Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Kota Oia



Meskipun dikenal kota dengan tingkat kriminalitas yang tinggi, rakyat yang berada di kota Oia terbilang cukup makmur. Para pemberontak hampir sama sekali tidak pernah menindas atau menyandera rakyat yang tidak berdosa.


Akan tetapi sebaliknya, bagi pasukan being Knight kota Oia merupakan Medan perang sesungguhnya. Demi mempertahankan keutuhan pemerintahan yang sekarang, para Being Knight selalu memantau gerak-gerik pasukan pemberontak dalam hal sekecil apapun.


Terlihat seorang pasukan Being Knight tengah berjalan untuk berpatroli mengelilingi hampir sepertiga Kota Oia, hingga ia sampai di tempat yang jauh dari keramaian lalu berteduh di sebuah pohon yang rindang.


"Kenapa sih masih ada saja orang yang memberontak di kerajaan yang sudah damai seperti sekarang?, aku ga habis pikir deh." Keluh perempuan itu dengan nada kesal sambil menatap langit yang cerah.


Lalu datang 4 orang lelaki berpenampilan menyeramkan mendekati perempuan itu dengan memegang senjata di lengannya.


"Hey dari pada kau bekerja menjadi anjing kerajaan, lebih baik kau bermain saja bersama kami." Ucap laki-laki itu diiringi dengan tawaan rekan-rekannya.


"Kamu siapa?, datang-datang merengek engga jelas, mau ku hajar sampai mati kah?." Perempuan itu berdiri dan mendekat ke arah gerombolan laki-laki itu.


"Suaramu sangat seksi mari ikut sama....."


Ketika laki-laki itu akan mendekat dan menyentuh rambutnya, perempuan itu memegang tangannya dan membanting pria itu hingga tak sadarkan diri.


"Sialan....mati kau."


Melihat rekannya diperlakukan begitu, salah satu rekannya mencoba untuk menusuk perempuan itu ke arah perut. Dengan cepat ia menghindar lalu melakukan tendangan ke arah kepala pria itu hingga terpental.


"Ternyata cuma kroco, kukira laki-laki itu pada kuat ternyata kebanyakan sampah isinya." Ucap perempuan itu sambil melotot ke arah dua pria yang sedang melihat rekannya kehilangan kesadarannya.


Kemudian salah satu dari mereka lari terbirit-birit, hingga laki-laki yang sendirian itu melihat perempuan yang berjalan mendekat ke arahnya sambil mengeluarkan pedangnya dan menodongkan ke arahnya.


"Karena kau menganggu istirahatku, aku akan membunuhmu sebagai bukti kerja hari pertamaku."


"To~tolong ampuni aku."


Tanpa menghiraukan perkataan pria itu, being Knight itu melancarkan tebasan ke arah lehernya.


PRANGGGG.


Sebuah katana menahan serangan Being Knight itu.


"Kau seorang Being Knightkan?, tolong jangan membunuh orang sembarangan terutama di hadapanku."


Ia adalah Rey yang telah menyelamatkan nyawa para berandalan itu.


"Hah orang sembarangan apanya?, dia hampir mau memperkosaku tau!."


"Tapi itu gak terjadi kan?, sudahlah lepaskan saja dia. Hey kau pergi dari sini dan bawa temanmu jika masih sayang nyawa."


Dengan cepat gerombolan berandal itu pergi meninggalkan tempat yang mulai panas ini.


"Dari seragam, sepertinya kau bocah dari akademi Forland, keliatannya kau lumayan berkemampuan."


"Terima kasih atas pujiannya."


"Aku yakin sekarang bukan waktunya bagi akademi menyuruh muridnya untuk terjun ke lapangan, apa tujuanmu ke sini?."


Setiap tahunnya, akademi memang selalu mengutus para muridnya untuk terjun ke lapangan guna menghadapi situasi peperangan yang sesungguhnya.


Kemudian Rey menjelaskan situasi dengan apa adanya.


"Jadi kamu mencari item ya..."


"Apa kamu tau sesuatu tentang item penyembuh itu?"


"Tidak, tapi aku tau seseorang yang mungkin bisa tau benda apa yang sedang kau cari ini."


"Ngomong-ngomong siapa namamu?." Tanya Rey sambil menyodorkan tangannya untuk salam.


"Aku Nadia, dan..."


"Aku Rey, mohon kerja samanya." Ucap Rey sambil membungkukkan kepalanya.


Lalu mereka pun pergi ke arah dalam pegunungan kota Oia.