Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Praktikum Sihir Bagian Akhir



Di tengah panasnya trik matahari, tibalah bagian akhir dari pertandingan praktikum sihir. Keringat yang bercucuran cukup membuat mahasiswa merasa tidak nyaman, mereka hanya berharap pertandingan ini segera diakhiri saja.


Kelly dan Leonardo saling bertatapan dengan mata yang serius. Leonardo mengeluarkan sebuah pedang berbentuk silang, meskipun terlihat seperti dua pedang tapi faktanya pedang itu adalah satu kesatuan.


Kelly dan Leonardo adalah mahasiswa yang tidak terlalu menonjol dikelas, mereka tidak berada pada garis buruk. Hanya saja keduanya sangat jarang berinteraktif seperti Rey di kelas. Mahasiswa yang berada di tribun pun tidak terlalu berharap banyak pada pertandingan kali ini, dan menonton dengan rasa jenuh.


"Kau tidak terlihat seperti seorang penyihir, mengapa kau bisa masuk ke tempat seperti ini?." Tanya Leonardo dengan rasa penasaran.


Tempat yang dimaksud yaitu akademi, Kelly memang memiliki aura yang tidak terlihat seperti seorang petarung mirip dengan Ersa. Tetapi, ia memiliki prinsip bahwa pengetahuan adalah sebuah kekuatan.


Kelly yang mendengar pertanyaan Leonardo, kemudian tertawa lalu mengambil sebuah buku kecil dalam sakunya.


"Dahulu, terdapat manusia kuat yang terkenal karena banyak mengalahkan mahluk Abyss. Tetapi faktanya, manusia itu adalah seseorang yang lemah pada awalnya. Tetapi ia selalu memiliki ambisi yang besar terhadap ilmu pengetahuan, setelah banyak belajar hasilnya adalah ia menjadi manusia yang terkuat dizaman itu. Dan sekarang namanya telah terkenal diseluruh penjuru dunia, apa kau tau dia siapa?."


"Pahlawan Hemera kan." Jawab Leonardo dengan rasa acuh.


Nama itu saat di zamannya, membuat siluman, monster bahkan mahluk Abyss merinding mendengarnya. Ia adalah manusia yang paling dihormati di alam ini, pahlawan manusia Hemera.


"Dan setiap orang yang mati akan berenkarnasi, tentunya aku yakin tekad Hemera telah terwariskan padaku."


Mendengar perkataan Kelly, Leonardo tertawa terbahak-bahak hingga wajah seriusnya menjadi luntur. Tentu saja, siapapun akan menganggap bahwa Kelly terlihat sedang membual saja.


"Sebelum kau mengklaim bahwa dirimu adalah keturunan pahlawan, kalahkan aku terlebih dahulu."


Elena pun memberikan aba-aba dan pertandingan pun dimulai.


Leonardo memulai serangan pertama, ia mengayunkan pedangnya dan mengeluarkan sihir angin yang membentuk spiral. Karena kuatnya angin itu, tubuh Kelly seolah tertarik kedalamnya.


Tidak kuat menahan besarnya gaya tarik angin itu, tubuh Kelly tertarik masuk ke dalam angin spiral itu.


DUMMMMMM,


Suara ledakan pun terdengar karena tabrakan yang dihasilkan, suasana lapangan pun menjadi gelap karena debu.


Sedikit demi sedikit, debu yang menghalangi mulai menghilang. Hingga pada akhirnya Kelly dan Leonardo kembali terlihat oleh para penonton.


Kelly telah berdiri dibelakang Leonardo sambil mengarahkan sebuah belati ke arah lehernya.


Dari arah tribun, Amasa, Rey dan Kelly pun nampak tidak tahu apa yang terjadi dengan bagaiman Kelly bisa menghindari serangan itu.


"Apa aku tidak salah lihat?." Ucap Amasa sambil menoleh ke arah Rey.


"Tidak salah lagi itu adalah sihir ilmu teleportasi, apa dia memakai item Dimension?." Jawab Rey yang merasa kebingungan.


Para mahasiswa yang menonton pun ikut dikejutkan dengan Kelly yang bisa menggunakan sihir ilmu teleportasi. Pasalnya yang mereka ketahui hanyalah Rey saja yang bisa menggunakan sihir itu di kelas C.


Elena yang menatap sembari diam dari tadi, tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun melihat sihir yang digunakan Kelly.


"Aku mengerti sekarang, ternyata kau berhasil mendapatkan item Dimension ya di hutan Flores." Ucap Leonardo dengan senyuman.


"Bagaimana kau tau tentang item itu?." Tanya Kelly dengan penasaran.


Kelly mulai merasa curiga kepada Leonardo. Karena tidak ada yang tau terkait pencarian item Dimension selain Rey, Amasa dan Ersa. Tetapi Leonardo berbicara seolah ia berada bersama mereka.


"Sepertinya kau memiliki kemampuan unik dimana kamu bisa mempelajari setiap ilmu sihir ketika mendapatkan item tertentu. Sepertinya tentang kau adalah reinkarnasi Hemera tidak sepenuhnya salah."


Leonardo mengetahui kemampuan langka dari Kelly. Inilah alasan mengapa Kelly sangat suka mengkoleksi item, karena ia bisa mempelajari ilmu sihir yang ada didalamnya.


"Jangan-jangan kau kah yang menjebak kita?." Tanya Kelly sembari tetap dalam posisi siap menusuk lehernya.


Tanpa sempat menjawab pertanyaannya, pertandingan ditandai berakhir dengan kemenangan Kelly oleh Elena. Leonardo lalu berdiri dengan lapang dada, tanpa mengucapkan sepatah katapun ia pergi dari arena pertandingan.


"Baik ujian praktikum sihir telah berakhir, hasil dari ujian akan diberitahukan di Minggu depan. Sekarang kalian boleh beristirahat."


Kelly meninggalkan lapangan dengan sejuta pertanyaan dikepalanya. Ia mulai mencurigai bahwa dalang yang menjebak ia untuk pergi ke hutan Flores adalah Leonardo. Tetapi ia memutuskan untuk tidak memberitahukan kecurigaannya terlebih dahulu.


Apakah sang dalang akan terungkap dengan begitu mudahnya?.