
Setelah nama Amasa dan Garry dipanggil, mereka pergi berjalan menuju arena pertandingan. Dibanding dengan setiap pertandingan sebelumnya, para mahasiswa nampak lebih antusias melihat pertandingan kali ini.
Suara teriakan terutama dari para perempuan terdengar begitu keras, Tentu saja karena dua orang yang akan bertanding ini merupakan keluarga bangsawan yang sangat terkenal.
"Berisik sekali mereka...." Ucap Rey merasa risih.
"Itu wajar saja, Ini adalah pertarungan yang istimewa. Sangat jarang melihat salah satu dari 8 keluarga besar akan saling bertarung."
"Orang yang bernama Garry itu, dia termasuk salah satu dari 8 keluarga besar?.", Tanya Rey penasaran pada Kelly.
"Rashford, keluarga itu memiliki peran penting. Sebagai keluarga yang suka membantu menyuntikkan dana, maka perannya dalam pembangunan ekonomi merupakan yang terbesar di kerajaan ini."
Garry Rashford, mahasiswa kelas C merupakan seorang bangsawan dari 8 keluarga besar kerajaan. Dengan masuknya ke akademi ini, sudah bisa dipastikan bahwa ia akan berperan penting dalam politik bagi keluarganya ketika lulus nanti.
Meski situasi di tribun nampak ramai, tetapi berbeda dengan di area lapangan. Amasa dan Garry saling menatap dengan mata mereka yang tajam.
Sebagai anak seorang bangsawan, keduanya memiliki beban berat karena mengemban nama keluarganya. Karena itu yang ada dipikiran mereka hanya ada kata menang.
"Amasa, kau adalah salah satu tembok yang harus kulewati. Dengan mengalahkanmu, maka peringkatku untuk menjadi nomer 1 dikelas C akan tercapai." Ucap Garry sembari mengarahkan pedangnya ke Arah Amasa.
"Dunia ini luas kau tau?, awalnya aku benci mengakuinya. Tapi, ada 1 tembok bagi seluruh 8 keluarga besar yang sangat mustahil untuk dihancurkan."
"Kau benar, karena tembok itu adalah aku. Hanya aku lah yang layak menjadi seorang raja di kerajaan ini."
Setelah Elena memberikan aba-aba, pertandingan telah dimulai. Memperkuat kakinya dengan kuda-kuda, Garry mengeluarkan sebuah serangan sihir api berbentuk burung elang yang besar dengan ayunan pedang yang dilakukan secara horizontal.
"Terbanglah Phoenix...."
Amasa mengarahkan lengannya pada serangan itu dan menggunakan melagis. Sihir Phoenix itupun menghilang dengan seketika.
"Ersa keliatannya sedang jatuh cinta pada Amasa." Ejek Kelly yang melihat pipi Ersa menjadi merah saat melihat Amasa.
"E...engga ko, a...aku hanya kagum saja dengan si...sihir Melagis itu serius......" Ucap Ersa dengan gugup.
"Memang benar, kekuatan Amasa itu diatas rata-rata. Mahluk sekelas Centaur saja tubuhnya bisa ia hancurkan dengan sihir Melagis."
"Hey Reyy, sepertinya kau kurang peka dengan perasaan adikmu it......"
BUAKKKK,
Tanpa sempat menyelsaikan perkataannya, Kelly secara spontan dipukul oleh Ersa di arah perut. Rey yang terkejut melihat tingkah laku mereka, hanya melihatnya dengan penuh kebingungan.
Kembali di lapangan, sihir Phoenix terus dilakukan oleh Garry ke arah Amasa. Tetapi pada akhirnya, serangan itu tetap dihancurkan dengan mudah oleh Melagis.
"Si...sialan, aku tidak akan menyerah. Mungkin kau kuat dalam hal sihir, tapi bagaimana dengan kemampuan berpedang?." Ucap Garry sambil tersenyum licik.
Garry berlari ke arah Amasa dengan putus asa, lalu mengayunkan pedang itu ke arah perutnya. Memakai Melagis, pedang itu dapat dengan mudah dihancurkannya.
Amasa lalu menangkap leher Garry dan mencengkeramnya dengan cukup kuat.
"Hentikan, karena Garry telah melanggar peraturan, maka pemenangnya adalah Amasa."
Elena lalu mengakhiri pertandingan ini karena Garry telah melanggar regulasi yang telah ditetapkan di ujian. Bahwasannya, kemampuan fisik dilarang dalam ujian kali ini.
"Amasa memang hebat, selanjutnya adalah giliranku.", Ucap Rey lalu menuruni tribun dengan penuh semangat.