Being Bothered By Little Sister

Being Bothered By Little Sister
Antarkan Kue ke Rumah Psikopat Cantik



Rey yang mendapatkan tawaran pekerjaan paruh waktu dari Kelly, langsung pergi mengunjungi alamat yang telah diberikan.


Letaknya berada ditengah kota yang tidak jauh dari akademi, Toko kue yang bertuliskan 'Kelly Fams' memiliki desain interior yang mewah dan nampak mencolok dibandingkan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya.


Seorang perempuan berdiri jauh memantau pergerakan Rey yang sedang berjalan memasuki toko. Sambil berpura-pura membeli sebuah permen, ia bertindak secara natural dan tidak mungkin ada orang yang menyadari niatnya.


"Dia kelas C tahun pertama Rey Mayhem, memiliki seorang adik bernama Ersa yang juga satu kelas dengannya. Jika sesuai clue yang ada, tidak heran Mengapa tuan Xavier menargetkannya." Gumam perempuan itu sambil melihat sebuah buku bingo.


Clue yang dimaksud yaitu mencari orang yang dilabeli 'Murid Seperti Monster', ciri-cirinya yaitu berbadan tinggi dan memiliki adik perempuan cantik selalu bersamanya.


Secara kebetulan, Ersa sedang tidak bersama Rey hingga akhirnya perempuan itu mulai kembali mengevaluasi tentangnya.


Perempuan yang diberi tugas oleh Xavier untuk memantau Rey tidak lain adalah Nita.


Setelah lama menunggu sekitar 15 menit, Rey keluar dari toko sambil membawa beberapa kotak kue. Nita yang sedang memakan permen kemudian membayar tagihannya dan berjalan mengikuti Rey dari kejauhan.


Rey berhenti disebuah rumah, lalu dengan lembut mengetuk pintu.


"Permisi, kue dari Kelly Fams sudah tiba." Ucap Rey dengan suara yang cukup keras.


Nita yang mendengar suara Rey terkejut mengapa ia tiba-tiba menjadi seorang pengantar kue. Padahal secara logika, Rey merupakan turunan keluarga bangsawan dan Nita mengetahui hal itu, sehingga tidak mungkin anak seorang bangsawan menjadi pekerja paruh waktu.


"Ah kuenya sudah datang ya, terima kasih nak ini bayarannya."


Setelah pemilik rumah membuka pintu dan memberikan bayarannya, Rey langsung beranjak pergi dan melakukan hal yang sama pada setiap rumah lainnya.


Setelah mengantar kue ke 6 rumah, Rey kembali ke Kelly Fams.


Nita yang melihat itu mulai melonggarkan pengawasannya, karena ia berpikir bahwa Rey hanyalah seorang mahasiswa biasa.


"Aku sedikit penasaran dengan anak itu, instingku berkata bahwa aku harus mengambil langkah yang lebih berani."


Tetapi insting Nita yang telah diasah selama tugas di divisi intel hampir lebih 1 tahun, berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Rey dan ia pun memasuki toko itu dan memesan sebuah kue untuk diantarkan ke rumahnya.


Nita sudah pergi duluan, disusul Rey yang kemudian pergi ke sebuah penginapan.


"Menurut alamat yang ditulis letak rumahnya disini, lalu nomer kamarnya 69 ya." Gumam Rey lalu berjalan memasuki penginapan.


Setelah sampai didepan pintu kamar yang bertuliskan nomer 69, Rey mengetuk pintu dengan lembut.


Lalu terdengar gerakan knop pintu, Rey melihat seorang perempuan yaitu Nita yang memakai baju kemeja putih dan rok pendek melihat ke arahnya dengan senyuman hangat.


"Emmmmm.... ini pesanan kue nya nona." Ucap Rey tersipu malu.


"Makasih, untuk harganya berapa?." Tanya Nita dengan fokus memandang mata Rey yang telah terpana olehnya.


"Se...sekitar 350 Yel."


Saat akan membayarnya, Nita memeriksa setiap bagian sakunya mulai dari bagian dada sampai ke pinggang. Rey yang melihat gerakan lemah lembut itu semakin membuat wajahnya memerah dan Nita yang menyadarinya berkata dalam hati, 'Anak yang lucu'.


"Ma~maaf, aku lupa menyimpan uangku dimana, bisa kah kamu membantuku mencarinya diatas lemari?." Ucap Nita dengan memohon.


