Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Dibalik kedamaian



Pertarungan sengit Rey, Amasa dengan Centaur berlanjut cukup lama hingga matahari akan terbenam sebentar lagi.


Tubuh mereka berdua sudah berada diambang batas sebagai manusia, berbeda dengan siluman yang selama hidupnya tidak pernah merasa kelelahan.


Saat dihadapi dengan kebuntuan, Amasa memiliki ide bagaimana cara untuk lolos dari situasi maut ini.


"Rey aku punya rencana khusus untuk mengalahkannya."


Amasa mendekat lalu berbisik kepada Rey. Ia kemudian mendengarkan perkataannya, Centaur yang dari kejauhan memandang mereka berdua lalu berjalan mendekat dengan busur yang siap kembali ditembakkan.


"Jadi seperti itu, ternyata kau pintar juga."


"Jangan lupa, gini-gini aku yang terbaik di kelas C Lo dibanding dirimu."


Mendengar ejekan Amasa, Rey hanya tertawa lalu pergi mendekat ke arah Centaur.


WUSHHHH,


busur dilepaskan mengarah pada Rey, ia menghindari nya dengan lompatan ke samping dan melemparkan pedang yamato dengan keras ke arah Centaur.


Centaur berusaha menepis Yamato dengan katananya. Saking kuatnya lemparan Rey bahkan sedikit demi sedikit Centaur mulai terpental karena tidak kuat menahannya.


Tetapi pada akhirnya pedang yamato terpental ke atas, Rey dengan cepat mengambil pedang itu dan melemparkannya kembali dengan kekuatan yang sama.


Kali ini Centaur tidak memiliki jarak yang cukup untuk menghindari lemparan yamato, ia kembali menahan pedang itu dengan katananya.


"Selain memiliki sihir yang hebat, ternyata fisik Rey juga sangat luar biasa." Ucap Amasa dengan kagum.


Hanya orang berbakat yang bisa ahli dalam hal sihir dan juga bela diri, kebanyakan orang pada umumnya memiliki kekurangan dengan hal tersebut.


Amasa mencoba menggunakan Melagis pada tangan Centaur, tetapi magisnya tetap tidak befungsi.


"Terus lanjutkan Rey, Serangan ku masih belum bisa digunakan." Teriak Amasa untuk mengkonfirmasi serangannya.


Rey yang mendengar hal itu dengan cepat berlari ke arah Centaur yang masih menahan pedang yamato. Dengan menambahkan tumpuan pada pedangnya, ia menendang Yamato hingga laju kekuatannya menjadi bertambah kuat sampai membuat Centaur terlempar jauh.


"Serangan fisikmu memang kuat, tapi tanpa sihir tetap mustahil menghancurkan ku."


Centaur lalu membuang Yamato dan tertawa ke arah Rey.


"Amasa sekarang."


Centaur terkejut melihat Amasa yang tiba-tiba sudah berada dekatnya.


"Kau hancur sekarang."


Dengan Melagis, ke empat tangan milik Centaur langsung hancur tidak tersisa.


"Arghhhh, kenapa kau bisa menggunakan sihir." Rintih Centaur kesakitan.


Amasa lalu berdiri mendekat, mengarahkan simbol tangannya ke arah Centaur.


"Ta...tapi mengapa kau bisa tau saat aku sudah berada di luar zona anti mananya?."


"Mudah saja, dengan melakukan Melagis saat kau terpukul mundur oleh Rey, aku terus melakukannya sihir itu berulang kali sambil berlari mengikutimu."


Tentu saja menggunakan sihir secara berulang kali akan sangat menguras mana, kebanyakan orang tidak akan bisa seperti itu. Dengan kata lain Amasa memiliki jumlah mana yang sangat banyak ditubuhnya.


"Amasa biar aku yang menangani sisanya, sihir anti mana juga telah dilepaskan."


Rey lalu mendekat ke arah Centaur, mengambil Yamato dan bersiap dengan posisi menebas kepalanya.


"Sebelum mati, aku ingin bertanya apa yang kau maksud dengan 'perjanjian' itu?."


Centaur menyerang dengan premis bahwa mereka telah melakukan sesuatu hal yang telah melanggar perjanjian.


"Manusia yang te...telah membunuh raja siluman agung, Tartarus. U....umat kalian telah melanggar perjanjian dengan ras kami, tidak bisa dimaafkan."


Jawab Centaur dengan Suara yang merintih kesakitan.


Nyatanya Rey dan Amasa tidak terlalu tau tentang sejarah hubungan antara manusia dan ras siluman, akademi sendiri tidak terlalu suka membahas lebih dalam sejarah tentang hubungan antara manusia dengan siluman.


Mereka hanya diajari bahwa ketiga ras yaitu monster, manusia, dan siluman saling membantu untuk meruntuhkan kekuasaan Abyss yang waktu itu sangat mendominasi dunia ini.


Karena seperti pepatah bahwa 'sejarah ditulis oleh pemenang'.


"Kalian ras manusia dipenuhi oleh sifat serakah, bahkan lebih buruk dari ras Abyss. Kami para siluman telah tertipu oleh manusia, TIDAK BISA DIMAAFKAN...TIDAK BISA......."


Centaur lalu menghilang sebelum Rey menebas kepalanya, sebuah benda yang terlihat mengkilat terjatuh kemudian Amasa mengambilnya.


"Ini dia item Dimension." Ucap Amasa dengan nada terkejut.


Rey yang lebih khawatir dengan perkataan Centaur tampak tidak terlalu tertarik dengan item yang telah dijatuhkan oleh Centaur.


Terdapat sejarah yang kelam menyelimuti umat manusia, tetapi hal itu tertutupi oleh majunya perkembangan zaman dan menjadi hantu yang mengintai dibalik kedamaian dunia saat ini.


Rey memandang langit dan berpikir bahwa apa yang telah orang dahulu lakukan hingga menimbulkan kebencian yang sangat besar oleh ras siluman.


Kerajaan Forland sangat beruntung karena sebelum Centaur mengamuk dikerjaan, ia telah lebih dulu dikalahkan oleh Rey dan Amasa.


Pertarungan ini bukan hanya tentang mencari item, tetapi terdapat hal penting yang membuat Rey berpikir bahwa kedamaian didunia ini hanya bersifat sementara.


Bahaya Abyss yang telah dihancurkan ternyata telah mengintai dan bisa muncul kapan saja.


Dipenuhi dengan sejuta pertanyaan, Rey dan Amasa pergi meninggalkan hutan Flores yang telah rusak karena pertempuran mereka berdua.