
Rey yang memegang dadanya, berlahan-lahan memegang tanah yang di pijaknya untuk berdiri. Lalu menatap Melisa dengan senyum sombong di wajahnya.
"Hebat juga kau masih bisa bertahan dari serangan ku, kalau begitu aku akan menaikan levelnya."
Saat Melisa hendak menekan lebih keras bonekanya, dengan seketika Melisa juga ikut merasa kesakitan dibagian dadanya. Ia kemudian terjatuh dan menatap Rey dengan kesal.
"Apa yang kau lakukan?." Tanya Melisa sambil merintih kesakitan.
"Aku sudah tau mekanisme cara kerja boneka sihir itu. Dengan merapal mantra dibagian dadaku, aku bisa menyamakannya dengan bagian tubuhmu. Singkatnya, mantra mana didada mu dan didada ku itu menjadi sama." Jawab Rey dengan tersenyum.
"Ti...tidak mungkin, ini tidak masuk akal!." Melisa pun terjatuh dan nampak tidak sadarkan diri.
Boneka Voodoo adalah serangan sihir yang sangat kuat. Tapi, Rey menyadari kelemahannya yaitu ia bisa mengubah bagian mana dalam tubuh seseorang menjadi mirip dengannya. Hingga pada akhirnya, Voodoo telah mengkonversi mantra mana milik Rey dan Melisa.
"Rey memang orang yang sangat cerdas, dia adalah orang yang pertama kali bisa mengatasi serangan boneka Voodoo." Puji Nita sambil tersenyum, merasa kagum dengan Rey.
Pertandingan pun diakhiri dengan kemenangan telak dari Rey. Meskipun begitu, keadaan Rey cukup babak belur. Ia kemudian berjalan ke arah tribun, dan melihat Nita yang berada disamping Amasa.
"Kau kan perempuan kere waktu itu!." Ucap Rey yang terkejut melihat keberadaan Nita.
" Jahatnya...., Halo sepertinya lukamu cuku parah." Sapa Nita dengan tersenyum.
Ersa kemudian berjalan mendekat ke arah Rey lalu menggunakan sihir penyembuhnya.
"Lalu, ada perlu apa kamu ke sini?." Tanya Rey dengan curiga.
"Seperti yang aku bilang, aku punya hutang padamu jadi aku kesini mau membayarnya." Jawab Nita dengan senyuman lucu.
"Cuma itu aja?, yaaa jumlahnya memang ga bisa dibilang sedikit sih. Aku harus ga makan seharian gara-gara bayar kue yang kamu makan tau." Keluh Rey dengan kesal pada Nita.
Tentu saja Rey yang harus membayar kue itu dari hasil kerja part timenya. Nita pun memberikan 50 yel pada Rey meskipun jumlahnya terlalu berlebihan.
"Harganya 25 Yel." Ucap Rey merasa heran dengan jumlahnya.
"Yahh...sisanya anggap saja sebagai uang tip."
Rey lalu menerimanya tanpa berat hati.
"Ngomong-ngomong pertandingan yang hebat, aku akan merekomendasikan mu beserta Amasa nanti untuk masuk ke ODESSA." Puji Nita sambil berdiri lalu mendekat ke arah Rey.
"Terima kasih, tapi aku tidak tertarik untuk memasukinya."
Di tahun ke-dua, nantinya akan ada perekrutan calon anggota ODESSA. Makanya banyak para anggotanya yang memantau setiap anak dari tahun pertama untuk dijadikan kandidat nantinya.
"Begitu ya, tapi kalau berubah pikiran kamu bisa menghubungiku kapan saja. Kalau begitu sampai jumpa lagi." Nita lalu pergi begitu saja.
"Selamat Rey, Amasa, kalian sepertinya telah dipandang berbakat." Puji Kelly merasa senang.
"Tidak juga, bagaimana dengan mu Amasa?." Tanya Rey penasaran apakah ia akan masuk ke sana atau tidak.
"Entahlah, aku akan memikirkannya nanti.", Jawab Amasa.
Pertandingan babak akhirpun telah tiba, Nama Kelly pun dipanggil bersamaan dengan mahasiswa bernama Leonardo. Mereka berdua pun berjalan menuju lapangan.
"Sepertinya sekarang sudah baik-baik saja ka." Ucap Ersa lalu menghentikan penyembuhannya.
"Ya, terima kasih. Seperti biasa, penyembuhanmu memang luar biasa." Puji Rey dengan senyuman pada Ersa.
"Ini akan menjadi pertarungan yang sulit bagi Kelly." Ucap Amasa sambil melihat ke arah Kelly dan Leonardo.
"Ngomong-ngomong aku belum pernah lihat Kelly bertarung, apa kemampuan dia?." Tanya Rey penasaran.
Saat pelatihan sihir, Rey tidak terlalu fokus melihat Kelly karena ia belum mengenalnya. Rey hanya berpikir bahwa Kelly adalah seorang maniak item dan kutu buku.
"Kita lihat saja."
Praktikum sihir bagian akhirpun telah tiba, akan kah Kelly mampu lolos dan mengalahkan Leonardo?.