menghabisi penyihir palsu tersebut, maka keluarga kami akan menggangapmu sebagai seseorang yang berjasa karena sudah membalaskan dendamku ..." Alasan macam apa itu? Heh, bukankah kau hanya akan membuat keluargamu kesulitan lagi setelahnya?
Aku tidak banyak berkomentar, namun saya akhirnya mengetahui seperti apa hubungan mereka yang sebenarnya dari pembicaraan tersebut.
Semuanya menjadi jelas sekarang, bisa dibilang Dirk berada di bawah tanggung jawab Genric. Itu tidak salah lagi.
"Jadi aku tidak perlu menahan diri untuk melawanya? Bagus ... Bocah, buat aku keluar dari masalah ini dengan kematianmu!"
"Maaf saja, tapi aku tidak berniat membantumu ... Karena saya juga mengincar kemenangan dari pertarungan ini ..."
"Hmph! Boleh juga, itu mirip seperti seseorang yang hanya bisa menggertak ..."
"Aku tidak hanya menggertak, kau tahu. Kemampuanku bukan hanya terbatas pada sihir, tapi juga ..."
Siang itu adalah pertarungan penentuan nasib kami, Dirk yang berusaha untuk bisa mendapatkan kebebasan sementara saya yang berjuang untuk menyelamatkan Carla. Pokoknya, kami mengincar kemenangan karena memiliki alasan masing-masing.
"Kalian akan bertarung di dalam garis lingkaran ini, jika ada yang keluar, terbunuh, hilang kesadaran ataupun menyerah, maka dia akan dianggap kalah ... Apakah kalian mengerti?" Seorang wasit menjelaskan itu setelah membuat kami berada di posisi masing-masing.
Whoah ... Sebuah arena raksasa dengan ribuan kursi penonton, itu mengingatkan saya pada colosseum romawi. Aku tidak memperhatikan ini sebelumnya, tapi kami benar-benar akan bertarung di tempat ini?
"Mulai!"
Eh? Apakah itu semacam tanda agar kedua pihak bisa memulai saling melancarkan serangan? Begitu aku memikirkan langkah pertama, Dirk ternyata tidak bergeming, seolah-olah sedang menunggu serangan datang ke arahnya.
"Uhm ... Ini sudah dimulai ... Apakah ..." Hanya untuk memastikan, wasit kembali mengingatkan.
Saya tahu itu, tapi aku juga dibuat bingung. Kenapa Dirk tidak menyerang padahal yang dibutuhkanya adalah mempersempit jarak untuk bisa memperbesar peluang menangnya?
Ngomong-ngomong, dia adalah pengguna senjata semacam balok kayu besar yang di ujungnya seperti dipasangi mirip paku runcing.
"Kenapa kau hanya diam? Bocah, apakah kau ragu untuk menyerang?"
"Aku pikir kau juga ragu menyerangku ..."
"Apa?!"
Wow, apakah saya sudah memancing emosinya? Hanya dengan kalimat tersebut saya sudah membuat Dirk memulai seranganya.
"Aku pikir ini adalah pertama kalinya aku menggunakanmu ..." Aku mengambil sebuah senjata baru, itu adalah pedang yang saya beli di acara pelelangan.
Setidaknya, aku ingin melihat sejauh mana kualitasnya lewat pertarungan ini.
"Ugh ... " Itu setidaknya masih membuatku terpukul mundur beberapa langkah ketika pedangku beradu dengan balok kayu Dirk. Sepertinya itu terlihat baik-baik saja, tidak ada goresan ataupun tanda kerusakan seperti patah yang terlihat setelahnya.
"Lumayan, aku akui kemampuanmu karena berhasil menahan itu ... Tapi ..."
Apakah dia berniat menyerang lagi? Tepat seperti yang kupikirkan, Dirk terus menyerang tanpa peduli keadaan sekelilingnya.
Setiap benturan mampu membuat lantai berlubang, apakah dia berniat menghabisiku hanya dengan mengandalkan serangan sembrono tanpa pandang bulu?
"Tuan Louis ... Bertahanlah ..." Carla mengatakan itu meskipun dengan suara yang tidak menjangkau telingaku, tapi saya bisa merasakan seseorang memberikanku dukungan.
"Kau pasti bisa! Tuan Louis, hajar dia!"
"Pahlawan Ritress tidak mungkin kalah!"
Qwenne dan Rafiel bergiliran meneriaki itu.
Terimakasih kepada penonton yang sudah memberikanku dukungan, tapi setidaknya kalian pikirkan sedikit bagaimana Genric menanggapi semua itu? Dia seperti kesal karena kebanyakan orang lebih mengharapkanku untuk menang.