Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Item Dimension



"Jadi kenapa kamu mencari ku?."


Ersa langsung tanya to the point, kini ia berada disalah satu kedai kopi yang berada tidak jauh dari rumahnya.


"Apakah kamu dengan Rey berpacaran?."


Selain Amasa, bahkan Kelly juga menyangka bahwa Ersa dan Rey saling berpacaran.


"Kami ini adik Kaka tau."


Jawab Ersa sedikit jengkel.


"Begitu kah?, sepertinya umur kalian tidak terlalu beda jauh."


Tidak banyak yang tau perbedaan umur Rey dan Ersa, tapi ia memutuskan untuk diam saja soal ranah pribadinya dan tidak ingin membahas lebih lanjut latar belakang mereka.


"Jangan bilang kamu naksir kaka ku?."


Tanya Ersa bersemangat karena tentu saja ia senang kalau ada lawan jenis yang menyukai Kaka nya.


"Kenapa kamu berpikiran begitu?."


"Lagian tiba-tiba datang menghadang, ku kira bakal membahas topik prihal apa. Ternyata bertanya tentang kakak ku jadi wajar saja kan kalau aku bertanya begitu?."


Di dunia manapun, jika kau bertanya tentang laki-laki asing soal status itu artinya kau mungkin tertarik kepadanya.


"Sebenarnya Rey memenuhi kriteria tipe laki-laki yang ku cari, Tampan, kuat dan terlihat seperti orang yang bisa diandalkan. Tetapi dia terlihat seperti orang yang akan menjadi inses."


Kelly berpikir mungkin Rey adalah seorang Kaka yang menyukai adiknya dan ada kemungkinan ia akan menikahi adiknya sendiri.


"Bicaramu itu tidak masuk akal."


"Lupakan topik tadi, sebenarnya aku tertarik dengan ilmu magis yang dilakukan oleh Rey waktu latihan di akademi."


"Ilmu teleportasi?."


"Benar, sepertinya Rey memiliki item magis bertipe Dimension ya?."


Kelly penasaran, karena sejatinya ia adalah seorang maniak artefak atau seseorang yang suka mengkoleksi item magis.


"Sebenarnya aku sudah mendengar tentang barang yang disebut item ini, tetapi Kaka ku tidak pernah memiliki barang semacam itu."


Bahkan di kamar Rey pun, ketika Ersa masuk ia tidak pernah melihat barang-barang yang aneh. Hanya ruangan yang berantakan dan dipenuhi oleh buku-buku ilmu magis.


"Kamu ga bohong kan?, tidak mungkin seseorang yang memiliki mana kecil bisa melakukan ilmu magis sehebat itu."


Kelly memiliki kemampuan mana detection, tentu saja ia melihat jumlah mana Rey ketika ia mengeluarkan magis teleportasi. Rey hanya memperlihatkan jumlah mana yang sedikit dihadapan publik, bahkan jumlah mananya dibawah rata-rata dibanding kebanyakan mahasiswa di akademi.


Ersa memutuskan untuk tidak memberi tahu Kelly tentang Jumlah mana yang disebut limitless.


"Kalau ga percaya kenapa engga kamu tanya aja ke Kaka ku?, tetapi yang jelas itu memang kemampuannya sendiri."


Sukar dipercaya bagi siapapun yang mengetahui kasus Rey, Kelly yang cerdas pun tidak terlalu percaya pada perkataan Ersa. Dan ia masih berpikir bahwa Rey memiliki Item Dimension.


"Kau benar, kalau begitu aku harus bertemu langsung dengan Kaka mu."


Saat hendak berdiri dan berbalik, tiba-tiba Kelly menaberak seorang laki-laki. Kelly tersungkur ke tanah sambil memegang kepalanya.


"Aku mendengar kalian sedang membicarakan tentang item ya?."


Ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Kelly.


"Ternyata pria tampan pun suka menguping ya, sekarang kau bukan tipeku."


Kelly menerima uluran tangannya dan berdiri. Laki-laki itu adalah Amasa, bukan sebuah kebetulan mereka berkumpul disini.


"Aku tau dimana keberadaan item yang disebut Dimension itu, kupikir kita bisa bekerja sama untuk mencarinya."


Benang merah yang membuat mereka berkumpul karena ketertarikannya terhadap kemampuan ilmu teleportasi yang dimiliki oleh Rey, Mahasiswa yang unik ternyata sudah unjuk gigi di akademi.