Between Love and Mission

Between Love and Mission
Bab 33



Mata Aruna terkesiap sesampainya dihotel, dahinya mengernyit memandang danis.


"kenapa lagi?" tanya danis.


"ini juga reques kamu, jangan keterlaluan danis, kita kan bisa menginap dihotel biasa ga perlu mewah seperti ini" aruna mengambil nafas panjang.


"bukan, ini pilihan pak prayoga! Kita nikmati saja fasilitas ini aruna, ayo!" danis menarik tangan aruna kedalam hotel.


Sementara dibelakang mereka sudah ada pelayan yang sigap membawakan koper yang tak seberapa isinya.


"danis, aku takut dengan pak prayoga, bagaimana bisa dia mengeluarkan uang dalam jumlah banyak hanya untuk kita"


"aku kan karyawannya, mungkin memang royal terhadap semua karyawan, besok kalo aku sudah masuk kerja akan aku tanyakan kepada karyawan lain, tersenyumlah!! Kita sedang berbulan madu" danis merangkul pundak istrinya.


Kini aruna tersenyum dan menikmati honeymoonnya. Urusan Pak prayoga dipikirkan nanti saja.


Sampai dikamar aruna merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


"nyaman sekali" aruna merenggangkan ototnya.


Danis ikut merebahkan tubuhnya disamping aruna.


"aku tak menyangka bisa sampai jepang bersamamu, mungkin kau memang membawa rejeki aruna" celetuk danis.


"apa kau tau danis, kata orang beda istri beda rejeki" aruna tertawa.


Pandangan mereka beradu, aruna yang tadinya tertawa mendadak serius. Karena danis memandangnya dengan tajam. Aruna bernafas dengan cepat ada rasa gugup menyelimuti ketika danis mendekatkan wajahnya.


Paham apa maksud danis aruna memejamkan matanya, danis semakin mendekat, bibir mereka bersentuhan, saling mengecup dan *******. Baru kali ini aruna berciuman dengan sangat lama, bukannya menolak aruna malah menikmati setiap kecupan dari danis. Tangan danis memeluk erat tubuh aruna.


Ciuman terhenti ketika suara pintu kamar mereka berbunyi. Danis sedikit salah tingkah saat beranjak.


" sebentar aku lihatnya" ucap danis.


Aruna mengangguk kaku, melihat danis menuju pintu.


Sesaat kemudian danis kembali.


"ada apa?" tanya aruna.


"apa ini gelangmu aruna? Terjatuh diloby salah seorang pelayan melihatnya dan mengantarkan kesini"


"sini lihat" aruna menengadahkan tangan.


"oh iya ini gelang pemberian mama" ucap aruna sambil menerima gelang dari danis.


"aku lupa mengabari mama kalo kesini, bagaimana jika mama mencariku?" aruna tiba2 mengingat mamanya.


"jangan sedih kita bawakan saja oleh oleh" danis ingin membuat aruna ceria.


"danis, apa mama masih mencintai papamu? Jika kau yakin papamu orang yang baik kenapa mereka tidak menikah saja?" ucap aruna membuat danis kaget.


"memangnya boleh?" tanya danis.


"entah, aku sendiri kurang tau kalo secara agama besan saling menikah hahahaha" aruna tertawa.


"iya nanti kita cari tau, sama aruna aku juga tidak paham, apa yang membuatmu berubah? Bukannya kau tak menyukai papaku?" danis duduk dikasur mendekati aruna.


"aku egois danis, merampas kebahagian mama padahal mereka saling mencintai, aku tidak tau bagaimana sedihnya jika ada yang merampasmu dariku?" ucap aruna.


"oh jadi sudah mulai menyukaiku, masa hanya dengan ciuman bisa membuatmu takut kehilanganku" danis tersenyum menatap aruna.


"danisss!!" aruna melotot.


"sudah kau mandi sana, bersiap siap beberapa jam lagi toir guide akan mengajak kita ke tempat wisata pertama" danis mendorong bokong aruna.


"iya iya" ucap aruna menuju koper mencari handuk.


"maaf, kan aku baru ini ke hotel" ucap aruna, yang setiap bepergian memang membawa seluruh peralatan mandi.


"aruna, apa aku ikut mandi" ucap danis membuat aruna kaget.


