Build An Empire With The Strongest Princess

Build An Empire With The Strongest Princess
Part 22 - Peringatan



Pertunjukan masih belum selesai, setelah saya berhasil memenangkan Raja Waktu, aku mengejutkan wanita pembawa acara dengan batu di tanganku.


"I-ini adalah permata asli?! Bagaimana anda memilikinya?" Aku sudah bisa menebaknya, siapapun pasti akan bereaksi serupa jika melihat ini, mungkin.


"Saya memiliki alasan untuk ini. Akan lebih baik jika anda tidak mencoba untuk mencari tahu ..." Aku menyembunyikanya, benar, bagaimana mungkin saya mengatakan benda itu didapat dari seekor naga.


Wanita tersebut mengganguk, sepertinya mendengarkan permintaanku.


"Kami membutuhkan waktu untuk memeriksanya, apakah anda keberatan?"


"Yah ... Selama itu tidak memakan waktu lebih dari satu jam-" Belum selesai saya berbicara, dia langsung pergi begitu saja dariku.


Bertanya-tanya apakah ada kemungkinan wanita tersebut berencana membawa kabur permata itu? Kuharap itu tidak akan pernah terjadi!


***


"Hei, bocah disana ... Bisa bicara sebentar?"


Uhm? Seseorang dengan zirah? Ada urusan apa?


"Maksud anda saya?" Aku menunjuk ke arah dadaku.


"Memang ada bocah lain selain dirimu disini?!" Wow ... Dia terlihat marah. Apakah saya ada melakukan kesalahan?


Saya memikirkannya sekali lagi, memang yang dia katakan itu benar. Dan jika saya perhatikan lagi, kebanyakan pengunjung berada di usia dewasa.


"Anda benar, jadi adakah yang bisa saya bantu?"


"Jawab ... Sepertinya dia datang bukan dengan niat berbicara baik-baik dengan kita ..." Drag berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar olehku.


Aku tahu itu, seorang pria berbadan kekar yang terlihat tidak ramah tersebut ada kemungkinan berniat memberiku semacam peringatan, mungkin dia dibayar untuk memberikanku pelajaran oleh tuan nya?


Untuk itu aku harus memanfaatkan hal ini agar bisa mendapatkan identitas orang yang sudah repot-repot melakukannya.


Dan benar saja, dia mengajakku ke tempat agak sunyi untuk berbincang-bincang. Bukankah ini sudah jelas? Saya merasa agak beresiko menunggunya menyerang untuk pertama kali, jadi ...


Baiklah, mungkin ini akan sedikit terasa sakit.


"Ugh ..."


Tubuh pria tadi sudah terbang setinggi beberapa meter setelah saya memberikannya satu tendangan yang mengarah ke atas.


"Arghh!"


Aku mendengar jeritan lagi setelah dia menghancurkan meja di belakangnya, ugh ... Itu pasti sangat menyakitkan.


"Um ... Itu ... Aku tidak ..."


"Oh, jadi begitu ... Anda tidak berniat untuk mengkhianati majikan anda bukan?" Saya mengeluarkan sebuah api kecil di telapak tangan, apakah kali ini aku berhasil menakut-nakutinya?


Maksudku, lihat saja, bagaimana pria itu menatapku seolah-olah sedang melihat monster? Apakah saya terlihat semengerikan itu?


Atau mungkin ... Sebelum aku mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut, pria tadi langsung mengambil tindakan.


"Mohon ampuni saya, aku masih memiliki seorang putri dirumah! Dia membutuhkanku untuk membiayai sekolahnya!" Seperti itu tindakannya.


Baik, karena dia bersedia membuka mulut, saatnya memulai menginterogasi ...


"Dia adalah Tu-tuan ... G-Genric ..."


"Aku tidak mendengarnya dengan jelas ..." Saya memastikan sekali lagi.


"Ah! Tuan Genric yang sudah menyuruhku melakukan ini ..."


Jadi begitu ... Sudah kuduga, memang dia pelakunya. Akan tetapi kenapa hanya mengirim satu orang untuk melawanku? Apa mungkin dia meremehkan kekuatan saya? Sepertinya demikian.


Aku membuat rangkaian pertanyaan, dan dia langsung menjawab semuanya.


"Apakah ada lagi orang yang berencana menyerangku diam-diam?"


"Ti-tidak ada ... Hanya saya saja yang diperintahkan!"


"Berapa dia membayarmu?"


"Se-sekitar 10 keping koin emas ..."


Hm? Itu harga yang cukup lumayan bagiku ... Karena dia sudah mengatakanya dengan jujur, saya berniat melepaskan orang ini.


"Anda sungguh akan melakukanya?"


"Apa aku harus mengulangi perkataanku?" Aku melihatnya sudah pergi tepat sebelum saya mengatakanya.


Saya merasa, dia mungkin tidak berniat menemui Genric setelah kejadian ini. Maksudku, jika Genric melihat bawahanya gagal melakukan misi, tebak apa yang akan diperbuatnya?


Oleh karena itu, aku tidak berencana melakukan hal yang berlebihan seperti membunuhnya.


Baiklah ... Karena masalah ini sudah selesai, saatnya kembali mengikuti acara.