Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Akademi Forland



Setelah kehebohan yang dilakukan Rey, ke esokan harinya seorang laki-laki berbadan tinggi datang memasuki ruangan kepala akadami dengan sepucuk surat di tangannya.


Ia terlihat sangat lesu seolah siap bunuh diri kapan saja.


"Veril ada apa denganmu?." Tanya orang tua itu yang merupakan kepala dari akademi ini.


Veril adalah seorang murid tahun ke-2 yang waktu di penginapan berkonfrontasi dengan Rey. Kemudian Veril duduk berhadapan dengannya dan memberikan surat itu.


"Kenapa kau mau mengundurkan diri?."


Tentu saja orang tua itu terkejut dengan tindakan yang dilakukannya. Veril adalah mahasiswa yang cukup caketan dan tidak ada catatan hitam selama di akademi.


"A....aku telah melihat sesuatu yang paling mengerikan sepanjang hidupku."


"Sesuatu yang mengerikan?."


"Seorang monster..... telah memasuki akademi ini.... , ke...kemarin aku sempat bertemu dengan monster itu."


"Monster?, masuk akademi?, apa maksudmu?."


Orang tua itu tentu saja tidak memahami apa maksud dari ucapannya. Ia berpikir bahwa akademi ini telah tersusupi oleh monster, tetapi monster bukanlah suatu mahluk yang menakutkan bagi para mahasiswa di akademi.


"Bertubuh tinggi, memiliki perempuan cantik yang selalu bersamanya, mu...murid yang mengerikan telah masuk, aku harus keluar jika tidak aku akan mati....."


Velir pergi dari ruangan tanpa menghiraukan persetujuan surat yang telah diberikannya, orang tua itu hanya bisa terdiam dalam keadaan bingung dengan kondisi yang aneh ini.


"Monster ya..... sepertinya ada anak baru yang aneh masuk ke akademi ini...."


Orang tua itu pun beranjak pergi karena ada hal yang harus dilakukan, yaitu melakukan ucapan penyambutan pada mahasiswa yang baru masuk ke akademi.


...


Akademi Forland adalah salah satu institusi kerajaan Forland yang sangat bergengsi. telah berdiri semenjak kerajaan ini dibentuk dan banyak menghasilkan kesatria penyihir hebat yang membuahkan prestasi bagi kerajaan.


Raja-raja yang menduduki tahta sekarang pun kebanyakan adalah lulusan dari Akademi Forland, sehingga tidak diragukan lagi kehebatannya.


Di siang hari, mahasiswa baru berkumpul di tengah lapangan dan mendengar beberapa kata sambutan dari kepala akademi.


"Kapan acara ini akan berakhir?."


Ersa hanya menggelengkan kepala melihat Rey yang mirip kaya ikan kepanasan.


Orang tua yang memberi pidato itu namanya Xavier, pria yang berumur hampir 60 tahun dan telah menjabat sebagai kepala akademi selama 25 tahun.


Setelah acara penyambutan berakhir, para mahasiswa di bawa menuju kelas.


Seorang guru perempuan maju dan berbicara di depan mimbar.


"Perkenalkan, namaku adalah Elena. Aku akan menjadi wali kalian sampai lulus nanti, jadi mohon untuk kerjasamanya."


Perempuan itu membungkukkan kepalanya lalu diiringi dengan murid yang ada dihadapannya.


"Kukira kita bakal tidak sekelas." Ucap Rey sambil memainkan alat tulis yang ada di mejanya.


"Dewi keberuntungan sepertinya memihak padaku ."


Rey dan Ersa dalam satu kelas yang sama dari 4 kelas lainnya. Itu Karena faktor orang tuanya yang memiliki relasi kuat di akademi.


"Baik, pertama-tama ibu akan memberi informasi tentang hierarki di akademi terlebih dahulu."


Guru itu lalu pergi mendekati papan tulis dan menggambar sebuah struktur.


"Di akademi, ada kasta tertinggi berdasarkan prestasi yang disebut 'The Savior', untuk saat ini murid yang bernama Zinnia Vanholver dari tahun ketiga menjadi anggota The Savior terbaik dan memiliki peluang besar untuk menjadi calon raja."


The Savior adalah sebuah label yang diberikan oleh akademi terhadap para mahasiswa yang memiliki prestasi terbaik, terdapat 10 kursi yang bisa menempati label tersebut.


"Lalu disetiap angkatan, terdiri dari 4 kelas dengan kategori A, B, C, dan D. Setiap kelas dibagi tingkatannya dari yang terbaik Sampai yang terburuk, itu artinya kalian kelas C hampir mendekati buruk."


Rey sebenarnya tidak terlalu ambil pusing soal kasta karena tujuan ia hanyalah melindungi adiknya selama di akademi sampai lulus.


Siswa dimasukkan berdasarkan hasil test wawancara yang dilakukan sebelum memasuki akademi. Yang artinya bagi mata akademi, Ersa dan Rey layak ditempatkan di kelas C karena berpotensi rendah.


"Tetapi jika kalian tidak menerima diposisikan di kelas C, maka akademi tentu saja memberikan kesempatan untuk kalian agar dapat meraih kelas lebih tinggi karena setiap pertengahan tahun akan selalu diadakan kontes pertandingan antara kelas. Disitulah kalian bisa membuktikan bahwa penilaian akademi kepada kalian adalah salah."


Murid-murid yang mendengar tiba-tiba merasa sangat bersemangat.


Akademi dengan penuh sistem yang kompleks menjadi langkah pertama bagi Rey untuk dapat lulus bersama dengan Ersa dan mencapai tujuannya.