Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Amukan Yamato melawan Centaur



Amasa yang telah menjauh dari hutan Flores mencoba untuk mencari tempat yang nyaman untuk Ersa dan Kelly. Kemudian ia melihat sebuah gubuk kecil, lalu dengan lekas segera membaringkan Ersa dan Kelly hingga tak lama akhirnya Ersa terbangun.


"Ini dimana?." Tanya Ersa dengan keadaan bingung.


"Syukurlah kau sudah sadar." Ucap Amasa dengan senyuman.


Ersa melihat keadaan disekitarnya hingga saat garis pandangnya bertemu Kelly, ia langsung terkejut dan mencoba kembali mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya.


"La.... lalu kemana Kaka ku?, kenapa kau tidak bersama dengannya?." Tanya Kelly sambil memegang kerah Amasa.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskannya, karena kau sudah siuman aku serahkan Kelly padamu."


Amasa mencoba pergi untuk menyusal Rey yang sedang bertarung dengan Centaur. Saat hendak pergi, Ersa menahan baju Amasa dan ia pun berbalik memandang Ersa.


"Tolong selamatkan Kaka, aku mohon." Ucap Ersa lalu menangis sampai menempelkan wajahnya di pakaian Amasa.


"Ya itu pasti, kalau begitu sampai nanti."


Amasa pun pergi dengan cepat, Ersa memandangi kepergiannya dengan penuh harapan agar mereka semua bisa selamat.


...


Kembali pada pertempuran Rey dan Centaur.


Rey memakai sebuah pedang yang mirip seperti katana, letak perbedaan keduanya hanya dari ukuran.


Yamato adalah pedang yang diberikan ayahnya ketika Rey masih berumur 9 tahun. Rey tidak terlihat selalu membawa pedang itu ditubuhnya karena ia menyimpannya di wadah yang tak terlihat.


Centaur melakukan serangan pertamanya dengan ayunan pedang ke arah Rey dari jarak yang cukup jauh.


Serangan itu menimbulkan gelombang angin yang tipis tetapi sangat tajam sampai-sampai tanah yang dilaluinya ikut terbelah.


Rey menangkisnya menggunakan Yamato dengan begitu mudah.


"Tidak kusangka ada manusia yang bisa menahan sihirku." Puji Centaur.


"Yang tadi itu kau sebut sihir?."


Rey menodongkan Yamato ke arah Centaur, lalu membentuk gelembung hitam yang berfokus pada satu titik. Hingga pada tahap akhir, gelembung hitam itu membentuk lingkaran kecil yang sempurna.


Karena besarnya magis yang digunakan, bahkan alam pun ikut tidak senang dengan sihir yang digunakan Rey. Cuaca menjadi gelap padahal ini masih siang hari.


"Benda hitam itu, bahkan sihirnya lebih besar dari yang ku gunakan sebelumnya."


Magis angin yang digunakan Centaur saat menghancurkan hutan ini menurutnya bahkan jauh lebih lemah dibanding magis yang digunakan Rey.


Merasa ancaman mematikan datang melihat Centaur, ia melakukan serangan panah api untuk menggagalkan magis yang akan digunakan Rey. Tetapi bahkan tanpa sempat menyentuhnya, panah api itu menghilang karena kuatnya tekanan bola hitam itu.


"Ti....tidak mungkin, panah api yang bahkan bisa membakar mahluk Abyss menjadi debu pun tidak bereaksi sedikitpun padanya. Padahal aku telah memasang Anti mana di area hutan ini, mengapa kau masih bisa menggunakan sihir?."


Karena sihir dari Centaur yang membuat seseorang tidak bisa menggunakan mananya, seharusnya Rey tidak bisa menggunakan serangan ilmu magis.


"Pada dasarnya, jurus yang kau gunakan itu hanya bekerja ketika anti mana area itu lebih besar dari jumlah mana yang ada pada lawanmu. Karena manaku lebih besar dari pada anti mana yang kau gunakan, maka sihir mu ini tidak akan bekerja padaku."


Centaur merasa bahwa ia akan mati jika ketika terkena serangan Rey, lalu dengan cepat berlari sejauh mungkin menjauh darinya.


Rey kemudian tertawa terbahak-bahak melihat siluman yang berada dihadapannya pergi menjauh .


"Magis terlarang black Bomba ini dapat menghancurkan apapun dengan radius lebih dari 200 km, dengan kata lain kau akan mati Siluman bodoh."


"Rey tunggu, jangan gunakan magis itu." Teriak Amasa yang berlari mendekat ke arahnya.


Rey kemudian menoleh ke arah belakang tetapi magisnya masih belum dibatalkan.


"Jangan menghalangi kau bisa mati." Ucap Rey dengan mata yang dipenuhi kebencian.


"Kau lupa?, Ersa dan Kelly tidak jauh dari sini. Jika kau gunakan itu, maka mereka dalam bahaya."


Rey yang sudah dibutakan oleh rasa marah, kemudian menghentikan serangannya. Ia terjatuh lemas dengan Yamatonya.


Centaur yang menyadari bahwa Rey telah menggagalkan serangannya, lalu berbalik arah dan berlari dengan cepat menggunakan katana nya.


"Dia datang." Ucap Amasa dengan posisi siaga.


Rey lalu mengambil Yamatonya menahan serangan katana yang dilancarkan.


Pranggggg.


Centaur melakukan serangan bertubi-tubi kearahnya, Tetapi Rey hanya berusaha menangkisnya dan tidak berbalik menyerang.


Amasa mencoba melakukan sihir Melagis untuk menghancurkan tangan Centaur, tetapi tidak bisa karena Centaur telah menggunakan magis area tanpa mana.


"Kau tidak bisa memakai sihir Amasa, hanya serangan fisik yang bekerja padanya." Teriak Rey sambil bertahan dari serangan Centaur.


Amasa merasa heran mengapa Rey tadi bisa memakai serangan magis, tapi ia menyingkirkan hal yang ganjal itu dipikirannya. Lalu berlari ke arah belakang Centaur dan mengarahkan serangan pedangnya ke arah bokong.


Seolah memiliki tiga mata, Centaur menyadari serangannya, lalu menggunakan kaki belakangnya untuk menendang Amasa hingga terpental.


Rey melompat tinggi menghindari serangan bertubi-tubi dan menggunakan Yamato untuk menusuk kepalanya dari atas. Sebagai langkah bertahan, Centaur melancarkan panah api tetapi Rey berhasil menghindarinya dengan melakukan putaran di udara.


Setelah menyadari bahwa Rey dalam keadaan posis yang mati karena tidak ada pijakan lagi baginya untuk menghindar, Centaur mencoba menebas Rey menggunakan katana yang dilapisi api.


Rey yang menyadari bahwa ia tidak bisa menggunakan bandannya untuk menghindar, Ia mengayunkan Yamato miliknya ke arah katana Centaur dan menggunakannya sebagai pijakan untuk bermanuver ke belakang.


"Dia adalah musuh yang sempurna, serangan jarak dekat dan jarak jauh ia memiliki keduanya." Ucap Rey lalu mengulurkan tangannya pada Amasa yang terbaring.


"Apakah kau memiliki ide untuk mengalahkannya?." Tanya Amasa sambil menerima uluran tangan Rey.


"Selain memakai Black Bomba, sangat sulit untuk bisa membunuhnya."


Rey dan Amasa dihadapi oleh situasi yang begitu berat karena harus menghadapi kekuatan penuh dari siluman legendaris yang telah selamat dari tragedi perang Abyss.


Akankah mereka bisa mengalahkannya? tunggu di bab berikutnya.