
"Ummm ... Itu tidak boleh dilakukan, setidaknya sampai kita menikah ..." Wah, apakah dia baru saja mengatakan itu?
Tidak! Tidak! Ini tidak benar! Kenapa saya malah memikirkan imajinasi seperti itu? Uhm ... Mungkin karena aku terlalu terbawa suasana sampai bisa berfikiran demikian?
Saya hampir kehilangan akal sehatku setelah melakukan ini! Lihat saja, bagaimana Qwenne memandangiku setelahnya, kali ini dia tidak terlihat takut, semacam berusaha memberanikan diri untuk menatap kedua mataku.
"Aha ... Ma-maksud saya adalah ... Saya ingin memastikan satu hal! Ya, satu hal yang menurutku penting ..." Aku memalingkan muka setelah mengatakan itu, ini mulai terasa agak canggung, bukankah saya terlihat cukup aneh sekarang?
Sementara Qwenne masih kebingungan karena orbolan ini, Aku kemudian menanyakan ...
"Anda ingin mengetahui apa yang aku lakukan pagi ini?" Qwenne bertanya. Yap, itu dia, saya mendapatkan jawaban yang tepat dari pertanyaanku.
Kali ini aku akan serius, menghadapi seseorang seperti Genric sudah cukup merepotkan, apalagi jika harus bermusuhan dengan Tuan Putri. Aku harus menemukan siapa orang yang akan menjadi lawan, dan seseorang yang bisa aku sebut sebagai rekan.
"Tentu saja, mengurusi persediaan makanan, menyiapkan peralatan, mengatur jadwal keberangkatan dan ..." Qwenne tersenyum riang.
Hei! Hei! Apa-apaan ini, itu seperti kondisi dimana saya menerima serangan balik.
Itu terdengar menyebalkan, karena sekali Qwenne menjelaskan, dia seakan tanpa henti membuatku mendengar semua yang terlintas dalam pikiranya.
Persediaan makanan?
Menyiapkan kereta?
Apakah itu termasuk pekerjaanya? Bukankah dia memiliki bawahan yang bisa disuruh untuk mengerjakan hal tersebut? Cukup, baik! Saya paham! Anda bukan pelakunya, jadi ... Bisakah kau diam?
Begitu aku memintanya berhenti, dia melakukanya. Huft, akhirnya ini selesai.
"Lalu ... Setelah ini bisakah Tuan Putri mengatakan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan Carla kembali?"
"Tentu, pertama-tama Tuan Louis harus menerima tantangan pertarungan." Jadi ... Saya memang harus melakukanya, ya?
Bagaimana bisa ini terjadi? Seorang Tuan Putri sepertinya sampai harus setuju dengan hal ini ... Tunggu dulu, seseorang yang bisa membuat keadaan seperti ini mungkin bukan orang biasa.
Sepertinya aku sudah mendapatkan gambaran seberapa besar pengaruh Genric di kerajaan ini.
***
"Aku ingin mengatakan ini kepadamu, kenapa kau repot-repot melakukan ini? Bukankah masih ada cara lain untuk menyelamatkan gadis itu?" Drag mengatakan itu ketika saya sedang bersiap-siap menuju arena.
Memang benar, itu adalah pilihan lain untukku. Yaitu membebaskan Carla lewat sebuah penyerbuan. Sederhana saja, itu adalah sebuah rencana dimana aku langsung menyerang tempat dimana Carla dikurung. Bukankah itu terdengar terlalu nekat?
"Ngomong-ngomong, apakah kau sudah menggunakan Raja Waktu?"
"Arloji itu?" Aku mengambil benda yang dimaksud dari kantong jubahku.
Oh, aku hampir melupakan item tersebut, ternyata saya sudah bisa menggunakanya, ya? Tapi aku masih belum bisa menguasainya, atau dengan kata lain saya benar-benar belum memahami cara penggunaan item ini.
"Kau hanya perlu memakainya di pergelangan tanganmu, kemudian katakan ini dengan keras 'Aku memerintahkanmu, time, berhentilah!' kurang lebih seperti itu, kuharap kau bisa mengerti." Jadi demikian ... Drag menjelaskan dengan sangat teliti termasuk memberi sebuah contoh seperti langsung mempraktikanya, jadi aku bisa mempelajarinya dengan mudah.
Baik, aku pikir diriku sudah cukup paham! Sesuai instruksi dari Drag, aku mencoba menggunakanya.
"Aku memerintahkanmu! Berhentilah, time!"
Whoah ... Itu seperti baru saja selesai mengeluarkan sebuah suara jam dinding, mirip bunyi sebuah menara jam di dunia lamaku, tidak salah lagi.
Pada detik pertama, aku mulai menemukan perubahan di sekelilingku yang seperti semuanya berwarna abu-abu.
Itu memang bisa membuat benda disekelilingku berhenti, eh? Tunggu, bukankah perabotan di dalam kamarku bukan benda hidup?
Pada detik berikutnya, aku menoleh ke arah Drag setelahnya. Sungguh, dia terlihat seperti patung pada saat ini! Terlihat tidak bergerak, dan ekspresi wajahnya sangat sama seperti sebelum hal ini terjadi.
Setidaknya, semuanya berjalan sesuai yang direncakan. Aku berhasil menggunakan Raja Waktu, tidak lupa untuk ...
"Hm? Apakah ini sudah selesai?" Aku seperti baru saja tersadar dari sebuah lamunan, semuanya berakhir pada detik yang ke sepuluh, kurasa.
"Itu memiliki batasan penggunaan, jadi kau hanya memiliki satu kesempatan menggunakan Raja Waktu setiap 1 jam sekali ..." Jadi, arloji ini menggunakan sistem seperti itu? Aku harus lebih bijak menggunakanya, 10 detik itu berharga, dan waktu menunggunya yang terbilang tidak singkat juga menjadi masalah yang harus aku hadapi.
Tidak, sejujurnya saya mungkin bisa mengatasinya. Aku merasa yakin tanpa bergantung dengan item ini saya bisa memberikan perlawanan sengit kepada seluruh lawanku. Itu pasti!
Selesai mengambil pedang dan pergi menuju lokasi yang diminta, aku kemudian membawa Drag ikut bersamaku. Tidak lupa untuk mengunci pintu dan keluar dari kamar. Baik, sepertinya aku sudah siap sekarang!
"Tu-tunggu ... Tuan Louis ... Anda akan?" Seseorang memanggilku? Aku pikir siapa, ternyata yang memanggilku adalah Nona Rafiel.
"Oh, aku lupa untuk memberitaumu, bahwa Carla saat ini ditawan oleh seseorang. Dan aku akan menyelamatkanya jika berhasil memenangkan pertarungan." Aku hanya memberikan jawaban singkat, itu sepertinya masih membuat Rafiel kebingungan.
"Pokoknya, jika kau ingin mengikutiku, anda bisa melakukanya sekarang. Kau tahu, kita tidak memiliki banyak waktu saat ini, karena mereka pasti sedang menunggu kedatanganku ..." Jadi, saya langsung berangkat setelah membuat Rafiel mengikutiku.
Aku akan menyelamatkanmu, Carla. Saya akan membalas mereka hari ini juga!