
Satu Minggu telah berlalu, di hari Senin hasil ujian telah di tampilkan di lobby akademi. Banyak mahasiswa yang berkumpul disana untuk melihat hasilnya.
Rey dan Ersa pergi menerjang kerumunan di lobby, lalu melihat sebuah poster yang berisikan peringkat dari para murid di seluruh angkatan beserta nilai di setiap pelajaran yang diraih.
"Wahhhh ka lihat, aku dapet peringkat 25." Ucap Ersa dengan gembira.
Ersa berhasil meraih peringkat ke-25 diseluruh angkatan dan peringkat ke-3 dari kelas C. Bisa dikatakan, Ersa merupakan mahasiswa berbakat yang kemampuannya berada di tingkat atas.
Rey yang tidak melihat peringkatnya melainkan mencari nama adiknya bersyukur dan senang mendengar itu.
Lalu Rey sedikit penasaran dan melihat setiap peringkat mulai dari atas yang disitu terlihat,
Zinnia Vanholver-500
Ajax-490
Azasa-470
Rie-469
Napoleon-460
Nita-450
Vallhein-445
Zephyr-440
Abidas-435
Lucius-400
Nama yang masuk ke 10 besar itu sesuai aturan akademi, mereka adalah mahasiswa yang dilabeli the Savior. Setiap tahunnya nama itu tidak pernah berubah bahkan berganti posisi peringkat karena itulah potensi maksimal mereka.
Orang yang bernama Zinnia mulai menarik perhatian Rey. Ia juga sudah mendengar nama itu ketika perkenalan tentang akademi oleh Elena, membuatnya penasaran dengan siapa orang itu.
"Seperti biasa, Zinnia selalu meraih nilai sempurna di setiap ujian yang ada." Ucap Amasa yang menyelip dari belakang dan menghampiri mereka.
Nilai 500 adalah nilai yang sempurna, baik di tahun pertama, ke-dua dan ke-tiga Zinnia selalu mencetak nilai sempurna.
"Orang seperti apa dia itu?." Tanya Rey penasaran.
"Aku belum pernah melihat dia secara langsung, dikatakan Zinnia seorang mahasiswa yang lahir hanya 100 tahun sekali. Seorang jenius sejati yang diharapkan akan menjadi seseorang yang merubah kerajaan ini. Bahkan namanya sangat terkenal di para pasukan kerajaan, kabarnya ia adalah satu-satunya orang yang berhasil menjuarai Magis Festival 3 tahun berturut-turut. Benar-benar orang yang sangat hebat." Puji Amasa dengan kagum.
"Hebat juga ya, aku jadi penasaran orang seperti apa dia itu." Ucap Rey yang kagum mendengarnya.
"Apa Kaka bisa bersaing dengan Zinnia?." Tanya Ersa penasaran.
"Jika berbicara soal akademik dan sihir, aku cukup yakin dengan seluruh kemampuanku."
Sejauh ini, Rey merasa bahwa dirinya adalah yang terhebat di usianya. Ia tidak pernah berpikir ada orang yang bisa melebihinya. Tapi ketika mendengar rumor Zinnia, Rey menjadi sedikit bersemangat dan berharap bahwa Zinnia bisa menyayingi bakatnya.
"Pertama-tama kau harus perbaiki nilai mu dulu." Ejek Amasa pada Rey.
Rey berada pada peringkat ke-100, bukan berarti ia bodoh. Hanya saja ia selalu menahan diri untuk mencetak nilai tinggi agar tidak terlihat mencolok, ia tidak lupa bahwa tujuan ia di akademi hanya untuk melindungi adiknya hingga lulus.
"Amasa sendiri hebat ya, bisa masuk peringkat ke-1 di kelas." Puji Ersa.
Nilai Amasa sendiri 350, dan peringkat ke-1 di kelas C. Ersa dapat 330, dan Rey hanya 120.
"Aku beruntung, kalau Kelly ga ngalahin Leonardo mungkin aku bakal jadi peringkat yang ke-2."
Faktanya Leonardo dan Amasa berada ditingkat yang sama soal kemampuan, jadi wajar kalau mereka memiliki selisih setipis sehelai rambut.
"Ouh iya ya, Kelly ko udh hampir seminggu ga datang ke akademi." Tanya Rey penasaran.
Semenjak selesai praktikum sihir, mahasiswa memiliki waktu yang kosong dan bebas untuk datang ataupun tidak ke akademi dalam waktu seminggu.
Sejak saat itu Kelly sama sekali tidak masuk ke akademi tanpa memberi tahu baik Ersa, Rey dan Amasa.
"Kamu tau rumahnya?."
"Kaka pernah part time di perusahaannya kan?."
"Tapi aku engga kerja di rumahnya."
Rey memang hanya bekerja di tokonya saja, itu pun tidak terlalu lama karena ia hanya berniat untuk mencukupi kebutuhan akhir bulannya saat itu.
"Aku tau rumahnya, kita ke sana bersama." Jawab Amasa.
