
Rey, Ersa, Kelly dan Amasa kini dihadapi situasi yang menyeretnya antara hidup dan mati.
Centaur dengan cepat berlari ke arah mereka dengan tangan kanan yang siap melepas tarikan busurnya kapan saja.
WUSHHHHH,
Panah api kembali dilepaskan dengan cepat, tetapi di arah yang jauh lebih dekat. Amasa mencoba berdiri didepan Rey untuk melindunginya, tapi Rey mencegahnya.
Rey menggunakan ilmu magis teleportasi, posisi Centaur bertukar dengan panah yang tadinya mengarah kepada Rey.
Menggunakan kaki kanannya, Rey menendang dengan tenaga yang kuat kepada Centaur yang tepat berada dihadapannya. Centaur yang menyadari Rey mengincar badannya, berhasil menahan tendangan kuat itu dengan tangan kirinya. Tetapi karena kekuatan tendangan Rey yang begitu kuat, ia tetap terpental namun kerusakannya tidak begitu vital.
"Kelly sebenarnya mahluk apa dia?."
"Dia mahluk siluman legendaris Centaur. Bersama leluhur kita ia ikut berjuang saat perang Abyss dimasa lalu, tetapi dari yang kuketahui ia bukan musuh manusia."
Jawab Kelly yang matanya tidak lepas dari pandangan ke Centaur.
Saat perang Abyss, manusia bersekutu dengan monster dan siluman untuk menghancurkan bangsa iblis yang menguasai dunia. Dengan kata lain, siluman dan manusia tidak lagi bermusuhan, tetapi Centaur yang termasuk bangsa siluman telah menyerang mereka semua.
"Hey kuda poni, kau tadi bilang bahwa kita melanggar perjanjian bukan?, perjanjian apa yang kau maksud?."
Tanya Rey sambil mendekat ke arah Centaur yang masih tersungkur.
"Kalian telah memasuki wilayah terlarang, tidak bisa di maafkan. Tidak akan kubiarkan kalian keluar hidup-hidup dari sini."
Menyadari jarak antara mereka semakin dekat, Centaur mengganti senjata menjadi sebuah katana yang sangat tajam lalu dengan cepat mengayunkannya ke arah leher Rey.
"Tidak akan kubiarkan."
Amasa berteriak lalu menggunakan sihir Melagis yang mengarah pada katana hingga menghancurkannya sampai tidak tersisa.
Serangan mendadak yang diluncurkan oleh Centaur telah gagal, Rey yang menyadari kesempatan ini tidak tinggal diam lalu menggunakan belatinya untuk menusuk kepala Centaur.
WUSHHHHHH,
Tiba-tiba sebuah angin kencang mementalkan Rey, Ersa, Amasa dan Kelly.
Pohon-pohon yang menjulang tinggi disekitarnya hancur tak tersisa hingga membentuk lapangan yang besar dan tandus.
Ersa dan Kelly yang tidak berdaya pingsan ketika terkena serangan itu, tetapi Rey dan Amasa masih berdiri lemas sembari melindungi mereka berdua dari pecahan benda tajam.
"Jangan sombong dulu manusia, pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai."
Geram Centaur marah, aura magis memenuhi seluruh tubuhnya. Tangannya kini bertambah menjadi empat dan bisa memegang busur serta katana yang baru secara bersamaan.
"Sial~~, Rey larilah bersama mereka. Tidak mungkin bagi kita bisa mengalahkan mahluk yang bahkan telah lolos dari perang Abyss, aku akan mengulur waktu sampai kalian keluar dari hutan ini."
Saat berbalik melihat Rey, Amasa terkejut karena ia sedang menangis sambil memeluk Ersa.
Ersa terkena hentakan kayu di kepalanya yang membuatnya menjadi tidak sadarkan diri, begitu pula dengan Kelly.
"Tidak akan ku maafkan, siapapun yang berani melukai adikku akan kubunuh."
Rey berdiri lalu berjalan mendekat ke arah Centaur, ia melewati Amasa tanpa memperhatikannya sama sekali.
Centaur yang merasakan ada yang beda dengan Rey, tanpa ia sadari mulai melangkah mundur menjauhinya.
Seorang siluman memiliki kebanggaan untuk bertempur sampai akhir hayat tanpa rasa takut. Tapi ketika ia melihat Rey, Centaur percaya bahwa mahluk siluman pun akan mengalami rasa takut saat berhadapan dengan kekuatan yang absolut.
Amasa juga merasakan atmosfir yang berbeda, Rey menjadi seseorang yang tidak lagi ia kenal seperti sebelumnya.
"Ersa maafkan aku, tunggu sebentar akan ku akhiri semua ini dengan cepat. Amasa tolong bawa mereka menjauh dari sini."
"Aku akan membantumu, kau tidak mungkin menang jika bertarung sendirian."
Teriak Amasa, karena mustahil menurutnya bahwa Centaur sang Siluman legendaris bisa kalah oleh mahasiswa akademi yang bahkan jumlah mananya lebih sedikit dari dia.
"Tidak perlu khawatir, ini akan jauh lebih mudah karena aku tidak perlu menahan diri kalau tidak ada orang yang berada di sekitarku."
Rey membalas dengan suara yang terdengar kosong.
"Ba~baiklah kalau begitu, tolong jangan sampai mati sampai aku membawa mereka ke tempat aman. Aku akan kembali ke sini jadi tunggu sebentar."
Amasa berlari dengan cepat membawa Ersa dan Kelly di punggungnya.
"Kau tidak menggunakan ilmu teleportasi untuk memindahkan mereka?."
Rey yang melihat kepergian mereka lalu berbalik ke arah Centaur.
"Kau memang layak disebut sebagai siluman legendaris, aku tau kau telah memasang anti magis agar aku tidak bisa memakai ilmu teleportasi."
"Ternyata untuk manusia rendahan sepertimu, kau cukup pintar. Kapan kau menyadarinya?."
"Saat sebelum kau meluluhlantahkan tempat ini, lebih tepatnya ketika kau terkena tendangan dari ku di saat bersamaan kau mengaktifkan ilmu magis penghalang karena menyadari kemampuan ilmu teleportasi."
Centaur tersenyum mendengar jawaban Rey lalu bersiap kembali mengarahkan busur api yang jauh lebih panas dari sebelumnya.
"Karena telah melanggar perjanjian, kematian adalah hukuman yang pantas untuk dirimu."
Rey kemudian mengeluarkan pedang bernama Yamato, pedang yang selalu menjadi andalannya ketika ia dalam situasi bertempur.
"Aku tidak peduli perjanjian apapun itu, kau sudah menjadi orang yang mati sejak melukai adik ke sayanganku."
Pertarungan antara siluman legendaris dan Rey mahasiswa akademi Forland pun dimulai, tidak akan ada yang tau apa hasil dari pertandingan maha dahsyat ini.