Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Latihan Magis



Di hari ke dua, pelajar yang baru masuk akademi langsung disuguhkan latihan sihir. Di dunia ini, kemampuan seseorang parameternya adalah penggunaan ilmu sihir atau magis. Semakin ahli seseorang menggunakan magis, maka semakin kuat orang tersebut.


Dibalik penggunaan magis, terdapat mana yang menyokongnya. Semakin banyak mana, maka semakin kuat magis yang digunakannya. Banyaknya jumlah magis tergantung seberapa banyak ia berlatih dan ada faktor garis keturunan.


Kembali ke akademi, Elena menyuruh muridnya untuk pergi ke area latihan dan ia berdiri tepat di hadapan mereka.


"Materi sekarang adalah melakukan penggunaan ilmu magis. Aku berasumsi bahwa kalian semua sebagai mahasiswa elit akademi seharusnya sudah bisa menggunakannya. Yang harus kalian lakukan adalah menunjukkannya padaku."


Terdapat sebuah jerami yang membentuk manusia sebagai objek yang dijadikan target latihan.


Lalu Elena menyebutkan beberapa orang dan sampai nama Amasa di sebut, sebagian perempuan terkagum-kagum melihat ia yang mulai berjalan ke depan.


"Woahhhh tampannya..."


"Semangat tuan Amasa......"


Teriak perempuan sebelah Rey dengan berisik ia kelihatan tergila-gila dengan ketampanan Amasa.


"Dia siapa?, ko banyak perempuan yang kagum dengannya." Tanya Rey penasaran.


"Amasa Gillbert, siswa yang digadang-gadang salah satu yang terbaik dikelas-C dan juga anak dari anggota keluarga Gilbert yang terkenal di kerajaan." Jawab Ersa yang juga penasaran dengan kemampuan Amasa.


"Hoooo~, mari kita lihat apa kemampuannya."


Amasa merapal mantra magisnya dan melentangkan tangan kanannya.


"Hancurkan...."


Seketika objek yang berupa jerami itu hancur tidak tersisa. Orang yang berada disekitarnya sampai Rey pun terkejut dengan kemampuannya.


Amasa lalu berjalan mendekat ke arah Elena.


"Nama dari ilmu magis yang kugunakan adalah 'Melagis', dimana ketika saya memfokuskan mana disuatu objek maka dengan cepat objek tersebut akan hancur sampai molekulnya."


Amasa lalu berjalan kembali ke barisan sambil di iringi teriakan kagum oleh perempuan dan berdiri disebelah Rey.


"Sihir yang bagus." Ucap Rey memberikan selamat sambil tersenyum.


"Tidak, itu biasa saja." Jawab Amasa sambil mengelap keringat didahinya.


Tentu saja Amasa tau karena saat baru masuk kelas, setiap murid diharuskan melakukan perkenalan diri terlebih dahulu.


"Ya, salam kenal Amasa, semoga kita bisa berteman baik." Ucap Rey sambil mengulurkan tangannya.


"Tentu saja, lalu disebelahmu itu Ersa ya?, kalau boleh tau apa ia itu pacarmu?." Tanya Amasa penasaran sambil menanggapi tangan Rey.


Kebanyakan orang akan menyangka Rey dan Ersa layaknya seperti pasangan ketimbang saudara. Karena faktanya, mereka sering kemana-mana itu selalu berduaan.


"B~bodoh, aku ini adiknya tau." Jawab Ersa menyela ucapan Amasa dengan pipi yang memerah.


"Ma~maaf, aku tidak kepikiran bahwa kalian itu bersaudara."


Perbedaan umur Rey dengan Ersa hanya berjarak 2 tahun, dimana Rey 18 tahun dan Ersa 16 tahun. Karena faktor itu Amasawa menilai bahwa ia bukan bersaudara.


"Pipimu memerah lo Ersa, nanti dia malah jadi salah sangka." Ucap Rey lalu disambut dengan pukulan ke arah kepalanya oleh Ersa.


Rey dengan spontan hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya dengan ringan.


Setelah beberapa murid di panggil termasuk Ersa, giliran terakhir adalah Rey.


"Yosshh saatnya menunjukkan eksistensiku."


Sambil berkata begitu Rey melangkah maju kedepan.


Amasa juga terlihat penasaran dengan individu yang bernama Rey.


Rey tidak memiliki banyak kesan yang baik selain wajahnya saja yang tampan bagi teman-temannya. Berbeda dengan Amasa yang keluarganya bangsawan ternama, sehingga namanya cepat melonjak tinggi ketimbang Rey.


Tapi tidak sedikit orang yang juga penasaran dengan apa yang dimiliki oleh Rey, karena ia belum terlalu terlihat menonjol dikelas.


"Teleportasi." Ucap Rey sambil tersenyum ke arah Amasa.


Dengan seketika jerami yang berada di depan Rey berpindah tempat atau lebih tepatnya bertukar posisi dengan Amasa yang berada di belakangnya.


Inilah kemampuan langka yang tidak dimiliki banyak orang, teleportasi. Area latihan yang tadinya ramai menjadi hening karena ulah Rey.