Setelah selesai menghabiskan waktu di akademi, mereka pun pergi menuju kediaman Kelly.
Letak rumahnya berada di pinggiran ibu kota kerajaan, desain rumah yang besar dan mewah terlihat oleh Rey.
"Anak itu, ternyata memang orang kaya ya." Ucap Rey dengan heran.
Anak dari seorang pengusaha besar Kelly bakery, meskipun bukan seorang bangsawan tapi bisa dikatakan Kelly adalah salah satu keluarga biasa yang terkaya di kerajaan Forland.
Ersa, Rey dan Amasa pun berjalan sambil melihat pekarangan besar yang dipenuhi tanaman hias yang tampak indah di setiap jalannya.
Sampailah mereka di pintu utama, lalu seorang pelayan berpakaian rapi mendakti mereka dan menyambutnya.
"Selamat datang, apa ada yang bisa saya bantu?." Ucap pelayan itu dengan lembut.
"Kami adalah teman Kelly, apa dia ada dirumah?." Tanya Amasa sambil membalas sapaan pelayan dengan membungkukkan kepalanya.
"Jadi kalian mencari putri ya, silahkan ikuti aku." Ucap pelayan itu sambil berjalan untuk memandu.
Rey hampir tertawa saat mendengar Kelly disebut putri oleh pelayan itu. Tapi Ersa memukul kepalanya agar ia bisa menjaga tata Krama di hadapan orang tua.
Mereka pun memasuki rumah mewah itu dan sampailah di depan pintu kamar yang bertuliskan nama 'Kelly.'
Pelayan itu membuka pintu secara perlahan dan terlihat lah Kelly yang sedang terbaring lemas tak berdaya di kasurnya.
"Kelly apa yang terjadi denganmu?." Ersa lah yang pertama berlari mendekati Kelly lalu memegang kedua tangannya.
"Entahlah, aku sebenarnya tidak tau apa yang terjadi." Jawab Kelly dengan lemas.
Amasa yang merasakan ada keanehan pada tubuh Kelly, menggunakan mana detection nya.
"Ersa, sepertinya mana yang ada dalam tubuh dia benar-benar menghilang. Aku baru liat ada orang yang tidak memiliki mana sama sekali."
"Tidak punya mana?, sepertinya ini bukan suatu kebetulan. Apa kamu akhir-akhir ini bertemu dengan orang yang aneh?." Tanya Rey dengan penasaran.
Bisa dikatakan, setiap mahluk yang hidup di dunia ini pasti memiliki mana dalam tubuhnya. Tetapi dalam beberapa kasus, jika mana seseorang benar-benar hilang maka akan menimbulkan kerusakan fungsi fisiologis pada tubuhnya. Dalam artian, mana memiliki peran penting agar tubuh bisa bekerja secara maksimal.
"Aku benar-benar tidak tau, aku tidak ingat apapun tiba-tiba sudah berada di tempat tidurku." Jawab Kelly sambil memegang kepalanya mencoba mengingat-ingat mengapa ia bisa seperti ini.
"Putri diantarkan oleh pihak sekolah dalam keadaan tak sadarkan diri, hampir 4 hari ia berada dalam keadaan koma." Sela pelayan itu dan mendekat ke arah Kelly.
"Jadi begitu, aku sekarang paham apa maksud Kaka." Ucap Ersa, mencoba mengingat apa yang di katakan kakanya waktu masih di rumah.
Rey pernah bilang bahwa akademi adalah tempat yang benar-benar berbahaya. Banyak persaingan yang tidak sehat terjadi di sana, tetapi pihak akademi memang benar-benar menutup mata soal itu. Dan para mahasiswa selagi bisa menutupi aroma kotor tindakannya, maka akademi tidak bisa melakukan apapun soal itu.
Setidaknya perkataan kakanya, mulai terasa sedikit demi sedikit oleh Ersa. Akademi Forland adalah tempat yang berbahaya.
"Ersa, apa kamu bisa melakukan sesuatu terhadap penyakit itu?." Tanya Rey.
"Aku sangat menyesal, aku tidak bisa berbuat apa-apa pada kasus kali ini."
Pada dasarnya, kemampuan sihir kontruksi milik Ersa tidak bisa mengadakan ketiadaan. Itu artinya, ia tidak bisa melakukan penambahan mana atau pemindahan mana pada tubuh seseorang. Itu adalah hal yang sangat mustahil.
Meskipun sangat pintar, pengetahuan Rey juga ada batasnya. Kasus ini juga berada di luar kemampuan Rey. Ia tidak mengetahui bagaimana caranya mengisi mana pada tubuh seseorang.
Di dalam keadaan yang buntu, Rey telah mengetahui sesuatu.
"Aku harus menemui Nita untuk berkonsultasi dengannya tentang ini."
Dengan lekas Rey pun pergi meninggalkan Ersa dan Amasa di kamar Kelly dan dengan cepat berlari mencari keberadaan Nita.
Akankah penyakit yang dialami Kelly bisa disembuhkan?.