"danis, jangan mulai ya" aruna berkacak pinggang.


"tapi habis mandi kita hmmm lagi ya?" tanya danis sambil mengisyaratkan tangan telunjuk dan ibu jari kanan kirinya didekatkan.


"gak!! Sudah tadi sudah cukup" aruna merona.


"cukup enak maksudnya" danis tersenyum menggoda istrinya.


Aruna memilih meninggalkan danis dan masuk ke kamar mandi.


Danis masih mengulum senyum, perasaannya juga tumbuh untuk aruna, Bulan madunya berhasil. Jika memang aruna jodoh yang dikirim Tuhan untuknya, danis berjanji dalam hati akan selalu menjaga dan membahagiakannya, dengan cara apapun. Lagipua aruna sekarang jauh lebih manis daripada awal mereka bertemu, dulu dimata danis aruna wanita yang kasar berhati batu dan primitif pemikirannya. Atau mungkin cinta yang merubah pikiran danis dalam memandang aruna.


****


"aku tak peduli bagaimanapun caranya, papa kirim aku ke jepang menyusul mereka pa?" ucap celine marah marah.


"celine, apa yang akan kamu lakukan! Kamu mau mengacaukan honeymoon mereka" ucap Prayoga.


"aku menginginkan danis pa" ucap celine tak tau malu.


"banyak lelaki diluar sana kenapa danis???" ucap prayoga.


"kenapa sejak adanya aruna papa tak lagi mengiyakan keinginanku, papa melupakan aku! " celine terisak mengeluarkan jurus jitunya agar papanya merasa bersalah


"apapun yang kau mau celine, katakan?? Asal jangan itu, aruna dan danis lebih dulu saling bertemu" prayoga berusaha membuat celine mengurungkan niatnya.


"aku yakin mas danis menyukaiku pa, mereka menikah karena terpaksa,tanya mama pa? Pa mereka hanya memanfaatkan papa, mereka hanya butuh uang papa, pernikahan mereka palsu"


Prayoga menatap putri yang selama ini selalu dituruti karena rasa bersalahnya, menjauhkan celine dari mamanya, tapi prayoga sangat mengenal celine. Meskipun prayoga belum bgitu mengenal aruna, dan kalaupun pernikahan danis palsu seperti yang dikatakan celine. Prayoga justru ingin pernikahan itu tak palsu lagi. Prayoga sangat mengiginkan kebahagiaan aruna.


Apalagi orang suruhan Prayoga yang menjaga mereka dari kejauhan sudah mengirimkan photo danis dan aruna, mereka terlihat suami istri sesungguhnya, bahkan satu kamar. Prayoga semakin yakin akal akalan celine.


"nanti kita bicarakan lagi kalo danis sudah pulang dari jepang ya, kita bicarakan bertiga" prayoga mengakiri obrolan mereka.


Prayoga meninggalkan celine dan beranjak pergi.


Celine membanting boneka yang ada dikamarnya.


"aku semakin membencimu aruna, mama ,papa semua lebih memperhatikanmu?"


***


Aruna sudah keluar dari kamar mandi, dan duduk disofa lalu mengeringkan rambutnya setelah keramas.


"aruna, belum juga tempur sudah keramas" ucap danis tengil sambil masuk ke kamar mandi.


Kali ini aruna tersenyum melihat tingkah konyol danis.


Aruna membuka selambu kamar, menatap cakrawala yang indah lewat kaca.


"mama seandainya mama ada disini, disamping kamarku dan danis, pasti mama juga akan bahagia melihatku sekarang, aku rindu sama mama, aku berharap mama juga merindukanku ma" tak terasa bulir air mata membasahi pipi aruna.


Sejak adanya celine, mamanya seakan mengabaikan aruna. Jangankan datang kerumah, menelpon arunapun sudah tak pernah.


"tapi benar kata danis, besok kan ada jadwal belanja, aku akan pilihkan oleh oleh terindah buat mama" aruna mengusap air matanya dan tersenyum.


Aruna kembali menutup selambu, dan merapikan pakaian yang akan dikenakannya nanti bersama danis menuju tempat wisata pertama.


Dalam hati aruna berharap perasaan danis untuk celine sudah hilang.