Rey lalu sedikit melihat ruangan bagian dalamnya, memang lemarinya sangat tinggi hingga Rey berpikir bahwa Nita tidak mungkin bisa menggapainya.


"Tidak masalah nona, kalau begitu permisi."


Rey lalu dipersilahkan masuk ke kamar oleh Nita dan ia dengan cepat naik memanjat lemari tinggi itu.


KRAK,


"Eh, no..nona kenapa pintunya dikunci?."


Rey yang bingung dengan situasi ini, seketika langsung turun dari lemari.


Tanpa berbicara apapun, Nita mendekati Rey secara perlahan.Tetapi Rey melangkah mundur sampai mentok membentur ranjang.


Nita mendorong bahu Rey tidak dengan kekuatan yang banyak, tetapi karena keadaan yang membuat Rey bingung membuat ia berdiri seolah tanpa tenaga. Ia pun terjatuh di kasur dan Nita menunggangi Rey dengan gerakan elegan.


"Ada beberapa hal yang ingin ku tau tentang dirimu." Tanya Nita sambil mendekatkan bibirnya ke mulut Rey.


Meskipun Rey sangat kuat, tetapi dalam seumur hidupnya ia hampir belum pernah mengalami situasi panas seperti ini, apalagi tidak diragukan lagi Nita adalah seorang perempuan yang paling cantik yang pernah ia temui selain Ersa.


Seluruh tubuh Rey gemetar hebat dan Nita bisa merasakannya.


"Itu bagus sepertinya kau mudah sekali dijinakkan, dengan begitu aku tidak perlu memakai kekerasan terhadap juniorku."


"Ju....junior?." Tanya Rey dengan penasaran.


"Ah.... aku lupa belum memperkenalkan diri ya, namaku Nita dari tahun ke-2 salam kenal."


Rey tentu saja tidak mengetahui Nita karena ini baru pertama kali bagi ia saling berbicara dengan mahasiswa tahun ke-2.


"Kalau begitu kembali ke topik, apa kamu murid yang membuat Velir keluar dari akademi?." Tanya Nita dengan nada serius.


"Ve....Velir, si...siapa dia?, baru kali ini aku mendengar namanya."


"Velir melihat seorang mahasiswa yang menurutnya seperti seorang monster, singkatnya aku mencurigai bahwa kau lah siswa yang dimaksud itu."


"Mungkin orang itu berhalusinasi?, sepertinya ia mengalami depresi berat karena tidak tau bagaimana cara menentukan judul tesis." Jawab Rey dengan candaan yang garing.


"Tolong jawab dengan serius jika masih sayang dengan nyawamu." Gertak Nita sambil menajamkan matanya.


Teknik lelucon tidak mempan terhadap Nita membuat Rey menyerah melakukan itu. Rey kemudian mencoba kembali mengingat siapa itu Velir.


"Kalau di ingat-ingat, sekitar hampir 1 bulan yang lalu aku pernah sedikit berseteru dengan seorang senior tapi beneran gak tau namanya."


"Sudah kuduga, jadi apa yang kau perbuat padanya?."


"Dia menghinaku miskin lah, mana sedikit lah, tentu saja karena sedang bersama adikku, aku tidak akan membiarkannya begitu saja. Aku berkelahi dengannya dan tentu saja menang dengan mudah."


Rey tidak mungkin bilang bahwa ia memiliki mana limitless, itu yang membuat Velir sakit jiwa dan meninggalkan akademi. Limitless merupakan jumlah mana dengan konsep yang tidak pernah ada di zaman apapun, bisa dibilang Rey adalah manusia ajaib yang hidup di zaman ini.


Nita yang mendengar jawaban Rey, mengira bahwa mungkin saja orang yang dimaksudnya itu bukan Velir. Nita lalu berdiri, dan membuka kunci pintunya.


"Maaf karena sudah menganggu pekerjaanmu, silahkan pergi dan jangan bicarakan hal ini pada siapapun."


Rey melangkah pergi dengan cepat keluar, tetapi ia kembali lagi menyodorkan tangannya ke arah Nita.


"Mana bayarannya?."


Hampir saja Rey lupa menagih uang kuenya.


"Hehehe, sebenarnya aku sedang tidak punya uang. Boleh kan aku berhutang dulu?." Jawab Nita yang sedang memakan kuenya.


"Dasar cantik kere...."


Begitulah kisah konyol Rey dengan Nita, satu rahasia telah selamat dan peluang Rey untuk tidak menonjol semakin tinggi.